<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hamas Rilis Video Pertumpahan Darah Usai Operasi Israel Berakhir dengan Kematian Sandera</title><description>Banyak darah terlihat di lantai keramik, serta peralatan militer yang diklaim telah dirampas oleh Hamas.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/09/18/2935786/hamas-rilis-video-pertumpahan-darah-usai-operasi-israel-berakhir-dengan-kematian-sandera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/09/18/2935786/hamas-rilis-video-pertumpahan-darah-usai-operasi-israel-berakhir-dengan-kematian-sandera"/><item><title>Hamas Rilis Video Pertumpahan Darah Usai Operasi Israel Berakhir dengan Kematian Sandera</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/09/18/2935786/hamas-rilis-video-pertumpahan-darah-usai-operasi-israel-berakhir-dengan-kematian-sandera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/09/18/2935786/hamas-rilis-video-pertumpahan-darah-usai-operasi-israel-berakhir-dengan-kematian-sandera</guid><pubDate>Sabtu 09 Desember 2023 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/09/18/2935786/hamas-rilis-video-pertumpahan-darah-usai-operasi-israel-berakhir-dengan-kematian-sandera-iBImRYCSzD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hamas klaim operasi Israel berakhir dengan kematian sandera (Foto: EPA-EFE/REX)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/09/18/2935786/hamas-rilis-video-pertumpahan-darah-usai-operasi-israel-berakhir-dengan-kematian-sandera-iBImRYCSzD.jpg</image><title>Hamas klaim operasi Israel berakhir dengan kematian sandera (Foto: EPA-EFE/REX)</title></images><description>GAZA &amp;ndash; Kelompok Hamas telah merilis sebuah video yang menunjukkan pertumpahan darah setelah operasi Israel yang gagal untuk membebaskan seorang sandera Israel.

Dalam rekaman tersebut, seorang pria mengatakan dia telah ditahan selama 40 hari, kemungkinan video tersebut direkam pada pertengahan November lalu.

Banyak darah terlihat di lantai keramik, serta peralatan militer yang diklaim telah dirampas oleh Hamas.


BACA JUGA:
Video Tunjukkan Masjid Tertua di Gaza Rusak Parah, Hamas Tuduh Israel Lakukan Kejahatan Keji dan Biadab

Video berakhir dengan gambar mengerikan dari tubuh berlumuran darah yang tampaknya merupakan sandera yang sama yang terlihat sebelumnya.


BACA JUGA:
Seolah Tak Digubris, AS Gunakan Hak Veto Tapi Tekanan Gencatan Senjata di Gaza Semakin Menguat

BBC merahasiakan nama pria tersebut dan usianya dalam video.

Sebuah tulisan dalam bahasa Arab mengatakan bahwa tentara Israel gagal mencapai sandera, yang menyebabkan kematiannya, dan bahwa tim Israel dengan cepat meninggalkan tempat itu.

Ia mengklaim bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menggunakan ambulans untuk mencapai tempat sandera ditahan.

BBC belum memverifikasi video tersebut dan tidak memiliki konfirmasi atas klaim yang dibuat oleh Hamas di dalamnya.

Pada briefing pada Jumat (8/12/2023) malam, kepala juru bicara IDF Daniel Hagari mengkonfirmasi bahwa dua tentara Israel terluka parah selama operasi di Gaza untuk membebaskan sandera.
Dia mengatakan teroris yang berpartisipasi dalam penculikan dan penyanderaan telah terbunuh. Namun dia mengatakan tidak ada sandera yang dibebaskan.



Tidak jelas apakah dia membicarakan kejadian yang sama seperti yang digambarkan dalam video Hamas atau hal lain.



IDF melancarkan operasi militernya di Gaza setelah serangan mematikan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lali.



Israel mengatakan 1.200 orang tewas dan 240 orang disandera dalam serangan Hamas. Sejumlah sandera kemudian dibebaskan selama gencatan senjata yang berumur pendek, tetapi bukan mereka yang diklaim Hamas terkait dengan militer Israel.



Hamas mengatakan Israel telah membunuh lebih dari 17.177 orang dalam kampanye pembalasannya, termasuk sekitar 7.000 anak-anak.

</description><content:encoded>GAZA &amp;ndash; Kelompok Hamas telah merilis sebuah video yang menunjukkan pertumpahan darah setelah operasi Israel yang gagal untuk membebaskan seorang sandera Israel.

Dalam rekaman tersebut, seorang pria mengatakan dia telah ditahan selama 40 hari, kemungkinan video tersebut direkam pada pertengahan November lalu.

Banyak darah terlihat di lantai keramik, serta peralatan militer yang diklaim telah dirampas oleh Hamas.


BACA JUGA:
Video Tunjukkan Masjid Tertua di Gaza Rusak Parah, Hamas Tuduh Israel Lakukan Kejahatan Keji dan Biadab

Video berakhir dengan gambar mengerikan dari tubuh berlumuran darah yang tampaknya merupakan sandera yang sama yang terlihat sebelumnya.


BACA JUGA:
Seolah Tak Digubris, AS Gunakan Hak Veto Tapi Tekanan Gencatan Senjata di Gaza Semakin Menguat

BBC merahasiakan nama pria tersebut dan usianya dalam video.

Sebuah tulisan dalam bahasa Arab mengatakan bahwa tentara Israel gagal mencapai sandera, yang menyebabkan kematiannya, dan bahwa tim Israel dengan cepat meninggalkan tempat itu.

Ia mengklaim bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menggunakan ambulans untuk mencapai tempat sandera ditahan.

BBC belum memverifikasi video tersebut dan tidak memiliki konfirmasi atas klaim yang dibuat oleh Hamas di dalamnya.

Pada briefing pada Jumat (8/12/2023) malam, kepala juru bicara IDF Daniel Hagari mengkonfirmasi bahwa dua tentara Israel terluka parah selama operasi di Gaza untuk membebaskan sandera.
Dia mengatakan teroris yang berpartisipasi dalam penculikan dan penyanderaan telah terbunuh. Namun dia mengatakan tidak ada sandera yang dibebaskan.



Tidak jelas apakah dia membicarakan kejadian yang sama seperti yang digambarkan dalam video Hamas atau hal lain.



IDF melancarkan operasi militernya di Gaza setelah serangan mematikan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lali.



Israel mengatakan 1.200 orang tewas dan 240 orang disandera dalam serangan Hamas. Sejumlah sandera kemudian dibebaskan selama gencatan senjata yang berumur pendek, tetapi bukan mereka yang diklaim Hamas terkait dengan militer Israel.



Hamas mengatakan Israel telah membunuh lebih dari 17.177 orang dalam kampanye pembalasannya, termasuk sekitar 7.000 anak-anak.

</content:encoded></item></channel></rss>
