<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Ambang Konflik, Presiden Venezuela dan Guyana Akan Bertemu Bahas Sengketa Wilayah</title><description>Venezuela dan Guyana memperebutkan wilayah Esequibo yang kaya minyak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/10/18/2936167/di-ambang-konflik-presiden-venezuela-dan-guyana-akan-bertemu-bahas-sengketa-wilayah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/10/18/2936167/di-ambang-konflik-presiden-venezuela-dan-guyana-akan-bertemu-bahas-sengketa-wilayah"/><item><title>Di Ambang Konflik, Presiden Venezuela dan Guyana Akan Bertemu Bahas Sengketa Wilayah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/10/18/2936167/di-ambang-konflik-presiden-venezuela-dan-guyana-akan-bertemu-bahas-sengketa-wilayah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/10/18/2936167/di-ambang-konflik-presiden-venezuela-dan-guyana-akan-bertemu-bahas-sengketa-wilayah</guid><pubDate>Minggu 10 Desember 2023 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/10/18/2936167/di-ambang-konflik-presiden-venezuela-dan-guyana-akan-bertemu-bahas-sengketa-wilayah-FGOXaDpzm6.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/10/18/2936167/di-ambang-konflik-presiden-venezuela-dan-guyana-akan-bertemu-bahas-sengketa-wilayah-FGOXaDpzm6.JPG</image><title>Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)</title></images><description>SAO PAULO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan bertemu dengan Presiden Guyana Mohamed Irfaan Ali pada Kamis, 14 Desember, di tengah sengketa wilayah antara kedua negara, menurut surat dari perdana menteri Saint Vincent dan Grenadines.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Venezuela Kirim Pasukan, Ambil Langkah Klaim Daerah Kaya Minyak Guyana&amp;nbsp;

Pengumuman pertemuan bilateral tersebut muncul setelah Maduro berbicara dengan Ralph Gonsalves, perdana menteri Saint Vincent dan Grenadines, yang juga menjabat sebagai presiden sementara Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Sabtu, (9/12/2023).
Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir antara Venezuela dan Guyana karena sengketa perbatasan yang berkepanjangan mengenai Esequibo, sebuah wilayah di Guyana tempat penemuan minyak dan gas lepas pantai secara besar-besaran.
Pemerintah Venezuela mengatakan pertemuan itu &amp;ldquo;untuk menjaga aspirasi kami untuk mempertahankan Amerika Latin dan Karibia sebagai zona damai.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Rebutan Guyana yang Kaya Minyak, Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Venezuela

Kantor Kepresidenan Guyana mengonfirmasi bahwa Ali telah menyetujui pertemuan tersebut, namun menambahkan, &quot;Perbatasan darat Guyana tidak dapat didiskusikan.&quot;
Akhir pekan lalu, para pemilih di Venezuela menolak yurisdiksi Mahkamah Internasional (ICJ) atas wilayah tersebut, dan mendukung pembentukan negara baru.
Sebelumnya pada Sabtu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berbicara dengan Maduro dan menyerukan dialog, dengan mengatakan penting untuk menghindari tindakan sepihak yang dapat memperburuk situasi.
Lula, yang diundang pada pertemuan hari Kamis sebagai pengamat, menegaskan kembali bahwa Brasil siap mendukung dan mengikuti inisiatif dialog, memperkuat deklarasi bersama negara-negara Amerika Selatan yang dirilis awal pekan ini.

BACA JUGA:
Terima Peringatan dari China, Guyana Batalkan Pembukaan Kantor Diplomatik Taiwan

Amerika Serikat dan Brasil sedang berkonsultasi satu sama lain mengenai sengketa perbatasan Venezuela-Guyana, kata kantor pers Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Brasilia.
&amp;ldquo;Kami menegaskan kembali dukungan Amerika Serikat terhadap kedaulatan Guyana,&amp;rdquo; katanya dalam sebuah pernyataan yang mengatakan kedua pemerintah menginginkan penyelesaian konflik secara damai.

</description><content:encoded>SAO PAULO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan bertemu dengan Presiden Guyana Mohamed Irfaan Ali pada Kamis, 14 Desember, di tengah sengketa wilayah antara kedua negara, menurut surat dari perdana menteri Saint Vincent dan Grenadines.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Venezuela Kirim Pasukan, Ambil Langkah Klaim Daerah Kaya Minyak Guyana&amp;nbsp;

Pengumuman pertemuan bilateral tersebut muncul setelah Maduro berbicara dengan Ralph Gonsalves, perdana menteri Saint Vincent dan Grenadines, yang juga menjabat sebagai presiden sementara Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Sabtu, (9/12/2023).
Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir antara Venezuela dan Guyana karena sengketa perbatasan yang berkepanjangan mengenai Esequibo, sebuah wilayah di Guyana tempat penemuan minyak dan gas lepas pantai secara besar-besaran.
Pemerintah Venezuela mengatakan pertemuan itu &amp;ldquo;untuk menjaga aspirasi kami untuk mempertahankan Amerika Latin dan Karibia sebagai zona damai.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Rebutan Guyana yang Kaya Minyak, Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Venezuela

Kantor Kepresidenan Guyana mengonfirmasi bahwa Ali telah menyetujui pertemuan tersebut, namun menambahkan, &quot;Perbatasan darat Guyana tidak dapat didiskusikan.&quot;
Akhir pekan lalu, para pemilih di Venezuela menolak yurisdiksi Mahkamah Internasional (ICJ) atas wilayah tersebut, dan mendukung pembentukan negara baru.
Sebelumnya pada Sabtu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berbicara dengan Maduro dan menyerukan dialog, dengan mengatakan penting untuk menghindari tindakan sepihak yang dapat memperburuk situasi.
Lula, yang diundang pada pertemuan hari Kamis sebagai pengamat, menegaskan kembali bahwa Brasil siap mendukung dan mengikuti inisiatif dialog, memperkuat deklarasi bersama negara-negara Amerika Selatan yang dirilis awal pekan ini.

BACA JUGA:
Terima Peringatan dari China, Guyana Batalkan Pembukaan Kantor Diplomatik Taiwan

Amerika Serikat dan Brasil sedang berkonsultasi satu sama lain mengenai sengketa perbatasan Venezuela-Guyana, kata kantor pers Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Brasilia.
&amp;ldquo;Kami menegaskan kembali dukungan Amerika Serikat terhadap kedaulatan Guyana,&amp;rdquo; katanya dalam sebuah pernyataan yang mengatakan kedua pemerintah menginginkan penyelesaian konflik secara damai.

</content:encoded></item></channel></rss>
