<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Pranowo Pastikan Kecukupan Alokasi Bahan Bakar di SPBN</title><description>Ganjar Pranowo memastikan kecukupan alokasi bahan bakar di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/15/337/2939166/ganjar-pranowo-pastikan-kecukupan-alokasi-bahan-bakar-di-spbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/15/337/2939166/ganjar-pranowo-pastikan-kecukupan-alokasi-bahan-bakar-di-spbn"/><item><title>Ganjar Pranowo Pastikan Kecukupan Alokasi Bahan Bakar di SPBN</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/15/337/2939166/ganjar-pranowo-pastikan-kecukupan-alokasi-bahan-bakar-di-spbn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/15/337/2939166/ganjar-pranowo-pastikan-kecukupan-alokasi-bahan-bakar-di-spbn</guid><pubDate>Jum'at 15 Desember 2023 06:53 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/15/337/2939166/ganjar-pranowo-pastikan-kecukupan-alokasi-bahan-bakar-di-spbn-EWyEy6x7Rm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/15/337/2939166/ganjar-pranowo-pastikan-kecukupan-alokasi-bahan-bakar-di-spbn-EWyEy6x7Rm.jpg</image><title>Ganjar Pranowo/Foto: Istimewa</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNC8xLzE3NTE2Mi81L3g4cWs3NDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;nbsp;JAKARTA - Calon presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo memastikan kecukupan alokasi bahan bakar di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), untuk  meningkatkan produktivitas nelayan di seluruh Indonesia. Selain itu, antrean panjang dalam pengisian bahan bakar juga akan dipangkas.

&quot;SPBN adalah pom bensin khusus untuk para nelayan. Bisa kita tingkatkan alokasi bahan bakarnya, kita hidupkan kembali,&quot; kata Ganjar saat bertemu para nelayan di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Prioritaskan Evaluasi UU Ciptaker dengan Pertemukan Buruh, Pengusaha dan Pemerintah

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), hingga akhir tahun 2022, jumlah nelayan di seluruh Indonesia mencapai 1,27 juta orang. Jumlah itu berkurang sekitar 5,22% dibandingkan tahun 2021, yang sebesar 1,34 juta orang.

Sementara itu, sebaran nelayan, berdasarkan data Kemendagri, paling banyak  di Provinsi Jawa Timur, di mana  hingga akhir tahun 2022 jumlahnya mencapai 131.844 orang. Di Jawa Tengah sebanyak 114.229 orang, disusul Sulawesi Selatan 103.849 orang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M4,7 Guncang Melonguane Sulut Pagi Ini

Jumlah nelayan di Sumatera Utara menduduki peringkat keempat yaitu  88.837 orang,  Sulawesi Tenggara (64.911 orang), Aceh  (55.591 orang), dan Jawa Barat (55.187 orang), termasuk di Babelan.

Ganjar mengatakan, selama ini alokasi bahan bakar di setiap wilayah, khususnya di daerah pesisir adalah berbasis data. Masyarakat  yang berprofesi sebagai nelayan,  membutuhkan pasokan bahan bakar setiap hari untuk melaut. Namun, produktivitasnya akan terganggu apabila  pasokan bahan bakar tidak mencukupi.

&quot;Yang dibutuhkan, sekali lagi data jumlah nelayan. Kalau kemudian mereka itu sudah jelas  jumlahnya, dia profesinya nelayan, maka beban BBM-nya  bisa dialokasi sesuai kebutuhan,&quot; ujarnya.

Menurut Ganjar, pemerataan pasokan bahan bakar di daerah, khususnya di luar Pulau Jawa, sudah saatnya dilakukan berdasarkan data kebutuhan masyarakat secara riil.



&quot;Supaya tidak ada lagi masyarakat di daerah yang harus ngantre berjam-jam, bahkan berhari-hari di pom bensin untuk mendapatkan bahan bakar. Padahal, mereka membutuhkan bahan bakar untuk mencari nafkah,&quot; ucapnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNC8xLzE3NTE2Mi81L3g4cWs3NDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;nbsp;JAKARTA - Calon presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo memastikan kecukupan alokasi bahan bakar di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), untuk  meningkatkan produktivitas nelayan di seluruh Indonesia. Selain itu, antrean panjang dalam pengisian bahan bakar juga akan dipangkas.

&quot;SPBN adalah pom bensin khusus untuk para nelayan. Bisa kita tingkatkan alokasi bahan bakarnya, kita hidupkan kembali,&quot; kata Ganjar saat bertemu para nelayan di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Prioritaskan Evaluasi UU Ciptaker dengan Pertemukan Buruh, Pengusaha dan Pemerintah

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), hingga akhir tahun 2022, jumlah nelayan di seluruh Indonesia mencapai 1,27 juta orang. Jumlah itu berkurang sekitar 5,22% dibandingkan tahun 2021, yang sebesar 1,34 juta orang.

Sementara itu, sebaran nelayan, berdasarkan data Kemendagri, paling banyak  di Provinsi Jawa Timur, di mana  hingga akhir tahun 2022 jumlahnya mencapai 131.844 orang. Di Jawa Tengah sebanyak 114.229 orang, disusul Sulawesi Selatan 103.849 orang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M4,7 Guncang Melonguane Sulut Pagi Ini

Jumlah nelayan di Sumatera Utara menduduki peringkat keempat yaitu  88.837 orang,  Sulawesi Tenggara (64.911 orang), Aceh  (55.591 orang), dan Jawa Barat (55.187 orang), termasuk di Babelan.

Ganjar mengatakan, selama ini alokasi bahan bakar di setiap wilayah, khususnya di daerah pesisir adalah berbasis data. Masyarakat  yang berprofesi sebagai nelayan,  membutuhkan pasokan bahan bakar setiap hari untuk melaut. Namun, produktivitasnya akan terganggu apabila  pasokan bahan bakar tidak mencukupi.

&quot;Yang dibutuhkan, sekali lagi data jumlah nelayan. Kalau kemudian mereka itu sudah jelas  jumlahnya, dia profesinya nelayan, maka beban BBM-nya  bisa dialokasi sesuai kebutuhan,&quot; ujarnya.

Menurut Ganjar, pemerataan pasokan bahan bakar di daerah, khususnya di luar Pulau Jawa, sudah saatnya dilakukan berdasarkan data kebutuhan masyarakat secara riil.



&quot;Supaya tidak ada lagi masyarakat di daerah yang harus ngantre berjam-jam, bahkan berhari-hari di pom bensin untuk mendapatkan bahan bakar. Padahal, mereka membutuhkan bahan bakar untuk mencari nafkah,&quot; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
