<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Bulan Disandera KKB di Hutan Papua, Jenderal Kopassus Ini Ungkap Kondisi Pilot Susi Air</title><description>Jenderal Kopassus ini menegaskan, jika pemerintah terus melakukan negosiasi untuk membebaskan Kapten Philip.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938629/10-bulan-disandera-kkb-di-hutan-papua-jenderal-kopassus-ini-ungkap-kondisi-pilot-susi-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938629/10-bulan-disandera-kkb-di-hutan-papua-jenderal-kopassus-ini-ungkap-kondisi-pilot-susi-air"/><item><title>10 Bulan Disandera KKB di Hutan Papua, Jenderal Kopassus Ini Ungkap Kondisi Pilot Susi Air</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938629/10-bulan-disandera-kkb-di-hutan-papua-jenderal-kopassus-ini-ungkap-kondisi-pilot-susi-air</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938629/10-bulan-disandera-kkb-di-hutan-papua-jenderal-kopassus-ini-ungkap-kondisi-pilot-susi-air</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2023 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/14/337/2938629/10-bulan-disandera-kkb-di-hutan-papua-jenderal-kopassus-ini-ungkap-kondisi-pilot-susi-air-oR7dFqZbUc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pilot Susi Air Kapten Phillips Disandera KKB</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/14/337/2938629/10-bulan-disandera-kkb-di-hutan-papua-jenderal-kopassus-ini-ungkap-kondisi-pilot-susi-air-oR7dFqZbUc.jpg</image><title>Pilot Susi Air Kapten Phillips Disandera KKB</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMS8xLzE3NDAyOC81L3g4cHRwNGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens, yang disandera teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Hutan Papua hampir 1 tahun, masih belum ditemukan. Namun, kondisinya dikabarkan dalam keadaan sehat.
Sekadar diketahui, anggota teroris KKB pimpinan Egianus Kogoya menculik dan menyandera Kapten Philip, Pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru itu sejak 7 Februari 2023, atau sekitar 10 bulan lalu.

BACA JUGA:
Sudah 9 Bulan Pilot Susi Air Disandera, Moeldoko Ungkap Operasi Pembebasan

&quot;Kondisi pilot yang kami terima sampai saat ini sehat, masih di sana dan kita monitor terus,&quot; ujar Pangkogabwilhan III Letjen TNI Richard Tampubolon, dikutip, Kamis (14/12/2023).
Jenderal Kopassus ini menegaskan, jika pemerintah terus melakukan negosiasi untuk membebaskan Kapten Philip.

BACA JUGA:
Panglima TNI Tegaskan Masih Lakukan Upaya Negosiasi Tawanan Pilot Susi Air: Kami Lakukan Cara yang Smart&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Mohon doa restunya, semoga mendapat jalan terbaik kita juga tahu yang namanya negosiasi pasti ada proses dan waktu dan ini kita terus berjuang mengedepankan soft aproach,&quot; ujarnya.
Mantan Pangdam Pattimura ini menambahkan, TNI menghindari upaya yang bisa merugikan kedua belah pihak. Oleh karena itu, pihaknya melakukan upaya persuasif untuk membebaskan Kapten Philip.&quot;Kita juga tetap menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila terjadi kontigensial, tapi kita tetap mengedepankan negosiasi soft aporach untuk menghindari kerugian apapun,&quot; terangnya.

Saat ini kata dia, tidak ada permintaan apapun dari kelompok Egianus Kogoya untuk pembebasan Pilot Susi Air.

&quot;Kita terus berjuang dan kita berupaya terus semoga Tuhan merestui kita. (Permintaan dari KKB) Tidak ada,&quot;tutup Jenderal Bintang 3 tersebut.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMS8xLzE3NDAyOC81L3g4cHRwNGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens, yang disandera teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Hutan Papua hampir 1 tahun, masih belum ditemukan. Namun, kondisinya dikabarkan dalam keadaan sehat.
Sekadar diketahui, anggota teroris KKB pimpinan Egianus Kogoya menculik dan menyandera Kapten Philip, Pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru itu sejak 7 Februari 2023, atau sekitar 10 bulan lalu.

BACA JUGA:
Sudah 9 Bulan Pilot Susi Air Disandera, Moeldoko Ungkap Operasi Pembebasan

&quot;Kondisi pilot yang kami terima sampai saat ini sehat, masih di sana dan kita monitor terus,&quot; ujar Pangkogabwilhan III Letjen TNI Richard Tampubolon, dikutip, Kamis (14/12/2023).
Jenderal Kopassus ini menegaskan, jika pemerintah terus melakukan negosiasi untuk membebaskan Kapten Philip.

BACA JUGA:
Panglima TNI Tegaskan Masih Lakukan Upaya Negosiasi Tawanan Pilot Susi Air: Kami Lakukan Cara yang Smart&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Mohon doa restunya, semoga mendapat jalan terbaik kita juga tahu yang namanya negosiasi pasti ada proses dan waktu dan ini kita terus berjuang mengedepankan soft aproach,&quot; ujarnya.
Mantan Pangdam Pattimura ini menambahkan, TNI menghindari upaya yang bisa merugikan kedua belah pihak. Oleh karena itu, pihaknya melakukan upaya persuasif untuk membebaskan Kapten Philip.&quot;Kita juga tetap menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila terjadi kontigensial, tapi kita tetap mengedepankan negosiasi soft aporach untuk menghindari kerugian apapun,&quot; terangnya.

Saat ini kata dia, tidak ada permintaan apapun dari kelompok Egianus Kogoya untuk pembebasan Pilot Susi Air.

&quot;Kita terus berjuang dan kita berupaya terus semoga Tuhan merestui kita. (Permintaan dari KKB) Tidak ada,&quot;tutup Jenderal Bintang 3 tersebut.

</content:encoded></item></channel></rss>
