<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>23 Tentara Tewas dalam Serangan di Pangkalan Militer Pakistan</title><description>Kelompok terkait Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937632/23-tentara-tewas-dalam-serangan-di-pangkalan-militer-pakistan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937632/23-tentara-tewas-dalam-serangan-di-pangkalan-militer-pakistan"/><item><title>23 Tentara Tewas dalam Serangan di Pangkalan Militer Pakistan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937632/23-tentara-tewas-dalam-serangan-di-pangkalan-militer-pakistan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/12/18/2937632/23-tentara-tewas-dalam-serangan-di-pangkalan-militer-pakistan</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 19:43 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/12/18/2937632/23-tentara-tewas-dalam-serangan-di-pangkalan-militer-pakistan-g9EJmlmwS4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/12/18/2937632/23-tentara-tewas-dalam-serangan-di-pangkalan-militer-pakistan-g9EJmlmwS4.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>ISLAMABAD &amp;ndash; Setidaknya 23 tentara tewas dan puluhan lainnya luka-luka di Pakistan setelah militan menyerang kompleks polisi. Serangan itu terjadi Selasa, (12/12/2023) dini hari ketika sebuah kendaraan berisi bahan peledak menabrak gedung di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dekat perbatasan Afghanistan.

BACA JUGA:
Gadis Pakistan Dibunuh Ayahnya Sendiri Setelah Fotonya Berdekatan dengan Laki-Laki Viral

Sebuah kelompok militan yang berafiliasi dengan Taliban Pakistan telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kompleks itu digunakan sebagai markas tentara Pakistan.
Menjelang kendaraan tersebut ditabrak, beberapa militan berusaha memasuki kompleks di distrik Dera Ismail Khan namun gagal, kata militer dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir BBC.
Kelompok tersebut kemudian menggunakan truk bermuatan bahan peledak untuk menabrak tembok pembatas kompleks tersebut, yang disusul dengan serangan bom bunuh diri yang menyebabkan bangunan tersebut runtuh, tambah pernyataan itu.
Ada kekhawatiran amunisi yang disimpan di dalam kompleks di distrik Dera Ismail Khan juga meledak. Seorang pejabat mengatakan banyak orang terbunuh saat mereka sedang tidur.
Enam penyerang tewas, kata militer. Ditambahkannya, total 27 militan tewas setelah operasi militer di wilayah tersebut semalam.

BACA JUGA:
Serangan Bom Bunuh Diri  Tewaskan 59 Orang, Menteri Pakistan Salahkan India

Perdana Menteri sementara Pakistan Anwaar ul-Haq Kakar dan Menteri Dalam Negeri sementara Sarfraz Bugti mengutuk serangan itu.
Tahreek-e-Jihad Pakistan (TJP), yang muncul awal tahun ini, mengatakan anggotanya melakukan serangan pada hari Selasa.Serangan yang dilakukan kelompok militan di Pakistan meningkat, khususnya di wilayah perbatasan dengan Afghanistan, setelah kelompok militan Islam garis keras Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) menarik diri dari gencatan senjata tahun lalu.
Para ahli mengatakan TTP diperkuat oleh Taliban Afghanistan, setelah kelompok itu kembali berkuasa di negara tetangga Afghanistan pada 2021.
Islamabad mengklaim bahwa pemberontak beroperasi dari daerah-daerah di seberang perbatasan. Taliban di Afghanistan berulang kali membantahnya.
TTP, atau kelompok Taliban Pakistan, telah memerangi angkatan bersenjata dan polisi negara itu selama bertahun-tahun. Kelompok ini mempunyai ideologi garis keras yang sama dengan Taliban Afghanistan, namun terpisah dari kelompok tersebut.
Kelompok ini ingin menerapkan penafsiran hukum syariah di wilayah barat laut Pakistan.
Setidaknya 100 orang tewas dalam ledakan bom di sebuah masjid di kota Peshawar pada bulan Januari. Pada saat itu, TTP membantah pihaknya melakukan serangan tersebut, dan malah menyalahkan komandan faksi yang memisahkan diri.

</description><content:encoded>ISLAMABAD &amp;ndash; Setidaknya 23 tentara tewas dan puluhan lainnya luka-luka di Pakistan setelah militan menyerang kompleks polisi. Serangan itu terjadi Selasa, (12/12/2023) dini hari ketika sebuah kendaraan berisi bahan peledak menabrak gedung di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dekat perbatasan Afghanistan.

BACA JUGA:
Gadis Pakistan Dibunuh Ayahnya Sendiri Setelah Fotonya Berdekatan dengan Laki-Laki Viral

Sebuah kelompok militan yang berafiliasi dengan Taliban Pakistan telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kompleks itu digunakan sebagai markas tentara Pakistan.
Menjelang kendaraan tersebut ditabrak, beberapa militan berusaha memasuki kompleks di distrik Dera Ismail Khan namun gagal, kata militer dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir BBC.
Kelompok tersebut kemudian menggunakan truk bermuatan bahan peledak untuk menabrak tembok pembatas kompleks tersebut, yang disusul dengan serangan bom bunuh diri yang menyebabkan bangunan tersebut runtuh, tambah pernyataan itu.
Ada kekhawatiran amunisi yang disimpan di dalam kompleks di distrik Dera Ismail Khan juga meledak. Seorang pejabat mengatakan banyak orang terbunuh saat mereka sedang tidur.
Enam penyerang tewas, kata militer. Ditambahkannya, total 27 militan tewas setelah operasi militer di wilayah tersebut semalam.

BACA JUGA:
Serangan Bom Bunuh Diri  Tewaskan 59 Orang, Menteri Pakistan Salahkan India

Perdana Menteri sementara Pakistan Anwaar ul-Haq Kakar dan Menteri Dalam Negeri sementara Sarfraz Bugti mengutuk serangan itu.
Tahreek-e-Jihad Pakistan (TJP), yang muncul awal tahun ini, mengatakan anggotanya melakukan serangan pada hari Selasa.Serangan yang dilakukan kelompok militan di Pakistan meningkat, khususnya di wilayah perbatasan dengan Afghanistan, setelah kelompok militan Islam garis keras Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) menarik diri dari gencatan senjata tahun lalu.
Para ahli mengatakan TTP diperkuat oleh Taliban Afghanistan, setelah kelompok itu kembali berkuasa di negara tetangga Afghanistan pada 2021.
Islamabad mengklaim bahwa pemberontak beroperasi dari daerah-daerah di seberang perbatasan. Taliban di Afghanistan berulang kali membantahnya.
TTP, atau kelompok Taliban Pakistan, telah memerangi angkatan bersenjata dan polisi negara itu selama bertahun-tahun. Kelompok ini mempunyai ideologi garis keras yang sama dengan Taliban Afghanistan, namun terpisah dari kelompok tersebut.
Kelompok ini ingin menerapkan penafsiran hukum syariah di wilayah barat laut Pakistan.
Setidaknya 100 orang tewas dalam ledakan bom di sebuah masjid di kota Peshawar pada bulan Januari. Pada saat itu, TTP membantah pihaknya melakukan serangan tersebut, dan malah menyalahkan komandan faksi yang memisahkan diri.

</content:encoded></item></channel></rss>
