<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Kematian Bayi, Kemenkes Lengkapi 10 Ribu Puskesmas dengan Alat USG</title><description>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meningkatkan penyebaran alat Ultrasonografi (USG) di Indonesia pada tahun 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/15/337/2939134/cegah-kematian-bayi-kemenkes-lengkapi-10-ribu-puskesmas-dengan-alat-usg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/15/337/2939134/cegah-kematian-bayi-kemenkes-lengkapi-10-ribu-puskesmas-dengan-alat-usg"/><item><title>Cegah Kematian Bayi, Kemenkes Lengkapi 10 Ribu Puskesmas dengan Alat USG</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/15/337/2939134/cegah-kematian-bayi-kemenkes-lengkapi-10-ribu-puskesmas-dengan-alat-usg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/15/337/2939134/cegah-kematian-bayi-kemenkes-lengkapi-10-ribu-puskesmas-dengan-alat-usg</guid><pubDate>Jum'at 15 Desember 2023 01:44 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/15/337/2939134/cegah-kematian-bayi-kemenkes-lengkapi-10-ribu-puskesmas-dengan-alat-usg-MB2PlfsxOu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes Budi Gunadi Sadikin (tengah) (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/15/337/2939134/cegah-kematian-bayi-kemenkes-lengkapi-10-ribu-puskesmas-dengan-alat-usg-MB2PlfsxOu.jpg</image><title>Menkes Budi Gunadi Sadikin (tengah) (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meningkatkan penyebaran alat Ultrasonografi (USG) di Indonesia pada tahun 2023. Itu dilakukan dalam upaya untuk mengurangi risiko kematian bayi selama proses kelahiran.

Saat ini, alat USG untuk kandungan hanya tersedia di sekitar 2.200 Puskesmas di Indonesia. Kondisi tersebut membuat orangtua sulit untuk melakukan pemeriksaan dan melihat kondisi bayi yang dikandung.

&quot;Kalau masalah kelahiran kan, bayinya bisa di bawah, kelilit tali pusar, dan ini menyebabkan angka kematian (bayi saat lahir) tinggi akibat komplikasi kelahiran,&quot; kata Budi Gunadi di Media Center Indonesia Maju, Menteng, Jakarta Pusat dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (14/12/2023).

BACA JUGA:
Ketika Atikoh Ganjar Diminta Kembali Pimpin Pramuka Kwarda Jateng, Begini Reaksinya


Menkes menambahkan, pada akhir 2023, rencananya 10 ribu Puskesmas di Indonesia akan dilengkapi dengan alat USG. Keputusan ini didasarkan pada pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang merasa senang mendengar bahwa warga dapat mengakses USG di Puskesmas.

Dengan langkah ini, diharapkan ibu hamil di Indonesia dapat dengan mudah melihat perkembangan bayi dalam kandungan secara gratis.

&quot;Pak Presiden sempat tanya kok enggak minta tambahan anggaran (saat beli alat USG di 10 ribu Puskesmas). Pak Jokowi minta dipercepat supaya USG ada di semua Puskesmas,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Covid-19 di Indonesia Kembali Naik, Bekasi Catat 25 Kasus Aktif


Presiden Jokowi, kata Menkes, sangat senang melihat kebahagiaan masyarakat akibat langkah-langkah para menteri, termasuk penyediaan USG gratis di Puskesmas.



&quot;Pak Presiden kalau lihat masyarakatnya senangkan cepat dia meresponnya,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Gempa M5,2 Guncang Tanimbar Maluku, Tak Berpotensi Tsunami




USG memiliki fungsi deteksi dini penyakit seperti kanker payudara dan masalah jantung. Budi Gunadi berinisiatif untuk meningkatkan penggunaan alat USG di 10 ribu Puskesmas di Indonesia, mengingat kanker payudara dan penyakit jantung adalah dua penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia.



&quot;Ada yang datang ke saya, pak, bapak sudah bagi-bagi USG kenapa enggak sekalian alat kanker payudara dan jantung,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meningkatkan penyebaran alat Ultrasonografi (USG) di Indonesia pada tahun 2023. Itu dilakukan dalam upaya untuk mengurangi risiko kematian bayi selama proses kelahiran.

Saat ini, alat USG untuk kandungan hanya tersedia di sekitar 2.200 Puskesmas di Indonesia. Kondisi tersebut membuat orangtua sulit untuk melakukan pemeriksaan dan melihat kondisi bayi yang dikandung.

&quot;Kalau masalah kelahiran kan, bayinya bisa di bawah, kelilit tali pusar, dan ini menyebabkan angka kematian (bayi saat lahir) tinggi akibat komplikasi kelahiran,&quot; kata Budi Gunadi di Media Center Indonesia Maju, Menteng, Jakarta Pusat dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (14/12/2023).

BACA JUGA:
Ketika Atikoh Ganjar Diminta Kembali Pimpin Pramuka Kwarda Jateng, Begini Reaksinya


Menkes menambahkan, pada akhir 2023, rencananya 10 ribu Puskesmas di Indonesia akan dilengkapi dengan alat USG. Keputusan ini didasarkan pada pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang merasa senang mendengar bahwa warga dapat mengakses USG di Puskesmas.

Dengan langkah ini, diharapkan ibu hamil di Indonesia dapat dengan mudah melihat perkembangan bayi dalam kandungan secara gratis.

&quot;Pak Presiden sempat tanya kok enggak minta tambahan anggaran (saat beli alat USG di 10 ribu Puskesmas). Pak Jokowi minta dipercepat supaya USG ada di semua Puskesmas,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Covid-19 di Indonesia Kembali Naik, Bekasi Catat 25 Kasus Aktif


Presiden Jokowi, kata Menkes, sangat senang melihat kebahagiaan masyarakat akibat langkah-langkah para menteri, termasuk penyediaan USG gratis di Puskesmas.



&quot;Pak Presiden kalau lihat masyarakatnya senangkan cepat dia meresponnya,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Gempa M5,2 Guncang Tanimbar Maluku, Tak Berpotensi Tsunami




USG memiliki fungsi deteksi dini penyakit seperti kanker payudara dan masalah jantung. Budi Gunadi berinisiatif untuk meningkatkan penggunaan alat USG di 10 ribu Puskesmas di Indonesia, mengingat kanker payudara dan penyakit jantung adalah dua penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia.



&quot;Ada yang datang ke saya, pak, bapak sudah bagi-bagi USG kenapa enggak sekalian alat kanker payudara dan jantung,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
