<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bakal Terapkan Sistem Meritokrasi, Ganjar Tidak Janjikan Jabatan untuk Timses dan Pendukung</title><description>&amp;nbsp;
Kata Ganjar, dirinya akan menerapkan amanah memimpin, Ganjar akan terapkan sistem meritokrasi dalam penyusunan kabinetnya.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938734/bakal-terapkan-sistem-meritokrasi-ganjar-tidak-janjikan-jabatan-untuk-timses-dan-pendukung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938734/bakal-terapkan-sistem-meritokrasi-ganjar-tidak-janjikan-jabatan-untuk-timses-dan-pendukung"/><item><title>Bakal Terapkan Sistem Meritokrasi, Ganjar Tidak Janjikan Jabatan untuk Timses dan Pendukung</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938734/bakal-terapkan-sistem-meritokrasi-ganjar-tidak-janjikan-jabatan-untuk-timses-dan-pendukung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/14/337/2938734/bakal-terapkan-sistem-meritokrasi-ganjar-tidak-janjikan-jabatan-untuk-timses-dan-pendukung</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2023 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/14/337/2938734/bakal-terapkan-sistem-meritokrasi-ganjar-tidak-janjikan-jabatan-untuk-timses-dan-pendukung-8oLW8Dq1FD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar janjikan pemerintahan meritokrasi/Foto: MPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/14/337/2938734/bakal-terapkan-sistem-meritokrasi-ganjar-tidak-janjikan-jabatan-untuk-timses-dan-pendukung-8oLW8Dq1FD.jpg</image><title>Ganjar janjikan pemerintahan meritokrasi/Foto: MPI</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTExNS81L3g4cWlscno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ganjar Pranowo menegaskan bahwa dirinya tidak menjanjikan kursi jabatan kepada tim sukses (Timses) atau pendukung apabila dirinya terpilih menjadi presiden 2024-2029.

Kata Ganjar, dirinya akan menerapkan amanah memimpin, Ganjar akan terapkan sistem meritokrasi dalam penyusunan kabinetnya. Hal itu telau disampaikan berkali-kali di beberapa pertemuan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Optimis Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Begini Strategi Ganjar

Seperti saat berdialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Jakarta, Rabu, (13/12/2023). Bahkan, dia menyinggung Arsjad Rasjid. Meskipun Arsjad menjadi ketua TPN Ganjar-Mahfud, dirinya belum tentu dipilih sebagai menteri.

&quot;Di sini ada Mas Arsjad, nanti teman-teman Apindo bisa ngobrol. Beliau tim saya, tapi tidak otomatis jadi menteri,&quot; ucap Ganjar disambut tawa para pengusaha.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Nilai Ada Tiga Masalah Besar, Ganjar: Setidaknya 17 Lapangan Kerja Harus Kita Ciptakan

Kemudian, saat dialog dengan ratusan konsultan Inkindo di Hotel Sahid Jakarta, Ganjar kembali menegaskan komitmennya itu, Hari ini, Kamis (14/12/2023). Kali ini, giliran Ketua Umum IA ITB, Gembong Primadjaja yang menjadi sasaran.

&quot;Bapak ibu, mohon maaf saya tidak bisa lama karena harus ke Jabar. Di sini ada tim saya, ada mas Gembong nanti melanjutkan. Beliau ini orang hebat yang dengan tulus membantu saya. Tapi belum tentu jadi menteri saya lho nanti,&quot; ucap Ganjar.

Ganjar mengucapkan sangat senang dan terharu karena banyak orang hebat di sekelilingnya yang membantu. Mereka bekerja dengan tulus ikhlas tanpa menginginkan embel-embel jabatan.









&quot;Karena saya berkomitmen, untuk pemerintahan ke depan, meritokrasi akan saya jalankan,&quot; tegasnya.



Sistem meritokrasi memang sudah dilakukan Ganjar sejak menjabat Gubernur Jateng 2013 lalu. Selama dua periode, tidak ada sogok menyogok atau KKN dalam pengisian jabatan. Karena semuanya dilakukan secara transparan dengan sistem lelang jabatan dan seleksi terbuka.



Gebrakan Ganjar ini membuat semua ASN di Pemprov Jateng yang memenuhi syarat bisa ikut bersaing menduduki jabatan penting yang diinginkan. Maka sejarah terjadi, ketika ada seorang Kepala Sekolah bernama Jumeri yang berhasil menjabat Kepala Dinas Pendidikan di Jateng. Ada juga Imam Maskur, mantan camat yang berhasil menjadi Kepala Biro Kesra Jateng.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTExNS81L3g4cWlscno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ganjar Pranowo menegaskan bahwa dirinya tidak menjanjikan kursi jabatan kepada tim sukses (Timses) atau pendukung apabila dirinya terpilih menjadi presiden 2024-2029.

Kata Ganjar, dirinya akan menerapkan amanah memimpin, Ganjar akan terapkan sistem meritokrasi dalam penyusunan kabinetnya. Hal itu telau disampaikan berkali-kali di beberapa pertemuan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Optimis Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Begini Strategi Ganjar

Seperti saat berdialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Jakarta, Rabu, (13/12/2023). Bahkan, dia menyinggung Arsjad Rasjid. Meskipun Arsjad menjadi ketua TPN Ganjar-Mahfud, dirinya belum tentu dipilih sebagai menteri.

&quot;Di sini ada Mas Arsjad, nanti teman-teman Apindo bisa ngobrol. Beliau tim saya, tapi tidak otomatis jadi menteri,&quot; ucap Ganjar disambut tawa para pengusaha.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Nilai Ada Tiga Masalah Besar, Ganjar: Setidaknya 17 Lapangan Kerja Harus Kita Ciptakan

Kemudian, saat dialog dengan ratusan konsultan Inkindo di Hotel Sahid Jakarta, Ganjar kembali menegaskan komitmennya itu, Hari ini, Kamis (14/12/2023). Kali ini, giliran Ketua Umum IA ITB, Gembong Primadjaja yang menjadi sasaran.

&quot;Bapak ibu, mohon maaf saya tidak bisa lama karena harus ke Jabar. Di sini ada tim saya, ada mas Gembong nanti melanjutkan. Beliau ini orang hebat yang dengan tulus membantu saya. Tapi belum tentu jadi menteri saya lho nanti,&quot; ucap Ganjar.

Ganjar mengucapkan sangat senang dan terharu karena banyak orang hebat di sekelilingnya yang membantu. Mereka bekerja dengan tulus ikhlas tanpa menginginkan embel-embel jabatan.









&quot;Karena saya berkomitmen, untuk pemerintahan ke depan, meritokrasi akan saya jalankan,&quot; tegasnya.



Sistem meritokrasi memang sudah dilakukan Ganjar sejak menjabat Gubernur Jateng 2013 lalu. Selama dua periode, tidak ada sogok menyogok atau KKN dalam pengisian jabatan. Karena semuanya dilakukan secara transparan dengan sistem lelang jabatan dan seleksi terbuka.



Gebrakan Ganjar ini membuat semua ASN di Pemprov Jateng yang memenuhi syarat bisa ikut bersaing menduduki jabatan penting yang diinginkan. Maka sejarah terjadi, ketika ada seorang Kepala Sekolah bernama Jumeri yang berhasil menjabat Kepala Dinas Pendidikan di Jateng. Ada juga Imam Maskur, mantan camat yang berhasil menjadi Kepala Biro Kesra Jateng.



</content:encoded></item></channel></rss>
