<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Syarat Mengerikan Ambil 8 Batang Emas dari Kota Saranjana yang Misterius</title><description>Kebenaran keberadaan Kota Saranjana yang diyakini modern dan canggih itu masih misterius.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/12/337/2937209/syarat-mengerikan-ambil-8-batang-emas-dari-kota-saranjana-yang-misterius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/12/337/2937209/syarat-mengerikan-ambil-8-batang-emas-dari-kota-saranjana-yang-misterius"/><item><title>Syarat Mengerikan Ambil 8 Batang Emas dari Kota Saranjana yang Misterius</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/12/337/2937209/syarat-mengerikan-ambil-8-batang-emas-dari-kota-saranjana-yang-misterius</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/12/337/2937209/syarat-mengerikan-ambil-8-batang-emas-dari-kota-saranjana-yang-misterius</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/12/337/2937209/syarat-mengerikan-ambil-8-batang-emas-dari-kota-saranjana-yang-misterius-noLh7HQRJK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/12/337/2937209/syarat-mengerikan-ambil-8-batang-emas-dari-kota-saranjana-yang-misterius-noLh7HQRJK.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS82LzE2ODU5MS81L3g4bXg1bDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kota Saranjana ramai diperbincangkan wargganet. Meskipun, kebenaran keberadaan kota yang diyakini modern dan canggih itu masih misterius. Namun sejumlah cerita beredar luas di dunia maya.

Keberadaan kota yang disebut terletak di Desa Oka-Oka, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dipercayai memiliki peradaban sangat maju.

Melansir Burhan Nahrub Channel, Haji Mansur, salah seorang tokoh masyarakat di Desa Oka-Oka, membagikan pengalamannya bersama keempat temannya yang hendak berusaha mengambil emas batangan di Gunung Saranjana pada 2018.

BACA JUGA:


Kenapa Kota Saranjana Lenyap dari Peta Indonesia?&amp;nbsp;
Konon, emas batangan itu berjumlah sebanyak delapan buah yang telah berada di dalam sumur sejak 30 tahun silam.

Menurut juru kunci alias kuncen wilayah itu yang disebutkan seorang Ibu Haji bersuamikan penduduk Saranjana, emas tersebut milik sebuah keluarga yang menitipkannya di Kota Saranjana. Pencarian emas itupun dimulai dengan mencari sumur yang disebut sebagai lokasi tersimpannya emas.

Adpun ciri-ciri keberadaan emas ditandai dengan adanya seutas tali biru di dalam sumur. Sebanyak tiga sumur yang telah digali, pada saat menggali sumur keempat dengan kedalaman 1,5 meter terlihatlah tali berwarna biru.

&amp;ldquo;Pas kejadian itu ketika kami lihat tali biru, kebetulan teman kita yang satu dirasuki atau kerasukan orang Saranjana,&quot; ujar Haji Mansur.

Saat temannya kerasukan penghuni Saranjana itu membenarkan bahwa emas tersebut berada di dalam sumur namun tidak bisa diambil karena keesokan harinya hari kemerdekaan (17 Agustus). Setelah itu, Haji Mansur dan teman-temannya kembali ke desa dan meminta solusi kepada juru kunci.

&quot;Kata Bu Haji coba nanti hari Rabu ke sana lagi. Kan permintaan mereka di atas itu (penghuni Saranjana) kan hari Rabu,&quot; lanjut Haji Mansur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cerita Menegangkan Haji Mansur Diamuk Orang Saranjana saat Nekat Ambil Emas Batangan&amp;nbsp;

Tepat pada hari Rabu, Haji Mansur lantas kembali melanjutkan pencarian ke Gunung Saranjana dengan membawa barang-barang yang telah disebutkan sebagai syarat untuk mengambil emas. Barang-barang itu di antaranya ialah telur, daun sirih, rokok, kopi dan kemenyan.

Tak lama membakar kemenyan, seorang temannya kembali kerasukan orang Saranjana. Orang Saranjana melalui tubuh temannya itu lantas berbicara mempertanyakan tujuan kedatangan mereka dan siapa yang menyuruhnya.&quot;Saya disuruh Bu Haji, tapi dia tidak menyuruh untuk mengambil emas yang ada ini. Tapi disuruh ke sana dulu siapa tau orang di sana memberikan. Masalah dikasih atau tidak tergantung mereka di atas (penghuni Saranjana),&quot; kata Haji Mansur.



