<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Pengungsi Rohingya Ditolak di Aceh?</title><description>Ini alasan warga Aceh tolak pengungsi Rohingya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937396/mengapa-pengungsi-rohingya-ditolak-di-aceh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937396/mengapa-pengungsi-rohingya-ditolak-di-aceh"/><item><title>Mengapa Pengungsi Rohingya Ditolak di Aceh?</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937396/mengapa-pengungsi-rohingya-ditolak-di-aceh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937396/mengapa-pengungsi-rohingya-ditolak-di-aceh</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Ludwina Andhara Herawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/12/18/2937396/mengapa-pengungsi-rohingya-ditolak-di-aceh-RqCLhLPvPy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/12/18/2937396/mengapa-pengungsi-rohingya-ditolak-di-aceh-RqCLhLPvPy.jpeg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMS8xLzE3NDk2My81L3g4cWZvam8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sejak November, lebih dari 1.500 pengungsi Rohingya telah tiba di Aceh, yang memicu kemarahan penduduk setempat. Beberapa pekan lalu, lebih dari 300 pengungsi Rohingya tiba di pesisir pantai Aceh, setelah terombang-ambing melintasi laut dari Bangladesh selama berminggu-minggu.

BACA JUGA:
Kemlu RI: Ada 2 Tindak Pidana dalam Persoalan Masuknya Pengungsi Rohingya di Aceh

Mengutip Al Jazeera, meskipun masyarakat Aceh menerima pengungsi, ketegangan semakin meningkat seiring dengan adanya peningkatan pendatang.
Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) di Aceh, Azharul Husna, mengatakan di wilayah tersebut sudah kedatangan 30 perahu pada 2009 dan 2023. Frekuensinya meningkat sejak adanya kudeta militer Myanmar pada Februari 2021.
Bulan November hingga Februari biasanya menjadi puncak kedatangan pengungsi. Hal ini dikarenakan banyak pengungsi mencoba melarikan diri selama musim hujan ketika angin bertiup lebih cepat, sehingga membawa perahu melintasi Laut Andaman lebih cepat.
Perlakuan masyarakat Aceh ini sangat berbeda dengan tindakan baik dan ramahnya terhadap Rohingya, ketika tiba di Aceh pada 2015 dan 2020. Menurut hukum adat laut Aceh, nelayan wajib membantu siapapun yang mengalami kesulitan di lautan.

BACA JUGA:
Ribuan Pengungsi Rohingya Berdatangan ke Indonesia, Ternyata Ini Akar Masalahnya

Mengutip Reliefweb, permusuhan baru-baru ini terhadap Rohingya diberitakan secara luas mengenai ketidakpuasan, yang memperkuat stigma negatif terhadap para pengungsi.
Tidak hanya itu, masyarakat mengungkapkan kemuakan mereka dengan lonjakan jumlah perahu yang membawa Rohingya ke Indonesia.

Selain dianggap tidak tahu terima kasih, mereka menganggap kedatangan pengungsi membawa pengaruh buruk. Beberapa dari pengungsi ada yang melarikan diri, berhubungan seks di luar nikah, hingga menggunakan narkoba.
Para pengunjuk rasa di Sabang, Aceh, membongkar tenda penampungan sementara pengungsi Rohingya, dan mengancam mendorong perahu mereka kembali ke laut.

BACA JUGA:
Benarkah Pengungsi Rohingya Pernah Minta Sejumlah Tanah di Indonesia?

Presiden Joko Widodo menanggapi terjadinya peningkatan pengungsi yang masuk ke wilayah Indonesia. Bantuan kemanusiaan akan diberikan, tentu dengan mengutamakan kepentingan masyarakat lokal.
Mengutip sumber lain, Presiden Jokowi menilai, fenomena pertambahan pengungsi Rohingya ke Indonesia diduga adanya keterlibatan jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Maka dari itu, ia menekankan pemerintah akan terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan beberapa pihak internasional.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMS8xLzE3NDk2My81L3g4cWZvam8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sejak November, lebih dari 1.500 pengungsi Rohingya telah tiba di Aceh, yang memicu kemarahan penduduk setempat. Beberapa pekan lalu, lebih dari 300 pengungsi Rohingya tiba di pesisir pantai Aceh, setelah terombang-ambing melintasi laut dari Bangladesh selama berminggu-minggu.

BACA JUGA:
Kemlu RI: Ada 2 Tindak Pidana dalam Persoalan Masuknya Pengungsi Rohingya di Aceh

Mengutip Al Jazeera, meskipun masyarakat Aceh menerima pengungsi, ketegangan semakin meningkat seiring dengan adanya peningkatan pendatang.
Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) di Aceh, Azharul Husna, mengatakan di wilayah tersebut sudah kedatangan 30 perahu pada 2009 dan 2023. Frekuensinya meningkat sejak adanya kudeta militer Myanmar pada Februari 2021.
Bulan November hingga Februari biasanya menjadi puncak kedatangan pengungsi. Hal ini dikarenakan banyak pengungsi mencoba melarikan diri selama musim hujan ketika angin bertiup lebih cepat, sehingga membawa perahu melintasi Laut Andaman lebih cepat.
Perlakuan masyarakat Aceh ini sangat berbeda dengan tindakan baik dan ramahnya terhadap Rohingya, ketika tiba di Aceh pada 2015 dan 2020. Menurut hukum adat laut Aceh, nelayan wajib membantu siapapun yang mengalami kesulitan di lautan.

BACA JUGA:
Ribuan Pengungsi Rohingya Berdatangan ke Indonesia, Ternyata Ini Akar Masalahnya

Mengutip Reliefweb, permusuhan baru-baru ini terhadap Rohingya diberitakan secara luas mengenai ketidakpuasan, yang memperkuat stigma negatif terhadap para pengungsi.
Tidak hanya itu, masyarakat mengungkapkan kemuakan mereka dengan lonjakan jumlah perahu yang membawa Rohingya ke Indonesia.

Selain dianggap tidak tahu terima kasih, mereka menganggap kedatangan pengungsi membawa pengaruh buruk. Beberapa dari pengungsi ada yang melarikan diri, berhubungan seks di luar nikah, hingga menggunakan narkoba.
Para pengunjuk rasa di Sabang, Aceh, membongkar tenda penampungan sementara pengungsi Rohingya, dan mengancam mendorong perahu mereka kembali ke laut.

BACA JUGA:
Benarkah Pengungsi Rohingya Pernah Minta Sejumlah Tanah di Indonesia?

Presiden Joko Widodo menanggapi terjadinya peningkatan pengungsi yang masuk ke wilayah Indonesia. Bantuan kemanusiaan akan diberikan, tentu dengan mengutamakan kepentingan masyarakat lokal.
Mengutip sumber lain, Presiden Jokowi menilai, fenomena pertambahan pengungsi Rohingya ke Indonesia diduga adanya keterlibatan jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Maka dari itu, ia menekankan pemerintah akan terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan beberapa pihak internasional.</content:encoded></item></channel></rss>
