<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD : Sarjana Itu Ijazah, Intelektual Gambarkan Watak Pendidikan Bermoral</title><description>Sarjana itu ijazah. Skill ada, tapi belum menggambarkan moralitas. Intelektual itu menggambarkan watak pendidikan bermoral.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/09/337/2935633/mahfud-md-sarjana-itu-ijazah-intelektual-gambarkan-watak-pendidikan-bermoral</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/09/337/2935633/mahfud-md-sarjana-itu-ijazah-intelektual-gambarkan-watak-pendidikan-bermoral"/><item><title>Mahfud MD : Sarjana Itu Ijazah, Intelektual Gambarkan Watak Pendidikan Bermoral</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/09/337/2935633/mahfud-md-sarjana-itu-ijazah-intelektual-gambarkan-watak-pendidikan-bermoral</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/09/337/2935633/mahfud-md-sarjana-itu-ijazah-intelektual-gambarkan-watak-pendidikan-bermoral</guid><pubDate>Sabtu 09 Desember 2023 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/09/337/2935633/mahfud-md-sarjana-itu-ijazah-intelektual-gambarkan-watak-pendidikan-bermoral-VXcgjtkjKo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD di Bandung (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/09/337/2935633/mahfud-md-sarjana-itu-ijazah-intelektual-gambarkan-watak-pendidikan-bermoral-VXcgjtkjKo.jpg</image><title>Mahfud MD di Bandung (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOC8xLzE3NDg1NS81L3g4cWNzc2o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

BANDUNG - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan orasi ilmiah di hadapan ratusan mahasiswa pasa Sidang Terbuka Senat Wisuda Ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Hotel Harris, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023).

&quot;Sebelum memulai, saya tegaskan ini orasi ilmiah, bukan orasi politik elektoral. Yang hadir di sini sudah punya pilihan sesuai hati nurani masing-masing,&quot; kata Mahfud mengawali orasinya.


BACA JUGA:
2 Warga Wonosobo Meninggal Usai Diterjang Longsor hingga Masuk Jurang


Dalam kesempatan itu, Mahfud mengimbau agar para lulusan UNIKOM tidak hanya menjadi sarjana, namun juga menjadi intelektual yang bermoral.

&quot;Sarjana itu ijazah. Skill ada, tapi belum menggambarkan moralitas. Intelektual itu menggambarkan watak pendidikan bermoral,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:
Ungkap Kesalahan KPK, Mahfud MD : Tak Boleh Terjadi Lagi


Mahfud mengatakan, siapa saja bisa menjadi sarjana, namun tidak semua sarjana bermoral. Buktinya, dari jumlah koruptor sebanyak 1.250 orang, 84 persen itu sarjana. Bahkan ada yang profesor.

Para pelaku korupsi ini, kata Mahfud MD, jelas tidak intelek, tak punya moralitas dan integritas untuk bertanggung jawab terhadap masyarakat.Mahfud berharap, para wisudawan bukan hanya mendapat gelar sarjana, tetapi juga intelektual. Punya tanggung jawab moral memajukan bangsa dan negara. Sesuai konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan hanya otak, tetapi watak.

&quot;Orang yang ilmunya dalam, pasti punya moral dan integritas. Karena dia selalu beriman kepada Allah. Tidak melakukan tindakan destruktif, kalau di pemerintahan, bersih dari korupsi dan intrik politik yang merugikan masyarakat dan bangsa,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOC8xLzE3NDg1NS81L3g4cWNzc2o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

BANDUNG - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan orasi ilmiah di hadapan ratusan mahasiswa pasa Sidang Terbuka Senat Wisuda Ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Hotel Harris, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023).

&quot;Sebelum memulai, saya tegaskan ini orasi ilmiah, bukan orasi politik elektoral. Yang hadir di sini sudah punya pilihan sesuai hati nurani masing-masing,&quot; kata Mahfud mengawali orasinya.


BACA JUGA:
2 Warga Wonosobo Meninggal Usai Diterjang Longsor hingga Masuk Jurang


Dalam kesempatan itu, Mahfud mengimbau agar para lulusan UNIKOM tidak hanya menjadi sarjana, namun juga menjadi intelektual yang bermoral.

&quot;Sarjana itu ijazah. Skill ada, tapi belum menggambarkan moralitas. Intelektual itu menggambarkan watak pendidikan bermoral,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:
Ungkap Kesalahan KPK, Mahfud MD : Tak Boleh Terjadi Lagi


Mahfud mengatakan, siapa saja bisa menjadi sarjana, namun tidak semua sarjana bermoral. Buktinya, dari jumlah koruptor sebanyak 1.250 orang, 84 persen itu sarjana. Bahkan ada yang profesor.

Para pelaku korupsi ini, kata Mahfud MD, jelas tidak intelek, tak punya moralitas dan integritas untuk bertanggung jawab terhadap masyarakat.Mahfud berharap, para wisudawan bukan hanya mendapat gelar sarjana, tetapi juga intelektual. Punya tanggung jawab moral memajukan bangsa dan negara. Sesuai konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan hanya otak, tetapi watak.

&quot;Orang yang ilmunya dalam, pasti punya moral dan integritas. Karena dia selalu beriman kepada Allah. Tidak melakukan tindakan destruktif, kalau di pemerintahan, bersih dari korupsi dan intrik politik yang merugikan masyarakat dan bangsa,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