Haji Mansur lalu melakukan penggalian di sumur tersebut untuk mencari emas batangan yang dimaksud.

Namun upaya itu dicegah bahkan sempat akan dipukul oleh penghuni Saranjana yang ngotot tidak memberikan izin.



Penghuni Saranjana lalu menjelaskan jika Haji Mansur ingin melanjutkan penggalian agar dapat mengambil emas itu maka harus memenuhi ber

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS82LzE2ODU5MS81L3g4bXg1bDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kota Saranjana ramai diperbincangkan wargganet. Meskipun, kebenaran keberadaan kota yang diyakini modern dan canggih itu masih misterius. Namun sejumlah cerita beredar luas di dunia maya.

Keberadaan kota yang disebut terletak di Desa Oka-Oka, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dipercayai memiliki peradaban sangat maju.

Melansir Burhan Nahrub Channel, Haji Mansur, salah seorang tokoh masyarakat di Desa Oka-Oka, membagikan pengalamannya bersama keempat temannya yang hendak berusaha mengambil emas batangan di Gunung Saranjana pada 2018.

BACA JUGA:


Kenapa Kota Saranjana Lenyap dari Peta Indonesia?&amp;nbsp;
Konon, emas batangan itu berjumlah sebanyak delapan buah yang telah berada di dalam sumur sejak 30 tahun silam.

Menurut juru kunci alias kuncen wilayah itu yang disebutkan seorang Ibu Haji bersuamikan penduduk Saranjana, emas tersebut milik sebuah keluarga yang menitipkannya di Kota Saranjana. Pencarian emas itupun dimulai dengan mencari sumur yang disebut sebagai lokasi tersimpannya emas.

Adpun ciri-ciri keberadaan emas ditandai dengan adanya seutas tali biru di dalam sumur. Sebanyak tiga sumur yang telah digali, pada saat menggali sumur keempat dengan kedalaman 1,5 meter terlihatlah tali berwarna biru.

&amp;ldquo;Pas kejadian itu ketika kami lihat tali biru, kebetulan teman kita yang satu dirasuki atau kerasukan orang Saranjana,&quot; ujar Haji Mansur.

Saat temannya kerasukan penghuni Saranjana itu membenarkan bahwa emas tersebut berada di dalam sumur namun tidak bisa diambil karena keesokan harinya hari kemerdekaan (17 Agustus). Setelah itu, Haji Mansur dan teman-temannya kembali ke desa dan meminta solusi kepada juru kunci.

&quot;Kata Bu Haji coba nanti hari Rabu ke sana lagi. Kan permintaan mereka di atas itu (penghuni Saranjana) kan hari Rabu,&quot; lanjut Haji Mansur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cerita Menegangkan Haji Mansur Diamuk Orang Saranjana saat Nekat Ambil Emas Batangan&amp;nbsp;

Tepat pada hari Rabu, Haji Mansur lantas kembali melanjutkan pencarian ke Gunung Saranjana dengan membawa barang-barang yang telah disebutkan sebagai syarat untuk mengambil emas. Barang-barang itu di antaranya ialah telur, daun sirih, rokok, kopi dan kemenyan.

Tak lama membakar kemenyan, seorang temannya kembali kerasukan orang Saranjana. Orang Saranjana melalui tubuh temannya itu lantas berbicara mempertanyakan tujuan kedatangan mereka dan siapa yang menyuruhnya.&quot;Saya disuruh Bu Haji, tapi dia tidak menyuruh untuk mengambil emas yang ada ini. Tapi disuruh ke sana dulu siapa tau orang di sana memberikan. Masalah dikasih atau tidak tergantung mereka di atas (penghuni Saranjana),&quot; kata Haji Mansur.



Haji Mansur lalu melakukan penggalian di sumur tersebut untuk mencari emas batangan yang dimaksud.

Namun upaya itu dicegah bahkan sempat akan dipukul oleh penghuni Saranjana yang ngotot tidak memberikan izin.



Penghuni Saranjana lalu menjelaskan jika Haji Mansur ingin melanjutkan penggalian agar dapat mengambil emas itu maka harus memenuhi ber

</content:encoded></item></channel></rss>
