<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belasan Siswa Sekolah Alami Perundungan di Rumah Senior di Setiabudi</title><description>Mereka dianiaya oleh seniornya yang duduk di bangku kelas XI dan XII.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/10/338/2935969/belasan-siswa-sekolah-alami-perundungan-di-rumah-senior-di-setiabudi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/10/338/2935969/belasan-siswa-sekolah-alami-perundungan-di-rumah-senior-di-setiabudi"/><item><title>Belasan Siswa Sekolah Alami Perundungan di Rumah Senior di Setiabudi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/10/338/2935969/belasan-siswa-sekolah-alami-perundungan-di-rumah-senior-di-setiabudi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/10/338/2935969/belasan-siswa-sekolah-alami-perundungan-di-rumah-senior-di-setiabudi</guid><pubDate>Minggu 10 Desember 2023 07:40 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/10/338/2935969/belasan-siswa-sekolah-alami-perundungan-di-rumah-senior-di-setiabudi-VlsMxmeybB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/10/338/2935969/belasan-siswa-sekolah-alami-perundungan-di-rumah-senior-di-setiabudi-VlsMxmeybB.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Okezone</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNi82LzE3Mzc3MC81L3g4cG9idDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Sebanyak 12 siswa SMAN 26 Jakarta yang duduk di bangku kelas X diduga menjadi korban bullying oleh para seniornya. Mereka dianiaya oleh seniornya yang duduk di bangku kelas XI dan XII.



Pengacara salah satu korban, William Albert Zai mengatakan, dugaan kasus bullying itu terjadi di rumah salah satu pelaku di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Jumat (1/12/2023) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Salah satu korban dalam kasus ini siswa berinisial AF (16).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,9 Guncang Kepulauan Talaud Sulut



&quot;Terlapornya saudara D dan kawan-kawan yang diduga sebagai pelakunya itu berjumlah 15 orang,&quot; ujarnya pada wartawan, Sabtu (/12/2023).



Menurutnya, orangtua siswa AF, K tak terima dengan peristiwa yang dialaminya itu sehingga kliennya melaporkan dugaan kasus bullying itu ke Polres Metro Jakarta Selatan. Adapun laporan kliennya telah diterima polisi dengan nomor LP/B/3647/XII/2023/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya tertanggal 2 Desember 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Debat Perdana Pilpres 2024, Ganjar-Mahfud Bakal Tegaskan Komitmen Penegakan Supremasi Hukum



Dia menerangkan, korban awalnya dihubungi salah satu seniornya melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp (WA). Pelaku lalu meminta korban untuk datang ke rumahnya.



&quot;Jadi waktu itu sistemnya itu di WA dahulu, eh kamu datang ke rumah saya. Jadi kalau dari informasi dan chating yang kami pelajari, peristiwa ini bukan hanya sekali terjadi, berkali-kali,&quot; tuturnya.



William menambahkan, saat AF tiba di rumah pelaku, sejumlah korban lainnya sudah lebih dahulu dianiaya di sebuah ruangan, sedangkan AF diminta menunggu di ruangan lain. Dia berharap polisi segera menindaklanjuti laporan korban dan menangkap para pelaku yang terlibat penganiayaan.







&quot;Jadi si anak itu dipanggil, datang ke rumah salah satu pelaku, begitu dia datang sudah ada yang disiksa, dikeroyok gitu, dia (korban) nunggu di ruangan lain, begitu selesai, dia dipanggil sehingga bergiliran, ada beberapa orang. Kami berharap nanti ditemukan tersangkanya,&quot; kata dia.





</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNi82LzE3Mzc3MC81L3g4cG9idDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Sebanyak 12 siswa SMAN 26 Jakarta yang duduk di bangku kelas X diduga menjadi korban bullying oleh para seniornya. Mereka dianiaya oleh seniornya yang duduk di bangku kelas XI dan XII.



Pengacara salah satu korban, William Albert Zai mengatakan, dugaan kasus bullying itu terjadi di rumah salah satu pelaku di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Jumat (1/12/2023) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Salah satu korban dalam kasus ini siswa berinisial AF (16).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,9 Guncang Kepulauan Talaud Sulut



&quot;Terlapornya saudara D dan kawan-kawan yang diduga sebagai pelakunya itu berjumlah 15 orang,&quot; ujarnya pada wartawan, Sabtu (/12/2023).



Menurutnya, orangtua siswa AF, K tak terima dengan peristiwa yang dialaminya itu sehingga kliennya melaporkan dugaan kasus bullying itu ke Polres Metro Jakarta Selatan. Adapun laporan kliennya telah diterima polisi dengan nomor LP/B/3647/XII/2023/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya tertanggal 2 Desember 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Debat Perdana Pilpres 2024, Ganjar-Mahfud Bakal Tegaskan Komitmen Penegakan Supremasi Hukum



Dia menerangkan, korban awalnya dihubungi salah satu seniornya melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp (WA). Pelaku lalu meminta korban untuk datang ke rumahnya.



&quot;Jadi waktu itu sistemnya itu di WA dahulu, eh kamu datang ke rumah saya. Jadi kalau dari informasi dan chating yang kami pelajari, peristiwa ini bukan hanya sekali terjadi, berkali-kali,&quot; tuturnya.



William menambahkan, saat AF tiba di rumah pelaku, sejumlah korban lainnya sudah lebih dahulu dianiaya di sebuah ruangan, sedangkan AF diminta menunggu di ruangan lain. Dia berharap polisi segera menindaklanjuti laporan korban dan menangkap para pelaku yang terlibat penganiayaan.







&quot;Jadi si anak itu dipanggil, datang ke rumah salah satu pelaku, begitu dia datang sudah ada yang disiksa, dikeroyok gitu, dia (korban) nunggu di ruangan lain, begitu selesai, dia dipanggil sehingga bergiliran, ada beberapa orang. Kami berharap nanti ditemukan tersangkanya,&quot; kata dia.





</content:encoded></item></channel></rss>
