<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Bocah SD Ditemukan Tewas Tenggelam Usai Main di Kolam Dekat Perumahan</title><description>Dua bocah SD ditemukan tewas tenggelam di kolam yang diduga dikawasan perumahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/15/340/2939277/2-bocah-sd-ditemukan-tewas-tenggelam-usai-main-di-kolam-dekat-perumahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/15/340/2939277/2-bocah-sd-ditemukan-tewas-tenggelam-usai-main-di-kolam-dekat-perumahan"/><item><title>2 Bocah SD Ditemukan Tewas Tenggelam Usai Main di Kolam Dekat Perumahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/15/340/2939277/2-bocah-sd-ditemukan-tewas-tenggelam-usai-main-di-kolam-dekat-perumahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/15/340/2939277/2-bocah-sd-ditemukan-tewas-tenggelam-usai-main-di-kolam-dekat-perumahan</guid><pubDate>Jum'at 15 Desember 2023 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/15/340/2939277/2-bocah-sd-ditemukan-tewas-tenggelam-usai-main-di-kolam-dekat-perumahan-zyB6ykgRLr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TKP dua bocah SD tewas tenggelam di kolam dekat perumahan (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/15/340/2939277/2-bocah-sd-ditemukan-tewas-tenggelam-usai-main-di-kolam-dekat-perumahan-zyB6ykgRLr.jpg</image><title>TKP dua bocah SD tewas tenggelam di kolam dekat perumahan (Foto : MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOC8xLzE3NDgzOC81L3g4cWNpa3A=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

MUAROJAMBI - Dua bocah sekolah dasar (SD) di Desa Kasang Kota Karang, Kabupaten Muarojambi, Jambi ditemukan tewas tenggelam di kolam yang diduga di kawasan perumahan.

Diduga, kedua bocah malang tersebut tidak bisa berenang ditambah lagi, dalamnya kolam tersebut.

&quot;Kejadiannya Kamis kemarin. Korban berinisial Rm (9) warga Desa Kota Karang dan Al (8) warga Lopak Alai,&quot; ungkap Kanit Reskrim Polsek Kumpeh Ulu, Ipda Heri Pratama, Jumat (15/12/2023).


BACA JUGA:
Menantu Bakar Rumah Mertua, Motifnya Tak Terima Digugat Cerai Istri


Dia menceritakan, mulanya orangtua salah satu korban mencari anaknya yang belum pulang ke rumah. Dari keterangan warga yang ditemuinya, ada melihat dua bocah berjalan menuju ke arah kolam di dekat perumahan.

Sesampainya di kolam, orangtua korban menemukan pakaian dan sendal di pinggir kolam.


BACA JUGA:
Terungkap! Ini Pesan di Laptop Ayah Pembunuh 4 Anaknya di Jagakarsa


Curiga dengan situasi tersebut, orangtua dari korban tersebut nekat menyelam kedalam kolam untuk melakukan pencarian. Kecurigaannya benar adanya. Anaknya tenggelam di dasar kolam tersebut.

&quot;Setelah beberapa saat menyelam, ditemukanlah salah satu korban didalam kolam dan disusul korban kedua didalam kolam yang sama,&quot; tuturnya.Nahas, saat diangkat dari dalam kolam, dua bocah yang berteman karib tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

&quot;Saat ini, jasad dua bocah tenggelam sudah dibawa pulang ke rumah duka masing-masing dan sudah dimakamkan,&quot; imbuh Heri.


BACA JUGA:
Terus Menjadi PR Pemerintah, TPN: Ganjar-Mahfud Berkomitmen Selesaikan Semua Masalah HAM Masa Lalu di Indonesia


Dalam musibah tersebut, kedua orang tua dari bocah tenggelam tersebut tidak menuntut dan menolak untuk divisum oleh petugas.

&amp;ldquo;Orangtua kedua korban sudah menerima dan menganggap kejadian tersebut sebuah musibah. Kedua orangtua korban juga membuat surat pernyataan dan menolak untuk divisum,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOC8xLzE3NDgzOC81L3g4cWNpa3A=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

MUAROJAMBI - Dua bocah sekolah dasar (SD) di Desa Kasang Kota Karang, Kabupaten Muarojambi, Jambi ditemukan tewas tenggelam di kolam yang diduga di kawasan perumahan.

Diduga, kedua bocah malang tersebut tidak bisa berenang ditambah lagi, dalamnya kolam tersebut.

&quot;Kejadiannya Kamis kemarin. Korban berinisial Rm (9) warga Desa Kota Karang dan Al (8) warga Lopak Alai,&quot; ungkap Kanit Reskrim Polsek Kumpeh Ulu, Ipda Heri Pratama, Jumat (15/12/2023).


BACA JUGA:
Menantu Bakar Rumah Mertua, Motifnya Tak Terima Digugat Cerai Istri


Dia menceritakan, mulanya orangtua salah satu korban mencari anaknya yang belum pulang ke rumah. Dari keterangan warga yang ditemuinya, ada melihat dua bocah berjalan menuju ke arah kolam di dekat perumahan.

Sesampainya di kolam, orangtua korban menemukan pakaian dan sendal di pinggir kolam.


BACA JUGA:
Terungkap! Ini Pesan di Laptop Ayah Pembunuh 4 Anaknya di Jagakarsa


Curiga dengan situasi tersebut, orangtua dari korban tersebut nekat menyelam kedalam kolam untuk melakukan pencarian. Kecurigaannya benar adanya. Anaknya tenggelam di dasar kolam tersebut.

&quot;Setelah beberapa saat menyelam, ditemukanlah salah satu korban didalam kolam dan disusul korban kedua didalam kolam yang sama,&quot; tuturnya.Nahas, saat diangkat dari dalam kolam, dua bocah yang berteman karib tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

&quot;Saat ini, jasad dua bocah tenggelam sudah dibawa pulang ke rumah duka masing-masing dan sudah dimakamkan,&quot; imbuh Heri.


BACA JUGA:
Terus Menjadi PR Pemerintah, TPN: Ganjar-Mahfud Berkomitmen Selesaikan Semua Masalah HAM Masa Lalu di Indonesia


Dalam musibah tersebut, kedua orang tua dari bocah tenggelam tersebut tidak menuntut dan menolak untuk divisum oleh petugas.

&amp;ldquo;Orangtua kedua korban sudah menerima dan menganggap kejadian tersebut sebuah musibah. Kedua orangtua korban juga membuat surat pernyataan dan menolak untuk divisum,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
