<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Sentil Koruptor Kalangan Intelektual: Sarjana Harus Punya Moral </title><description>Dalam orasinya, Mahfud mewanti-wanti bahwa sarjana harus menjadi intelektual yang bermoral.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/09/525/2935718/mahfud-md-sentil-koruptor-kalangan-intelektual-sarjana-harus-punya-moral</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/09/525/2935718/mahfud-md-sentil-koruptor-kalangan-intelektual-sarjana-harus-punya-moral"/><item><title>Mahfud MD Sentil Koruptor Kalangan Intelektual: Sarjana Harus Punya Moral </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/09/525/2935718/mahfud-md-sentil-koruptor-kalangan-intelektual-sarjana-harus-punya-moral</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/09/525/2935718/mahfud-md-sentil-koruptor-kalangan-intelektual-sarjana-harus-punya-moral</guid><pubDate>Sabtu 09 Desember 2023 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Sigit Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/09/525/2935718/mahfud-md-sentil-koruptor-kalangan-intelektual-sarjana-harus-punya-moral-Nmf91EbAlq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cawapres Mahfud MD (Foto: Ilham Sigit)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/09/525/2935718/mahfud-md-sentil-koruptor-kalangan-intelektual-sarjana-harus-punya-moral-Nmf91EbAlq.jpg</image><title>Cawapres Mahfud MD (Foto: Ilham Sigit)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOC8xLzE3NDg0NS81L3g4cWNta3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BANDUNG &amp;ndash; Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 3, Mahfud MD menyinggung tingginya angka koruptor dari kalangan intelektual kala menyambangi Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Sabtu (9/12/2023). Dalam orasinya, Mahfud mewanti-wanti bahwa sarjana harus menjadi intelektual yang bermoral.

&amp;ldquo;Sebelum memulai, saya tegaskan ini orasi ilmiah, bukan orasi politik elektoral. Yang hadir di sini sudah punya pilihan sesuai hati nurani masing-masing,&amp;rdquo; kata Mahfud dalam orasi yang berlangsung di Hotel Harris, Bandung.

&amp;ldquo;Sarjana itu ijazah. Skill ada, tapi belum menggambarkan moralitas. Intelektual itu menggambarkan watak pendidikan bermoral,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:
Hari Antikorupsi Sedunia, Mahfud MD: Momen Tepat Melakukan Refleksi


Pernyataan itu didasarkan pada fakta bahwa jumlah koruptor sebanyak 84 persen dari 1.250 koruptor merupakan sarjana. Bahkan, tak sedikit diantaranya menyandang gelar professor.

&amp;ldquo;Orang yang ilmunya dalam, pasti punya moral dan integritas. Karena dia selalu beriman kepada Allah. Tidak melakukan tindakan destruktif, kalau di pemerintahan, bersih dari korupsi dan intrik politik yang merugikan masyarakat dan bangsa,&amp;rdquo; tutur Mahfud.

BACA JUGA:
Mahfud MD : Sarjana Itu Ijazah, Intelektual Gambarkan Watak Pendidikan Bermoral


Mahfud juga mencontohkan banyak negara yang hancur karena sistem penegakan hukumnya sangat bobrok. Dia mengingatkan pemberantasan korupsi tidak boleh main-main agar Indonesia tidak mengikuti jejak negara-negara yang sudah luluh lantak akibat banyak penjahat berdasi.

&amp;ldquo;Banyak negara hancur karena penegakan hukumnya bobrok. Saat terjadi ketidakadilan, rakyat pasti melawan, pemberantasan korupsi itu jangan sampai main-main. Kalau penegakan hukum ditegakkan, 50 persen masalah selesai,&amp;rdquo; tutur Mahfud.

&amp;ldquo;Dan terakhir, toleransi dijaga. Indonesia ini paling jamak dan plural. Jumlah suku 1.360. Agama semua dengan seluruh sekte dan alirannya ada. Bahasanya 762 bahasa daerah,&amp;rdquo; ujar pria yang juga Menko Polhukam ini.



&amp;ldquo;Semua orang boleh memilih siapa pun dan partai apapun. Tidak boleh ada tekanan dan intimidasi Rakyatnya juga harus sadar. Jangan mau transaksional,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOC8xLzE3NDg0NS81L3g4cWNta3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BANDUNG &amp;ndash; Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 3, Mahfud MD menyinggung tingginya angka koruptor dari kalangan intelektual kala menyambangi Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Sabtu (9/12/2023). Dalam orasinya, Mahfud mewanti-wanti bahwa sarjana harus menjadi intelektual yang bermoral.

&amp;ldquo;Sebelum memulai, saya tegaskan ini orasi ilmiah, bukan orasi politik elektoral. Yang hadir di sini sudah punya pilihan sesuai hati nurani masing-masing,&amp;rdquo; kata Mahfud dalam orasi yang berlangsung di Hotel Harris, Bandung.

&amp;ldquo;Sarjana itu ijazah. Skill ada, tapi belum menggambarkan moralitas. Intelektual itu menggambarkan watak pendidikan bermoral,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:
Hari Antikorupsi Sedunia, Mahfud MD: Momen Tepat Melakukan Refleksi


Pernyataan itu didasarkan pada fakta bahwa jumlah koruptor sebanyak 84 persen dari 1.250 koruptor merupakan sarjana. Bahkan, tak sedikit diantaranya menyandang gelar professor.

&amp;ldquo;Orang yang ilmunya dalam, pasti punya moral dan integritas. Karena dia selalu beriman kepada Allah. Tidak melakukan tindakan destruktif, kalau di pemerintahan, bersih dari korupsi dan intrik politik yang merugikan masyarakat dan bangsa,&amp;rdquo; tutur Mahfud.

BACA JUGA:
Mahfud MD : Sarjana Itu Ijazah, Intelektual Gambarkan Watak Pendidikan Bermoral


Mahfud juga mencontohkan banyak negara yang hancur karena sistem penegakan hukumnya sangat bobrok. Dia mengingatkan pemberantasan korupsi tidak boleh main-main agar Indonesia tidak mengikuti jejak negara-negara yang sudah luluh lantak akibat banyak penjahat berdasi.

&amp;ldquo;Banyak negara hancur karena penegakan hukumnya bobrok. Saat terjadi ketidakadilan, rakyat pasti melawan, pemberantasan korupsi itu jangan sampai main-main. Kalau penegakan hukum ditegakkan, 50 persen masalah selesai,&amp;rdquo; tutur Mahfud.

&amp;ldquo;Dan terakhir, toleransi dijaga. Indonesia ini paling jamak dan plural. Jumlah suku 1.360. Agama semua dengan seluruh sekte dan alirannya ada. Bahasanya 762 bahasa daerah,&amp;rdquo; ujar pria yang juga Menko Polhukam ini.



&amp;ldquo;Semua orang boleh memilih siapa pun dan partai apapun. Tidak boleh ada tekanan dan intimidasi Rakyatnya juga harus sadar. Jangan mau transaksional,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
