<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Kesiapan Destinasi Wisata Hadapi Gelombang Wisatawan saat Libur Nataru</title><description>Musim&amp;nbsp;libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sudah di depan mata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/13/59/2937844/menakar-kesiapan-destinasi-wisata-hadapi-gelombang-wisatawan-saat-libur-nataru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/13/59/2937844/menakar-kesiapan-destinasi-wisata-hadapi-gelombang-wisatawan-saat-libur-nataru"/><item><title>Menakar Kesiapan Destinasi Wisata Hadapi Gelombang Wisatawan saat Libur Nataru</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/13/59/2937844/menakar-kesiapan-destinasi-wisata-hadapi-gelombang-wisatawan-saat-libur-nataru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/13/59/2937844/menakar-kesiapan-destinasi-wisata-hadapi-gelombang-wisatawan-saat-libur-nataru</guid><pubDate>Rabu 13 Desember 2023 07:29 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/13/59/2937844/menakar-kesiapan-destinasi-wisata-hadapi-gelombang-wisatawan-saat-libur-nataru-PEVfKsphVd.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wisatawan padati objek wisata Taman Margasatwa Ragunan di musim liburan (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/13/59/2937844/menakar-kesiapan-destinasi-wisata-hadapi-gelombang-wisatawan-saat-libur-nataru-PEVfKsphVd.JPG</image><title>Wisatawan padati objek wisata Taman Margasatwa Ragunan di musim liburan (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNy8xLzE3NDc5NC81L3g4cWJmdTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MUSIM libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sudah di depan mata. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memprediksi pergerakan masyarakat selama musim libur Nataru 2023/2024 bisa mencapai 200 hingga 250 juta orang.
Kementerian yang dipimpin Sandiaga Salahuddin Uno itu memperkirakan ada 107 juta pergerakan saat libur Natal dan Tahun Baru, di mana naik 44 persen dibanding tahun lalu.
Target 107 juta pergerakan itu diharapkan mampu mendulang potensi pendapatan di atas Rp200 triliun dengan estimasi pengeluaran per orang Rp1 juta hingga Rp2 juta.

BACA JUGA:
Sandiaga Imbau Masyarakat Terapkan CHSE saat Liburan Natal dan Tahun Baru 2024

Pertanyaannya, sejauh mana persiapan destinasi wisata Tanah di Air dalam menyambut gelombang wisatawan menjelang libur Natal hingga pergantian tahun nanti?
Asal tahu saja, sebuah tempat wisata yang baik harus mengantongi Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan&amp;nbsp;Environmental Sustainability (CHSE). Protokol CHSE jelas sangat penting guna meningkatkan tingkat okupansi hotel, penginapan maupun homestay.

Selain itu, pengelola wisata sejatinya juga aware terhadap penataan fasilitas pendukung wisata, dan yang menjadi skala prioritas adalah keselamatan wisatawan itu sendiri.
Ambil contoh destinasi wisata air seperti pantai. Di tempat wisata semacam itu pengelola wisata harus benar-benar penting memerhatikan aspek keamanan dan kenyamanan pelancong.

BACA JUGA:
Pergerakan Wisatawan Bakal Naik 114% saat Libur Nataru 2024, Ini 5 Tujuan Wisata Favorit

Maintenance sarana dan prasarana, serta sosialisasi kepada para pedagang di sekitar area wisata juga penting dilakukan agar tetap menjaga kebersihan dan memasang harga normal, jangan asal getok harga seenaknya memanfaatkan momentum liburan.
Dengan memerhatikan semua aspek tersebut, diharapkan masyarakat dapat berwisata dengan aman dan nyaman tanpa kendala apapun, sehingga menuai kepuasan tersendiri.Survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan, lebih dari 54 persen masyarakat akan melakukan perjalanan saat libur Nataru 2024. Tujuan terbanyak ialah ke lokasi wisata (45,29 persen), kemudian pulang kampung (30,15 persen), dan merayakan Nataru di kampung halaman (18,98 persen).

BACA JUGA:
Rekomendasi Destinasi Liburan Akhir Tahun di Bali, yang Terakhir Favorit

Adapun pergerakan wisatawan nantinya diprediksi paling banyak terjadi Pulau Jawa. Ada beberapa daerah tujuan wisatawan favorit di Jawa.
Beberapa daerah tujuan wisata saat libur Nataru ini yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jabodetabek, dan Yogyakarta.

