<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Penemuan 5 Mayat di Kampus Unpri Adalah Cadaver</title><description>Ternyata Penemuan 5 Mayat di Kampus Unpri Adalah Cadaver
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/13/608/2938281/ternyata-penemuan-5-mayat-di-kampus-unpri-adalah-cadaver</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/13/608/2938281/ternyata-penemuan-5-mayat-di-kampus-unpri-adalah-cadaver"/><item><title>Ternyata Penemuan 5 Mayat di Kampus Unpri Adalah Cadaver</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/13/608/2938281/ternyata-penemuan-5-mayat-di-kampus-unpri-adalah-cadaver</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/13/608/2938281/ternyata-penemuan-5-mayat-di-kampus-unpri-adalah-cadaver</guid><pubDate>Rabu 13 Desember 2023 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Palapa Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/13/608/2938281/ternyata-penemuan-5-mayat-di-kampus-unpri-adalah-cadaver-NeRkQR7YJv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unpri Kolonel (Purn) Susanto. (tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/13/608/2938281/ternyata-penemuan-5-mayat-di-kampus-unpri-adalah-cadaver-NeRkQR7YJv.jpg</image><title>Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unpri Kolonel (Purn) Susanto. (tangkapan layar)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xLzE3NTAxNi81L3g4cWd3MWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MEDAN &amp;ndash; Pihak Universitas Prima Indonesia (Unpri), Medan, Sumatera Utara (Sumut) buka suara terkait dengan temuan lima mayat di kampus tersebut. Pihak kampus menyatakan kelima jasad manusia yang ditemukan di lantai 15 Fakultas Kedokteran Unpri tersebut merupakan jasad cadaver yakni tubuh manusia yang telah diawetkan.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unpri, Kolonel (Purn) Susanto, melalui akun Youtube Primtv, pada Rabu (13/12/2023).
Kelima cadaver tersebut diperuntukkan sebagai media belajar dan menunjang proses belajar mengajar di Fakultas Kedokteran Unpri Medan.
Pengadaan cadaver itu dilakukan Profesor Doktor Jakobus Tarigan sejak 2005.







BACA JUGA:
Heboh Video Penemuan Dua Mayat di Kampus Unpri Medan, Polisi Selidiki&amp;nbsp; &amp;nbsp;










Unpri Medan memiliki Fakultas Kedokteran yang berdiri sejak 2008. Fakultas tersebut memiliki beberapa laboratorium untuk menunjang proses belajar mengajar. Salah satunya lab adalah lab anatomi atau ilmu urai. Di dalam salah satu laboratorium anatomi salah satu media belajar adalah cadaver yaitu tumbuh manusia yang diawetkan.






BACA JUGA:
5 Fakta Video Penemuan Dua Mayat di Kampus Unpri Medan, Polisi Sempat Dihalangi&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;












&quot;Di laboratorium anatomi FK Unpri terdapat lima cadaver satu perempuan empat laki-laki. Cadaver tersebut telah diadakan oleh rektor sebelumnya oleh Profesor Dr Jakobus Tarigan pada 2005,&amp;rdquo; kata Susanto.

Ia memastikan, di setiap fakultas kedokteran memiliki cadaver yang digunakan untuk media belajar. Keberadaan cadaver ini telah diatur Undang-Undang.







BACA JUGA:
Kronologi Penemuan 5 Mayat di Kampus Unpri Medan
















Sementara itu, para mahasiswa Unpri melalui media sosial Tiktok mengklarifikasi dengan menyatakan memohon maaf atas penyebaran video ini.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xLzE3NTAxNi81L3g4cWd3MWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MEDAN &amp;ndash; Pihak Universitas Prima Indonesia (Unpri), Medan, Sumatera Utara (Sumut) buka suara terkait dengan temuan lima mayat di kampus tersebut. Pihak kampus menyatakan kelima jasad manusia yang ditemukan di lantai 15 Fakultas Kedokteran Unpri tersebut merupakan jasad cadaver yakni tubuh manusia yang telah diawetkan.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unpri, Kolonel (Purn) Susanto, melalui akun Youtube Primtv, pada Rabu (13/12/2023).
Kelima cadaver tersebut diperuntukkan sebagai media belajar dan menunjang proses belajar mengajar di Fakultas Kedokteran Unpri Medan.
Pengadaan cadaver itu dilakukan Profesor Doktor Jakobus Tarigan sejak 2005.







BACA JUGA:
Heboh Video Penemuan Dua Mayat di Kampus Unpri Medan, Polisi Selidiki&amp;nbsp; &amp;nbsp;










Unpri Medan memiliki Fakultas Kedokteran yang berdiri sejak 2008. Fakultas tersebut memiliki beberapa laboratorium untuk menunjang proses belajar mengajar. Salah satunya lab adalah lab anatomi atau ilmu urai. Di dalam salah satu laboratorium anatomi salah satu media belajar adalah cadaver yaitu tumbuh manusia yang diawetkan.






BACA JUGA:
5 Fakta Video Penemuan Dua Mayat di Kampus Unpri Medan, Polisi Sempat Dihalangi&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;












&quot;Di laboratorium anatomi FK Unpri terdapat lima cadaver satu perempuan empat laki-laki. Cadaver tersebut telah diadakan oleh rektor sebelumnya oleh Profesor Dr Jakobus Tarigan pada 2005,&amp;rdquo; kata Susanto.

Ia memastikan, di setiap fakultas kedokteran memiliki cadaver yang digunakan untuk media belajar. Keberadaan cadaver ini telah diatur Undang-Undang.







BACA JUGA:
Kronologi Penemuan 5 Mayat di Kampus Unpri Medan
















Sementara itu, para mahasiswa Unpri melalui media sosial Tiktok mengklarifikasi dengan menyatakan memohon maaf atas penyebaran video ini.



</content:encoded></item></channel></rss>
