<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepung Benteng Terakhir Hamas di Jabaliya, Israel Tegaskan Tidak Berniat Tinggal Permanen di Gaza</title><description>Gallant mengatakan ratusan anggota Hamas di Gaza telah menyerah atau ditangkap dalam beberapa hari terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937090/kepung-benteng-terakhir-hamas-di-jabaliya-israel-tegaskan-tidak-berniat-tinggal-permanen-di-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937090/kepung-benteng-terakhir-hamas-di-jabaliya-israel-tegaskan-tidak-berniat-tinggal-permanen-di-gaza"/><item><title>Kepung Benteng Terakhir Hamas di Jabaliya, Israel Tegaskan Tidak Berniat Tinggal Permanen di Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937090/kepung-benteng-terakhir-hamas-di-jabaliya-israel-tegaskan-tidak-berniat-tinggal-permanen-di-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937090/kepung-benteng-terakhir-hamas-di-jabaliya-israel-tegaskan-tidak-berniat-tinggal-permanen-di-gaza</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/12/18/2937090/kepung-benteng-terakhir-hamas-di-jabaliya-israel-tegaskan-tidak-berniat-tinggal-permanen-di-gaza-XkrT0Mxrb9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhan Israel tegaskan Israel tak berniat tinggal permanen di Gaza (Foto: Anadolu Agency)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/12/18/2937090/kepung-benteng-terakhir-hamas-di-jabaliya-israel-tegaskan-tidak-berniat-tinggal-permanen-di-gaza-XkrT0Mxrb9.jpg</image><title>Menhan Israel tegaskan Israel tak berniat tinggal permanen di Gaza (Foto: Anadolu Agency)</title></images><description>GAZA - Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa Israel tidak berniat untuk tinggal secara permanen di Jalur Gaza dan terbuka untuk mendiskusikan alternatif mengenai siapa yang akan menguasai wilayah tersebut, selama mereka bukan kelompok yang memusuhi Israel.

Gallant mengatakan ratusan anggota Hamas di Gaza telah menyerah atau ditangkap dalam beberapa hari terakhir, termasuk orang-orang yang berpartisipasi dalam serangan 7 Oktober lalu.


BACA JUGA:
Susah Cari Produk Sanitasi, Wanita Gaza Gunakan Popok Atau Potongan Kain saat Menstruasi

&amp;ldquo;Kami telah mengepung benteng terakhir Hamas di Jabaliya dan Shejaiya, batalion yang dianggap tak terkalahkan, yang telah bersiap selama bertahun-tahun untuk melawan kami, berada di ambang kehancuran,&amp;rdquo; terangnya, dikutip Times of Israel.

BACA JUGA:
Bicara dengan Hamas dan Faksi Palestina, Rusia Tuntut Pembebasan Sandera dari Gaza

&amp;ldquo;Mereka yang menyerah akan diperlakukan berbeda, dan mereka yang tidak menyerah akan diperlakukan berbeda,&amp;rdquo; tambahnya.
Seperti diketaui, Israel terus meningkatkan serangan di Gaza. Daniel Hagari, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), telah memberikan informasi terkini mengenai operasinya di Gaza, mengatakan militernya telah &quot;meningkatkan&quot; serangan terhadap basis Hamas di Jalur Gaza.

Dia mengatakan IDF akan fokus mencari markas Hamas di Khan Younis, dan akan terus menerapkan tekanan militer sampai mereka menghancurkan infrastruktur Hamas di kota tersebut.
Militer Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi di bagian tengah Khan Younis di selatan Gaza, mendesak warga sipil untuk pindah lebih dekat ke perbatasan Mesir.



Hagari mengatakan lebih dari 500 anggota Hamas dan kelompok Jihad Islam telah ditangkap di seluruh Jalur Gaza dalam sebulan terakhir, 140 di antaranya ditangkap setelah gencatan senjata selama tujuh hari berakhir.

Sebelumnya, pasukan Israel dan Hamas terlibat dalam pertempuran hebat pada Senin (11/12/2023) di Khan Younis dan sekitarnya di bagian selatan Jalur Gaza. Sementara itu pertempuran terus berlangsung di Kota Gaza di bagian utara jalur itu.

</description><content:encoded>GAZA - Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa Israel tidak berniat untuk tinggal secara permanen di Jalur Gaza dan terbuka untuk mendiskusikan alternatif mengenai siapa yang akan menguasai wilayah tersebut, selama mereka bukan kelompok yang memusuhi Israel.

Gallant mengatakan ratusan anggota Hamas di Gaza telah menyerah atau ditangkap dalam beberapa hari terakhir, termasuk orang-orang yang berpartisipasi dalam serangan 7 Oktober lalu.


BACA JUGA:
Susah Cari Produk Sanitasi, Wanita Gaza Gunakan Popok Atau Potongan Kain saat Menstruasi

&amp;ldquo;Kami telah mengepung benteng terakhir Hamas di Jabaliya dan Shejaiya, batalion yang dianggap tak terkalahkan, yang telah bersiap selama bertahun-tahun untuk melawan kami, berada di ambang kehancuran,&amp;rdquo; terangnya, dikutip Times of Israel.

BACA JUGA:
Bicara dengan Hamas dan Faksi Palestina, Rusia Tuntut Pembebasan Sandera dari Gaza

&amp;ldquo;Mereka yang menyerah akan diperlakukan berbeda, dan mereka yang tidak menyerah akan diperlakukan berbeda,&amp;rdquo; tambahnya.
Seperti diketaui, Israel terus meningkatkan serangan di Gaza. Daniel Hagari, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), telah memberikan informasi terkini mengenai operasinya di Gaza, mengatakan militernya telah &quot;meningkatkan&quot; serangan terhadap basis Hamas di Jalur Gaza.

Dia mengatakan IDF akan fokus mencari markas Hamas di Khan Younis, dan akan terus menerapkan tekanan militer sampai mereka menghancurkan infrastruktur Hamas di kota tersebut.
Militer Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi di bagian tengah Khan Younis di selatan Gaza, mendesak warga sipil untuk pindah lebih dekat ke perbatasan Mesir.



Hagari mengatakan lebih dari 500 anggota Hamas dan kelompok Jihad Islam telah ditangkap di seluruh Jalur Gaza dalam sebulan terakhir, 140 di antaranya ditangkap setelah gencatan senjata selama tujuh hari berakhir.

Sebelumnya, pasukan Israel dan Hamas terlibat dalam pertempuran hebat pada Senin (11/12/2023) di Khan Younis dan sekitarnya di bagian selatan Jalur Gaza. Sementara itu pertempuran terus berlangsung di Kota Gaza di bagian utara jalur itu.

</content:encoded></item></channel></rss>
