<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Sosok Yum Soemarsono, Bapak Pilot Bertangan Satu Kepercayaan Soekarno</title><description>Mari mengenal sosok Yum Soemarsono, bapak pilot bertangan satu kepercayaan dari Presiden Soekarno.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/12/337/2937414/mengenal-sosok-yum-soemarsono-bapak-pilot-bertangan-satu-kepercayaan-soekarno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/12/337/2937414/mengenal-sosok-yum-soemarsono-bapak-pilot-bertangan-satu-kepercayaan-soekarno"/><item><title>Mengenal Sosok Yum Soemarsono, Bapak Pilot Bertangan Satu Kepercayaan Soekarno</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/12/337/2937414/mengenal-sosok-yum-soemarsono-bapak-pilot-bertangan-satu-kepercayaan-soekarno</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/12/337/2937414/mengenal-sosok-yum-soemarsono-bapak-pilot-bertangan-satu-kepercayaan-soekarno</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Cita Najma Zenitha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/12/337/2937414/mengenal-sosok-yum-soemarsono-bapak-pilot-bertangan-satu-kepercayaan-soekarno-mdu1kU13HE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi untuk sosok Yum Soemarsono, bapak pilot bertangan satu (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/12/337/2937414/mengenal-sosok-yum-soemarsono-bapak-pilot-bertangan-satu-kepercayaan-soekarno-mdu1kU13HE.jpg</image><title>Ilustrasi untuk sosok Yum Soemarsono, bapak pilot bertangan satu (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mari mengenal sosok Yum Soemarsono, bapak pilot bertangan satu kepercayaan Soekarno yang memiliki kisah hidup sangat menarik. Namanya tentu sudah tidak asing terdengar di dunia penerbangan di Indonesia.

BACA JUGA:


Mengulik Peran Penting Soekarno untuk Kemerdekaan Aljazair&amp;nbsp;
Berdasarkan berbagai sumber, Selasa (12/12/2023), Yum Soemarsono lahir pada tanggal 10 Desember 1916 di Desa Soko, Purworejo. Minatnya dalam dunia penerbangan Tanah Air sudah terlihat sejak kecil lantaran sering melihat pesawat terbang yang melintas di atas Kota Magelang.
Pada tahun 1930-an, Yum Soemarsono mulai tertarik dengan teknologi pesawat sayap putar atau helikopter. Dia mengembangkan minatnya dalam desain helikopter secara mandiri.
Karena kepiawaiannya dalam bidang teknolog penerbangan, Yum Soemarsono ditawari untuk bergabung dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda. Prototype helikopter baru bernama YSH (Yum Suharto Hatmodjo) ia kembangkan bersama rekannya.
Untuk memperdalam kemampuannya, Yum pergi ke Amerika Serikat (AS) demi mengikuti sekolah formal menjadi pilot helikopter di Stanford University jurusan Helikopter Design course pada tahun 1950.
Kemampuan dan dedikasi Yum tidak luput dari perhatian Presiden Soekarno. Pada tahun 1963, ia terpilih menjadi pilot helikopter kepresidenan yang bertugas melayani Presiden Soekarno. Yum juga berkenalan dengan sosok Ahmad Yani yang menjadi motivator bagi dirinya.
Yum kemudian ditempatkan di Pindad untuk merancang helikopter buatannya yang diberi nama &quot;Kepik&quot;. Selama proses perancangan, Yum mendapat bantuan dari beberapa individu berbakat seperti Senduk, Achmad, dan Tosin.
Nasib nahas dialaminya saat melakukan penerbangan pesawat &amp;ldquo;Kepik&amp;rdquo;, Yum harus mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Kecelakaan fatal ini menyebabkan Yum Soemarsono  kehilangan satu tangannya.

