<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guru Besar Brawijaya: Debat Perdana Capres Jadi Beban bagi Prabowo Subianto</title><description>Ali mengatakan, Prabowo Subianto menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938508/guru-besar-brawijaya-debat-perdana-capres-jadi-beban-bagi-prabowo-subianto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938508/guru-besar-brawijaya-debat-perdana-capres-jadi-beban-bagi-prabowo-subianto"/><item><title>Guru Besar Brawijaya: Debat Perdana Capres Jadi Beban bagi Prabowo Subianto</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938508/guru-besar-brawijaya-debat-perdana-capres-jadi-beban-bagi-prabowo-subianto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938508/guru-besar-brawijaya-debat-perdana-capres-jadi-beban-bagi-prabowo-subianto</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2023 06:21 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Farhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/14/337/2938508/guru-besar-brawijaya-debat-perdana-capres-jadi-beban-bagi-prabowo-subianto-CpFqrEgVn7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pakar Hukum Tata Negara sekaligus Guru Besar Universitas Brawijaya Ali Safaat (Foto: M Farhan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/14/337/2938508/guru-besar-brawijaya-debat-perdana-capres-jadi-beban-bagi-prabowo-subianto-CpFqrEgVn7.jpg</image><title>Pakar Hukum Tata Negara sekaligus Guru Besar Universitas Brawijaya Ali Safaat (Foto: M Farhan)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTA4OS81L3g4cWk2dHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Universitas Brawijaya, Prof. Ali Safaat menyampaikan agenda debat calon presiden (Capres) perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa malam kemarin, 12 Desember 2023 menjadi beban tersendiri bagi Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan, tema debat Capres perdana yang bertemakan penegakan hukum, penyelesaian kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan penguatan demokrasi tersebut, menjadi tantangan bagi Prabowo dalam menyampaikan visi-misinya.

BACA JUGA:
Debat Capres, TPN Tegaskan Serang Paslon Bukan Jalan Politik Ganjar-Mahfud


Ali mengatakan, selain karena Prabowo Subianto menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan, dapat dipastikan beban kritik atas kasus hukum dan HAM, mudah disasar kepada Prabowo.

&quot;Ini sudah jelas sekali, menurut saya, secara sengaja pasangan calon Prabowo-Gibran ini menempatkan diri sebagai bagian dari pemerintahan Pak Jokowi sehingga kasus-kasus yang masih ada menjadi tanggung jawab Pak Jokowi juga,&quot; kata Ali dalam diskusi media Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu via aplikasi Zoom, Rabu (13/12/2023).

BACA JUGA:
Debat Capres Pertama, Ganjar: Sinyal Positif, Banyak yang Membicarakannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Guru Besar Brawijaya itu mengungkapkan, Prabowo dapat dipastikan memiliki beban dibandingkan Capres-Cawapres lainnya. Berbeda dengan Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo, yang dapat tampil lepas dalam artikulasi pemaparan visi-misinya dalam agenda debat kemarin.

&quot;Posisi Pak Prabowo ini berbeda dengan Capres Anies dan Pak Ganjar Pranowo yang tidak memiliki beban,&quot; terang Ali.

&quot;Meski Anies juga bagian dari pemerintahan sebagai Gubernur atau Pak Ganjar dari PDIP, tetapi terlihat tidak memiliki beban sehingga dapat memberikan jawaban atau pertanyaan yang tidak takut berbeda dengan kebijakan hukum pemerintah saat ini,&quot; lanjut Ali.
Sementara itu, Direktur Imparsial, Gufron Mabruri menyampaikan dalam tema penegakan HAM, sosok Capres yang diusung oleh Partai Perindo, Ganjar Pranowo paling progresif dalam pemaparan visi-misinya.



Gufron mengatakan gagasan dari ketiga capres yang hadir, Ganjar terlihat lebih konkret lantaran menawarkan tawaran dialog dalam penyelesaian kasus HAM yang sudah ada di Indonesia. Dia menegaskan, gagasan Ganjar untuk berdialog khususnya dalam kasus konflik Papua, menjadi solusi yang sudah lama sejalan dengan kelompok masyarakat sipil.



&quot;Dapat dikatakan, Capres Ganjar Pranowo yang menawarkan solusi jalan dialog dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Papua, ini jauh lebih progresif tawarannya dibandingkan capres lainnya,&quot; ujar Gufron.

