<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Korban Banjir Bandang Humbahas</title><description>&amp;nbsp;
Penghentian dilakukan setelah operasi pencarian dilakukan selama 13 hari sejak 2 Desember 2023 lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/14/608/2939067/basarnas-hentikan-operasi-pencarian-korban-banjir-bandang-humbahas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/14/608/2939067/basarnas-hentikan-operasi-pencarian-korban-banjir-bandang-humbahas"/><item><title>Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Korban Banjir Bandang Humbahas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/14/608/2939067/basarnas-hentikan-operasi-pencarian-korban-banjir-bandang-humbahas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/14/608/2939067/basarnas-hentikan-operasi-pencarian-korban-banjir-bandang-humbahas</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2023 21:16 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/14/608/2939067/basarnas-hentikan-operasi-pencarian-korban-banjir-bandang-humbahas-F8ZafPz9R4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pencarian korban banjir bandang Humbahas dihentikan (Foto: Ist/Wahyudi Aulia Siregar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/14/608/2939067/basarnas-hentikan-operasi-pencarian-korban-banjir-bandang-humbahas-F8ZafPz9R4.jpg</image><title>Pencarian korban banjir bandang Humbahas dihentikan (Foto: Ist/Wahyudi Aulia Siregar)</title></images><description>
HUMBAHAS - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) secara resmi menghentikan operasi pencarian korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Kamis (14/12/2023) petang.

Penghentian dilakukan setelah operasi pencarian dilakukan selama 13 hari sejak 2 Desember 2023 lalu. Pencarian selama ini melibatkan unsur Basarnas Pusat, Basarnas Medan, Basarnas Bengkulu, Brimob Polda Sumut, Polres Humbahas, Korem 023 Kawal Samudera, Kodim 0210/TU, BPBD Provinsi Sumut.

BACA JUGA:
Hari Terakhir Pencarian Korban Banjir Bandang Humbahas, Basarnas Libatkan Keluarga


Lalu, BPBD Kabupaten Humbahas, Pemkab Humbahas, BMKG, Dinas Sosial, Satpol PP, Polairud, PUPR, BWS, Damkar Humbahas, Dinkes Humbahas, PMI Humbahas, PLN, Denkesyah Sibolga, SAR MTA, Diskominfo Humbahas dan warga sekitar.

Kepala Kantor Basarnas Medan Budiono, mengatakan bahwa hingga akhir pencarian hari ini, seluruh unsur tetap melakukan secara maksimal baik di sektor darat maupun sektor perairan. Diperairan penyisiran dan penyelaman telah kita lakukan sejak pagi tadi dan disektor darat telah dilakukan pencarian menggunakan alat berat excavator namun hingga sore hari ini korban belum berhasil ditemukan.

&quot;Penutupan operasi SAR secara resmi ini dilakukan setelah sebelumnya telah dilakukan perpanjangan masa pencarian sebanyak 2 kali dengan total 13 hari pencarian. Dan dengan pertimbangan situasi serta hasil evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat dan keluarga korban maka diputuskan operasi SAR dihentikan secara resmi,&quot; kata Budiono.

BACA JUGA:
Basarnas Perpanjang Operasi SAR Korban Banjir Bandang di Humbahas selama Tiga Hari&amp;nbsp;


Meski operasi pencarian telah dihentikan, kata Budiono, namun pihak Pemkab Humbahas baru saja mendatangkan alat berat jenis excavator long arm untuk melakukan penyisiran dan pencarian di sekitar tepi Danau Toba. Sehingga kami mengerahkan satu tim yang beranggotakan 5 orang personel dari Pos SAR Parapat untuk tinggal di lokasi.



&quot;Tim ini akan mendampingi excavator selama penyisiran dengan dilengkapi perahu LCR, Alat selam dan Aqua eyes bilamana sewaktu-waktu ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,&quot; tukasnya.



Hingga keputusan penutupan pencarian diambil, baru 2 orang korban yang berhasil ditemukan. Sementara 10 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

</description><content:encoded>
HUMBAHAS - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) secara resmi menghentikan operasi pencarian korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Kamis (14/12/2023) petang.

Penghentian dilakukan setelah operasi pencarian dilakukan selama 13 hari sejak 2 Desember 2023 lalu. Pencarian selama ini melibatkan unsur Basarnas Pusat, Basarnas Medan, Basarnas Bengkulu, Brimob Polda Sumut, Polres Humbahas, Korem 023 Kawal Samudera, Kodim 0210/TU, BPBD Provinsi Sumut.

BACA JUGA:
Hari Terakhir Pencarian Korban Banjir Bandang Humbahas, Basarnas Libatkan Keluarga


Lalu, BPBD Kabupaten Humbahas, Pemkab Humbahas, BMKG, Dinas Sosial, Satpol PP, Polairud, PUPR, BWS, Damkar Humbahas, Dinkes Humbahas, PMI Humbahas, PLN, Denkesyah Sibolga, SAR MTA, Diskominfo Humbahas dan warga sekitar.

Kepala Kantor Basarnas Medan Budiono, mengatakan bahwa hingga akhir pencarian hari ini, seluruh unsur tetap melakukan secara maksimal baik di sektor darat maupun sektor perairan. Diperairan penyisiran dan penyelaman telah kita lakukan sejak pagi tadi dan disektor darat telah dilakukan pencarian menggunakan alat berat excavator namun hingga sore hari ini korban belum berhasil ditemukan.

&quot;Penutupan operasi SAR secara resmi ini dilakukan setelah sebelumnya telah dilakukan perpanjangan masa pencarian sebanyak 2 kali dengan total 13 hari pencarian. Dan dengan pertimbangan situasi serta hasil evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat dan keluarga korban maka diputuskan operasi SAR dihentikan secara resmi,&quot; kata Budiono.

BACA JUGA:
Basarnas Perpanjang Operasi SAR Korban Banjir Bandang di Humbahas selama Tiga Hari&amp;nbsp;


Meski operasi pencarian telah dihentikan, kata Budiono, namun pihak Pemkab Humbahas baru saja mendatangkan alat berat jenis excavator long arm untuk melakukan penyisiran dan pencarian di sekitar tepi Danau Toba. Sehingga kami mengerahkan satu tim yang beranggotakan 5 orang personel dari Pos SAR Parapat untuk tinggal di lokasi.



&quot;Tim ini akan mendampingi excavator selama penyisiran dengan dilengkapi perahu LCR, Alat selam dan Aqua eyes bilamana sewaktu-waktu ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,&quot; tukasnya.



Hingga keputusan penutupan pencarian diambil, baru 2 orang korban yang berhasil ditemukan. Sementara 10 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

</content:encoded></item></channel></rss>
