<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Upaya Pemerintah Agar Konservasi dan Pengelolaan Lingkungan Terus Berjalan</title><description>Tolok ukur tersebut diterapkan pada sistem manajemen lingkungan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/09/337/2935725/upaya-pemerintah-agar-konservasi-dan-pengelolaan-lingkungan-terus-berjalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/09/337/2935725/upaya-pemerintah-agar-konservasi-dan-pengelolaan-lingkungan-terus-berjalan"/><item><title>Upaya Pemerintah Agar Konservasi dan Pengelolaan Lingkungan Terus Berjalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/09/337/2935725/upaya-pemerintah-agar-konservasi-dan-pengelolaan-lingkungan-terus-berjalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/09/337/2935725/upaya-pemerintah-agar-konservasi-dan-pengelolaan-lingkungan-terus-berjalan</guid><pubDate>Sabtu 09 Desember 2023 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Atik F</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/09/337/2935725/upaya-pemerintah-agar-konservasi-dan-pengelolaan-lingkungan-terus-berjalan-CHZi10d25q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen PPKL KLHK Sigit Relianto/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/09/337/2935725/upaya-pemerintah-agar-konservasi-dan-pengelolaan-lingkungan-terus-berjalan-CHZi10d25q.jpg</image><title>Dirjen PPKL KLHK Sigit Relianto/ist</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOS8xLzE3NDg4My81L3g4cWRuZHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mengupayakan agar konservasi dan pengelolaan lingkungan bisa terus berjalan.
Hal ini pun menjadi fokus dari Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro.
Dalam menumbuhkan semangat konservasi dan pengelolaan lingkungan, Sigit mengatakan, pihaknya menggelar Presentasi Green Leadership Kandidat Proper Emas 2023 yang berlangsung pada tanggal 8-9 dan 11-12 Desember 2023.

BACA JUGA:
Pemerintah Keluarkan Road Map Emisi Nol di 2050 saat Forum COP28, Berikut Tahapannya

&quot;Sebanyak 22 Chief Executive Officer (CEO) perusahaan telah terseleksi sebagai kandidat Proper Emas 2023 mempresentasikan visi perusahaan terhadap 'Extraordinary Turnarounds' untuk keberlanjutan bumi,&quot; kata Sigit, Sabtu (9/12/2023).
Menurutnya, Green Leadership merupakan penilaian untuk pimpinan tertinggi perusahaan akan komitmen dan gagasan konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dimiliki perusahaan.

BACA JUGA:
Pemerintah Mulai Evaluasi dan Koordinasi Terkait Masalah Lingkungan Hidup di IKN

&quot;Penilaian ini juga mencatat karakteristik kepemimpinan yang teladan, mencakup visi bersama, menantang proses, mendukung orang lain dalam bertindak, memberikan semangat kepada konstituennya, dengan topik Extraordinary Turnarounds,&quot; ungkapnya.
&quot;Yang membahas keberlanjutan alam dan manusia yang terdiri dari upaya mengakhiri kemiskinan, mengurangi ketimpangan, pemberdayaan perempuan dan membuat sistem pangan yang sehat dan berkelanjutan,&quot; sambungnya.


Lebih lanjut dia mengatakan, program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan atau Proper merupakan salah satu inovasi pendekatan tata kelola lingkungan yang dikenal dengan Public Voluntary Regulation (PVR).


&quot;Keberhasilan Proper dalam mendorong ketaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, serta menciptakan framework tolok ukur kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan mendapat penghargaan Top 5 Outstanding Achievement of Public Service Innovation (OAPSI) Award di tahun 2023,&quot; jelasnya.

&quot;Tolok ukur tersebut diterapkan pada sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, penurunan emisi, pemanfaatan limbah B3 dan NonB3, efisiensi air, penurunan beban pencemaran air, keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOS8xLzE3NDg4My81L3g4cWRuZHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mengupayakan agar konservasi dan pengelolaan lingkungan bisa terus berjalan.
Hal ini pun menjadi fokus dari Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro.
Dalam menumbuhkan semangat konservasi dan pengelolaan lingkungan, Sigit mengatakan, pihaknya menggelar Presentasi Green Leadership Kandidat Proper Emas 2023 yang berlangsung pada tanggal 8-9 dan 11-12 Desember 2023.

BACA JUGA:
Pemerintah Keluarkan Road Map Emisi Nol di 2050 saat Forum COP28, Berikut Tahapannya

&quot;Sebanyak 22 Chief Executive Officer (CEO) perusahaan telah terseleksi sebagai kandidat Proper Emas 2023 mempresentasikan visi perusahaan terhadap 'Extraordinary Turnarounds' untuk keberlanjutan bumi,&quot; kata Sigit, Sabtu (9/12/2023).
Menurutnya, Green Leadership merupakan penilaian untuk pimpinan tertinggi perusahaan akan komitmen dan gagasan konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dimiliki perusahaan.

BACA JUGA:
Pemerintah Mulai Evaluasi dan Koordinasi Terkait Masalah Lingkungan Hidup di IKN

&quot;Penilaian ini juga mencatat karakteristik kepemimpinan yang teladan, mencakup visi bersama, menantang proses, mendukung orang lain dalam bertindak, memberikan semangat kepada konstituennya, dengan topik Extraordinary Turnarounds,&quot; ungkapnya.
&quot;Yang membahas keberlanjutan alam dan manusia yang terdiri dari upaya mengakhiri kemiskinan, mengurangi ketimpangan, pemberdayaan perempuan dan membuat sistem pangan yang sehat dan berkelanjutan,&quot; sambungnya.


Lebih lanjut dia mengatakan, program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan atau Proper merupakan salah satu inovasi pendekatan tata kelola lingkungan yang dikenal dengan Public Voluntary Regulation (PVR).


&quot;Keberhasilan Proper dalam mendorong ketaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, serta menciptakan framework tolok ukur kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan mendapat penghargaan Top 5 Outstanding Achievement of Public Service Innovation (OAPSI) Award di tahun 2023,&quot; jelasnya.

&quot;Tolok ukur tersebut diterapkan pada sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, penurunan emisi, pemanfaatan limbah B3 dan NonB3, efisiensi air, penurunan beban pencemaran air, keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
