<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petani Curhat Mahalnya Peralatan, Mahfud MD Siapkan Solusi   </title><description>Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan keluh kesahnya pada Mahfud MD</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/10/525/2936128/petani-curhat-mahalnya-peralatan-mahfud-md-siapkan-solusi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/10/525/2936128/petani-curhat-mahalnya-peralatan-mahfud-md-siapkan-solusi"/><item><title>Petani Curhat Mahalnya Peralatan, Mahfud MD Siapkan Solusi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/10/525/2936128/petani-curhat-mahalnya-peralatan-mahfud-md-siapkan-solusi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/10/525/2936128/petani-curhat-mahalnya-peralatan-mahfud-md-siapkan-solusi</guid><pubDate>Minggu 10 Desember 2023 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Bangkit Rizki</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/10/525/2936128/petani-curhat-mahalnya-peralatan-mahfud-md-siapkan-solusi-O6PZMfNUfd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD di Jabar. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/10/525/2936128/petani-curhat-mahalnya-peralatan-mahfud-md-siapkan-solusi-O6PZMfNUfd.jpg</image><title>Mahfud MD di Jabar. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOS8xLzE3NDkwMS81L3g4cWR4b2o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG BARAT - Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD menghadiri acara dialog bersama warga di Saung Coet, Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (10/12/2023).

Acara dialog yang dihadiri Cawapres yang diusung PDIP, PPP, Partai Hanura dan Partai Perindo itu diikuti perwakilan pertani, budayawan, seniman, pelaku UMKM hingga kalangan milenial.

Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan keluh kesahnya pada Mahfud MD yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo sebagai Capres di Pilpres 2024. Seperti yang diutaran Ayi Sutisna (61), salah seorang petani di KBB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Senyum Cawapres Perindo Mahfud MD Usai Terima Titipan Bunga untuk Istrinya dari Petani

&quot;Saya hadir di sini menyampaikan keluhan mewakili petani kecil se-KBB. Keluhannya itu mahalnya alat pertanian, langkanya obat-obatan untuk pertanian, dan mahalnya bibit,&quot; ungkap Ayi.

Ia berharap Mahfud dan Ganjar Pranowo bisa memberikan solusi jika nantinya terpilih di Pilpres 2024, segala keluhan petani di KBB dan daerah lainnya bisa terselesaikan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Optimis Galang Suara Pemilih di Jabar, Mahfud MD: Kita Pakai Hati, Bukan Materi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Jadi itu semua yang dirasakan petani kecil di KBB. Kalau bapak (Mahfud MD) dan Pak Ganjar ditakdirkan jadi Presiden dan Wakil Presiden, jangan lupa ke petani KBB,&quot; ujarnya

Petani lainnya, Usep, mengatakan masalah lain yang dialami petani terutama di daerah Cisarua, Parongpong, hingga Lembang yakni tak adanya subisidi pupuk bagi petani sayur dan buah.

&quot;Kalau di Lembang, Parongpong, Cisarua itu masalahnya tidak ada subsidi pupuk untuk sayur dan buah. Adanya itu subsidi pupuk untuk padi, padahal di sini tidak ada pertanian padi. Jadi kami petani sayuran, bunga, dan buah, kurang pupuk subsidi,&quot; kata Usep.Mahfud MD pun menjawab. Dia mengatakan pihaknya sudah mencatat permasalahan yang dikeluhakn untuk kemudian dicari solusinya.



&quot;Soal bibit mahal, alat pertanian mahal, tidak ada pupuk subsidi semua sudah kami catat. Nanti kami petakan lagi permasalahannya biar bisa dicarikan cara cara agar bisa lebih murah. Misalnya bisa dari rantai pasok dan sebagainya,&quot; ujar Mahfud.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOS8xLzE3NDkwMS81L3g4cWR4b2o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG BARAT - Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD menghadiri acara dialog bersama warga di Saung Coet, Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (10/12/2023).

Acara dialog yang dihadiri Cawapres yang diusung PDIP, PPP, Partai Hanura dan Partai Perindo itu diikuti perwakilan pertani, budayawan, seniman, pelaku UMKM hingga kalangan milenial.

Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan keluh kesahnya pada Mahfud MD yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo sebagai Capres di Pilpres 2024. Seperti yang diutaran Ayi Sutisna (61), salah seorang petani di KBB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Senyum Cawapres Perindo Mahfud MD Usai Terima Titipan Bunga untuk Istrinya dari Petani

&quot;Saya hadir di sini menyampaikan keluhan mewakili petani kecil se-KBB. Keluhannya itu mahalnya alat pertanian, langkanya obat-obatan untuk pertanian, dan mahalnya bibit,&quot; ungkap Ayi.

Ia berharap Mahfud dan Ganjar Pranowo bisa memberikan solusi jika nantinya terpilih di Pilpres 2024, segala keluhan petani di KBB dan daerah lainnya bisa terselesaikan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Optimis Galang Suara Pemilih di Jabar, Mahfud MD: Kita Pakai Hati, Bukan Materi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Jadi itu semua yang dirasakan petani kecil di KBB. Kalau bapak (Mahfud MD) dan Pak Ganjar ditakdirkan jadi Presiden dan Wakil Presiden, jangan lupa ke petani KBB,&quot; ujarnya

Petani lainnya, Usep, mengatakan masalah lain yang dialami petani terutama di daerah Cisarua, Parongpong, hingga Lembang yakni tak adanya subisidi pupuk bagi petani sayur dan buah.

&quot;Kalau di Lembang, Parongpong, Cisarua itu masalahnya tidak ada subsidi pupuk untuk sayur dan buah. Adanya itu subsidi pupuk untuk padi, padahal di sini tidak ada pertanian padi. Jadi kami petani sayuran, bunga, dan buah, kurang pupuk subsidi,&quot; kata Usep.Mahfud MD pun menjawab. Dia mengatakan pihaknya sudah mencatat permasalahan yang dikeluhakn untuk kemudian dicari solusinya.



&quot;Soal bibit mahal, alat pertanian mahal, tidak ada pupuk subsidi semua sudah kami catat. Nanti kami petakan lagi permasalahannya biar bisa dicarikan cara cara agar bisa lebih murah. Misalnya bisa dari rantai pasok dan sebagainya,&quot; ujar Mahfud.</content:encoded></item></channel></rss>