Menarik ditunggu apakah berbagai tujuan wisata tersebut benar-benar siap menghadapi gelombang wisatawan yang haus akan healing.

BACA JUGA:
10 Tempat Wisata Malam Hari di Bandung, Pas buat Liburan Nataru 2024

Semoga saja target pergerakan kunjungan wisatawan yang telah dicanangkan pemerintah, baik wisatawan domestik maupun mancanegara dapat tercapai.
Hal itu semata-mata demi menggerakkan roda perekonomian terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang perlahan tapi pasti sudah menemui tren positif sejak dihantam pandemi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNy8xLzE3NDc5NC81L3g4cWJmdTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MUSIM libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sudah di depan mata. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memprediksi pergerakan masyarakat selama musim libur Nataru 2023/2024 bisa mencapai 200 hingga 250 juta orang.
Kementerian yang dipimpin Sandiaga Salahuddin Uno itu memperkirakan ada 107 juta pergerakan saat libur Natal dan Tahun Baru, di mana naik 44 persen dibanding tahun lalu.
Target 107 juta pergerakan itu diharapkan mampu mendulang potensi pendapatan di atas Rp200 triliun dengan estimasi pengeluaran per orang Rp1 juta hingga Rp2 juta.

BACA JUGA:
Sandiaga Imbau Masyarakat Terapkan CHSE saat Liburan Natal dan Tahun Baru 2024

Pertanyaannya, sejauh mana persiapan destinasi wisata Tanah di Air dalam menyambut gelombang wisatawan menjelang libur Natal hingga pergantian tahun nanti?
Asal tahu saja, sebuah tempat wisata yang baik harus mengantongi Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan&amp;nbsp;Environmental Sustainability (CHSE). Protokol CHSE jelas sangat penting guna meningkatkan tingkat okupansi hotel, penginapan maupun homestay.

Selain itu, pengelola wisata sejatinya juga aware terhadap penataan fasilitas pendukung wisata, dan yang menjadi skala prioritas adalah keselamatan wisatawan itu sendiri.
Ambil contoh destinasi wisata air seperti pantai. Di tempat wisata semacam itu pengelola wisata harus benar-benar penting memerhatikan aspek keamanan dan kenyamanan pelancong.

BACA JUGA:
Pergerakan Wisatawan Bakal Naik 114% saat Libur Nataru 2024, Ini 5 Tujuan Wisata Favorit

Maintenance sarana dan prasarana, serta sosialisasi kepada para pedagang di sekitar area wisata juga penting dilakukan agar tetap menjaga kebersihan dan memasang harga normal, jangan asal getok harga seenaknya memanfaatkan momentum liburan.
Dengan memerhatikan semua aspek tersebut, diharapkan masyarakat dapat berwisata dengan aman dan nyaman tanpa kendala apapun, sehingga menuai kepuasan tersendiri.Survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan, lebih dari 54 persen masyarakat akan melakukan perjalanan saat libur Nataru 2024. Tujuan terbanyak ialah ke lokasi wisata (45,29 persen), kemudian pulang kampung (30,15 persen), dan merayakan Nataru di kampung halaman (18,98 persen).

BACA JUGA:
Rekomendasi Destinasi Liburan Akhir Tahun di Bali, yang Terakhir Favorit

Adapun pergerakan wisatawan nantinya diprediksi paling banyak terjadi Pulau Jawa. Ada beberapa daerah tujuan wisatawan favorit di Jawa.
Beberapa daerah tujuan wisata saat libur Nataru ini yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jabodetabek, dan Yogyakarta.

Menarik ditunggu apakah berbagai tujuan wisata tersebut benar-benar siap menghadapi gelombang wisatawan yang haus akan healing.

BACA JUGA:
10 Tempat Wisata Malam Hari di Bandung, Pas buat Liburan Nataru 2024

Semoga saja target pergerakan kunjungan wisatawan yang telah dicanangkan pemerintah, baik wisatawan domestik maupun mancanegara dapat tercapai.
Hal itu semata-mata demi menggerakkan roda perekonomian terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang perlahan tapi pasti sudah menemui tren positif sejak dihantam pandemi.</content:encoded></item></channel></rss>