BACA JUGA:
Pengamat: Ganjar Pranowo, Capres Paling Siap di Debat Perdana




Di sisi lainnya, Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyebutkan jalannya debat capres perdana yang dihelat KPU terganggu dengan ramainya tim pendukung dari masing-masing pasangan calon Capres-Cawapres.



Titi bahkan menyinggung aksi Cawapres 02, Gibran Rakabuming yang meminta sorak sorai dukungan penonton, itu tidak perlu sehingga tidak terlihat seperti pertandingan sepakbola.



&quot;Menurut saya, hal-hal seperti itu tidak perlu (aksi Gibran). Karena agenda debat itu bukan pertandingan bola dimana suporter saling menunjukkan kekuatan. Tetapi biarkan publik yang menyimak,&quot; lugas Titi.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTA4OS81L3g4cWk2dHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Universitas Brawijaya, Prof. Ali Safaat menyampaikan agenda debat calon presiden (Capres) perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa malam kemarin, 12 Desember 2023 menjadi beban tersendiri bagi Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan, tema debat Capres perdana yang bertemakan penegakan hukum, penyelesaian kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan penguatan demokrasi tersebut, menjadi tantangan bagi Prabowo dalam menyampaikan visi-misinya.

BACA JUGA:
Debat Capres, TPN Tegaskan Serang Paslon Bukan Jalan Politik Ganjar-Mahfud


Ali mengatakan, selain karena Prabowo Subianto menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan, dapat dipastikan beban kritik atas kasus hukum dan HAM, mudah disasar kepada Prabowo.

&quot;Ini sudah jelas sekali, menurut saya, secara sengaja pasangan calon Prabowo-Gibran ini menempatkan diri sebagai bagian dari pemerintahan Pak Jokowi sehingga kasus-kasus yang masih ada menjadi tanggung jawab Pak Jokowi juga,&quot; kata Ali dalam diskusi media Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu via aplikasi Zoom, Rabu (13/12/2023).

BACA JUGA:
Debat Capres Pertama, Ganjar: Sinyal Positif, Banyak yang Membicarakannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Guru Besar Brawijaya itu mengungkapkan, Prabowo dapat dipastikan memiliki beban dibandingkan Capres-Cawapres lainnya. Berbeda dengan Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo, yang dapat tampil lepas dalam artikulasi pemaparan visi-misinya dalam agenda debat kemarin.

&quot;Posisi Pak Prabowo ini berbeda dengan Capres Anies dan Pak Ganjar Pranowo yang tidak memiliki beban,&quot; terang Ali.

&quot;Meski Anies juga bagian dari pemerintahan sebagai Gubernur atau Pak Ganjar dari PDIP, tetapi terlihat tidak memiliki beban sehingga dapat memberikan jawaban atau pertanyaan yang tidak takut berbeda dengan kebijakan hukum pemerintah saat ini,&quot; lanjut Ali.
Sementara itu, Direktur Imparsial, Gufron Mabruri menyampaikan dalam tema penegakan HAM, sosok Capres yang diusung oleh Partai Perindo, Ganjar Pranowo paling progresif dalam pemaparan visi-misinya.



Gufron mengatakan gagasan dari ketiga capres yang hadir, Ganjar terlihat lebih konkret lantaran menawarkan tawaran dialog dalam penyelesaian kasus HAM yang sudah ada di Indonesia. Dia menegaskan, gagasan Ganjar untuk berdialog khususnya dalam kasus konflik Papua, menjadi solusi yang sudah lama sejalan dengan kelompok masyarakat sipil.



&quot;Dapat dikatakan, Capres Ganjar Pranowo yang menawarkan solusi jalan dialog dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Papua, ini jauh lebih progresif tawarannya dibandingkan capres lainnya,&quot; ujar Gufron.

BACA JUGA:
Pengamat: Ganjar Pranowo, Capres Paling Siap di Debat Perdana




Di sisi lainnya, Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyebutkan jalannya debat capres perdana yang dihelat KPU terganggu dengan ramainya tim pendukung dari masing-masing pasangan calon Capres-Cawapres.



Titi bahkan menyinggung aksi Cawapres 02, Gibran Rakabuming yang meminta sorak sorai dukungan penonton, itu tidak perlu sehingga tidak terlihat seperti pertandingan sepakbola.



&quot;Menurut saya, hal-hal seperti itu tidak perlu (aksi Gibran). Karena agenda debat itu bukan pertandingan bola dimana suporter saling menunjukkan kekuatan. Tetapi biarkan publik yang menyimak,&quot; lugas Titi.

</content:encoded></item></channel></rss>
