<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> UNHCR Indonesia Sebut Ada 1.500 Pengungsi Rohingya di Aceh   </title><description>United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) melaporkan, total ada sebanyak 1.500 pengungsi Rohingya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/11/337/2936952/unhcr-indonesia-sebut-ada-1-500-pengungsi-rohingya-di-aceh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/11/337/2936952/unhcr-indonesia-sebut-ada-1-500-pengungsi-rohingya-di-aceh"/><item><title> UNHCR Indonesia Sebut Ada 1.500 Pengungsi Rohingya di Aceh   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/11/337/2936952/unhcr-indonesia-sebut-ada-1-500-pengungsi-rohingya-di-aceh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/11/337/2936952/unhcr-indonesia-sebut-ada-1-500-pengungsi-rohingya-di-aceh</guid><pubDate>Senin 11 Desember 2023 19:43 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/11/337/2936952/unhcr-indonesia-sebut-ada-1-500-pengungsi-rohingya-di-aceh-squ6XnQ0jL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya (foto: dok Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/11/337/2936952/unhcr-indonesia-sebut-ada-1-500-pengungsi-rohingya-di-aceh-squ6XnQ0jL.jpg</image><title>Pengungsi Rohingya (foto: dok Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMS8xLzE3NDk2My81L3g4cWZvam8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) melaporkan, total ada sebanyak 1.500 pengungsi Rohingya yang berada di Aceh. Dimana hampir 75% didominasi oleh perempuan dan anak-anak.
&quot;Terkait jumlah pengungsi di Aceh, saat ini ada sekitar 1.500, 75 persen perempuan dan anak-anak dan itu pun hampir 50 persen dari totalnya anak-anak,&quot; kata pejabat informasi publik UNHCR Indonesia, Mitra Salima Suryono kepada MNC Portal, Senin (11/12/2023).
Adapun upaya penanganan terhadap para pengungsi Rohingya yang baru tiba akhir pekan yang lalu, UNHCR, kata Salima terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan pihak pemerintah/ otoritas setempat. Termasuk menentukan tempat penampungan untuk ribuan pengungsi tersebut.

BACA JUGA:
Tampung Sementara Pengungsi Rohingya, Mahfud MD: Kita Diplomasi Kemanusiaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dalam hal penampungan, kami akan mengikuti arahan dari pihak otoritas, terutama dalam hal penentuan tempat mana yang akan diputuskan sebagai penampungan,&quot; ucapnya.
Setelah penentuan tempat penampungan, UNHCR kemudian akan bekerjasama dengan para mitra kami di lapangan (dan tetap dalam koordinasi dengan pihak pemerintah/ otoritas) untuk mencukupi kebutuhan dasar para pengungsi seperti makanan, minuman, air bersih, kebutuhan, pelayanan medis, dan sebagainya.
&quot;Prioritas kami saat ini adalah kesehatan dan keselamatan para pengungsi Rohingya, mengingat banyak diantara mereka adalah perempuan, anak - anak, orang tua yang rentan yang membutuhkan perhatian. Setelah menempuh perjalanan laut yang berbahaya selama berhari-hari, atau bahkan beberapa minggu,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Pemerintah Tampung Sementara Pengungsi Rohingya&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Adapun Indonesia selama bertahun-tahun sejak tahun 1970-an, kata Salima telah menjalankan tradisi kemanusiaan dalam menerima pengungsi. Sehingga dia berharap UNHCR dapat kembali melihat semangat solidaritas tersebut dimasa depan.
&quot;Kami berharap masih dapat melihat semangat solidaritas dan kemanusiaan yang sama kuatnya saat ini dan dimasa mendatang,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMS8xLzE3NDk2My81L3g4cWZvam8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) melaporkan, total ada sebanyak 1.500 pengungsi Rohingya yang berada di Aceh. Dimana hampir 75% didominasi oleh perempuan dan anak-anak.
&quot;Terkait jumlah pengungsi di Aceh, saat ini ada sekitar 1.500, 75 persen perempuan dan anak-anak dan itu pun hampir 50 persen dari totalnya anak-anak,&quot; kata pejabat informasi publik UNHCR Indonesia, Mitra Salima Suryono kepada MNC Portal, Senin (11/12/2023).
Adapun upaya penanganan terhadap para pengungsi Rohingya yang baru tiba akhir pekan yang lalu, UNHCR, kata Salima terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan pihak pemerintah/ otoritas setempat. Termasuk menentukan tempat penampungan untuk ribuan pengungsi tersebut.

BACA JUGA:
Tampung Sementara Pengungsi Rohingya, Mahfud MD: Kita Diplomasi Kemanusiaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dalam hal penampungan, kami akan mengikuti arahan dari pihak otoritas, terutama dalam hal penentuan tempat mana yang akan diputuskan sebagai penampungan,&quot; ucapnya.
Setelah penentuan tempat penampungan, UNHCR kemudian akan bekerjasama dengan para mitra kami di lapangan (dan tetap dalam koordinasi dengan pihak pemerintah/ otoritas) untuk mencukupi kebutuhan dasar para pengungsi seperti makanan, minuman, air bersih, kebutuhan, pelayanan medis, dan sebagainya.
&quot;Prioritas kami saat ini adalah kesehatan dan keselamatan para pengungsi Rohingya, mengingat banyak diantara mereka adalah perempuan, anak - anak, orang tua yang rentan yang membutuhkan perhatian. Setelah menempuh perjalanan laut yang berbahaya selama berhari-hari, atau bahkan beberapa minggu,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Pemerintah Tampung Sementara Pengungsi Rohingya&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Adapun Indonesia selama bertahun-tahun sejak tahun 1970-an, kata Salima telah menjalankan tradisi kemanusiaan dalam menerima pengungsi. Sehingga dia berharap UNHCR dapat kembali melihat semangat solidaritas tersebut dimasa depan.
&quot;Kami berharap masih dapat melihat semangat solidaritas dan kemanusiaan yang sama kuatnya saat ini dan dimasa mendatang,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