Meskipun mengalami cedera yang serius, Yum tidak menyerah. Ia menciptakan alat pengendali khusus bernama &quot;Throttle Collective Device&quot; untuk menghidupkan kembali helikopter yang ia terbangkan.
Alat ciptaannya ini memungkinkan Yum mengendalikan helikopter dengan satu tangan. Bapak helikopter ini bahkan pernah terbang dengan dengan helikopter Hiller setelah peristiwa Gestapu pada tahun 1964.
Setelah kehilangan satu tangannya, Yum Soemarso beralih menjadi pilot penyemprot hama tebu dan kelapa di lahan milik negara. Pengalaman hidupnya yang luar biasa menjadikannya sebagai tokoh yang dihormati.
Demikian sosok Yum Soemarsono, bapak pilot betangan satu kepercayaan Soekarno. Terimakasih.</description><content:encoded>JAKARTA - Mari mengenal sosok Yum Soemarsono, bapak pilot bertangan satu kepercayaan Soekarno yang memiliki kisah hidup sangat menarik. Namanya tentu sudah tidak asing terdengar di dunia penerbangan di Indonesia.

BACA JUGA:


Mengulik Peran Penting Soekarno untuk Kemerdekaan Aljazair&amp;nbsp;
Berdasarkan berbagai sumber, Selasa (12/12/2023), Yum Soemarsono lahir pada tanggal 10 Desember 1916 di Desa Soko, Purworejo. Minatnya dalam dunia penerbangan Tanah Air sudah terlihat sejak kecil lantaran sering melihat pesawat terbang yang melintas di atas Kota Magelang.
Pada tahun 1930-an, Yum Soemarsono mulai tertarik dengan teknologi pesawat sayap putar atau helikopter. Dia mengembangkan minatnya dalam desain helikopter secara mandiri.
Karena kepiawaiannya dalam bidang teknolog penerbangan, Yum Soemarsono ditawari untuk bergabung dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda. Prototype helikopter baru bernama YSH (Yum Suharto Hatmodjo) ia kembangkan bersama rekannya.
Untuk memperdalam kemampuannya, Yum pergi ke Amerika Serikat (AS) demi mengikuti sekolah formal menjadi pilot helikopter di Stanford University jurusan Helikopter Design course pada tahun 1950.
Kemampuan dan dedikasi Yum tidak luput dari perhatian Presiden Soekarno. Pada tahun 1963, ia terpilih menjadi pilot helikopter kepresidenan yang bertugas melayani Presiden Soekarno. Yum juga berkenalan dengan sosok Ahmad Yani yang menjadi motivator bagi dirinya.
Yum kemudian ditempatkan di Pindad untuk merancang helikopter buatannya yang diberi nama &quot;Kepik&quot;. Selama proses perancangan, Yum mendapat bantuan dari beberapa individu berbakat seperti Senduk, Achmad, dan Tosin.
Nasib nahas dialaminya saat melakukan penerbangan pesawat &amp;ldquo;Kepik&amp;rdquo;, Yum harus mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Kecelakaan fatal ini menyebabkan Yum Soemarsono  kehilangan satu tangannya.

Meskipun mengalami cedera yang serius, Yum tidak menyerah. Ia menciptakan alat pengendali khusus bernama &quot;Throttle Collective Device&quot; untuk menghidupkan kembali helikopter yang ia terbangkan.
Alat ciptaannya ini memungkinkan Yum mengendalikan helikopter dengan satu tangan. Bapak helikopter ini bahkan pernah terbang dengan dengan helikopter Hiller setelah peristiwa Gestapu pada tahun 1964.
Setelah kehilangan satu tangannya, Yum Soemarso beralih menjadi pilot penyemprot hama tebu dan kelapa di lahan milik negara. Pengalaman hidupnya yang luar biasa menjadikannya sebagai tokoh yang dihormati.
Demikian sosok Yum Soemarsono, bapak pilot betangan satu kepercayaan Soekarno. Terimakasih.</content:encoded></item></channel></rss>
