<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simbol Harapan Seniman Tradisi, Ganjar Dihadiahi Wayang Golek Ksatria</title><description>Simbol Harapan Seniman Tradisi, Ganjar Dihadiahi Wayang Golek Ksatria
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/15/525/2939471/simbol-harapan-seniman-tradisi-ganjar-dihadiahi-wayang-golek-ksatria</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/15/525/2939471/simbol-harapan-seniman-tradisi-ganjar-dihadiahi-wayang-golek-ksatria"/><item><title>Simbol Harapan Seniman Tradisi, Ganjar Dihadiahi Wayang Golek Ksatria</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/15/525/2939471/simbol-harapan-seniman-tradisi-ganjar-dihadiahi-wayang-golek-ksatria</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/15/525/2939471/simbol-harapan-seniman-tradisi-ganjar-dihadiahi-wayang-golek-ksatria</guid><pubDate>Jum'at 15 Desember 2023 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/15/525/2939471/simbol-harapan-seniman-tradisi-ganjar-dihadiahi-wayang-golek-ksatria-Frw7qtzCLD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar dihadiahi wayang golek ksatria. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/15/525/2939471/simbol-harapan-seniman-tradisi-ganjar-dihadiahi-wayang-golek-ksatria-Frw7qtzCLD.jpg</image><title>Ganjar dihadiahi wayang golek ksatria. (Ist)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xLzE3NTA2My81L3g4cWhob3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

KARAWANG - Ganjar Pranowo singgah di sanggar wayang golek Gentra Manah di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe saat safari ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (15/12/2023). Capres nomor urut 3 itu pun diberi hadiah wayang ksatria yang suka berjuang keras dan berkarakter jujur oleh Ki Dalang Darsa Wibiksana.


Ganjar tiba di kediaman Ki Darsa disambut tarian dan pengalungan bunga. Selepas itu, Ganjar dipersilakan ke tempat latihan di lantai dua rumahnya. Di sana, keduanya berdiskusi tentang pengembangan kesenian terutama wayang.


Politikus berambut putih itu pun disuguhi penampilan singkat Ki Darsa, yang memainkan tokoh Cepot. Lalu, dalang yang juga ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Barat itu menghadiahi Ganjar sebuah wayang ksatria berkarakter jujur.







BACA JUGA:
Senam Pagi Bareng Warga, Siti Atikoh Ganjar:  Olahraga Bikin Sehat dan Menguatkan Keluarga















&quot;Itu tadi wayang ksatria yang memiliki makna sosok yang adil dan bijaksana. Ya karena Pak Ganjar akan membawa amanah buat negara dan bangsa,&quot; kata Ki Darsa.


Selain itu, hadiah wayang tersebut juga sebagai harapan para dalang agar Ganjar nantinya selalu ingat betapa pentingnya kesenian, terutama wayang.







BACA JUGA:
 TPN Desak Bawaslu Selidiki Hilangnya Puluhan Baliho Ganjar-Mahfud di Banten&amp;nbsp; &amp;nbsp;















&quot;Agar Pak Ganjar selalu ingat kalau 7 November itu hari wayang nasional. Karena generasi muda harus tahu dan cinta terhadap seni dan kearifan lokal,&quot; ucapnya.


Sementara, Ganjar Pranowo mengapresiasi Ki Darsa yang telah merelakan dirinya untuk menjadi penjaga sekaligus pelestari seni dan budaya.








BACA JUGA:
Sambangi Rumah Pengasingan Soekarno-Hatta di Rangasdengklok, Ganjar Disambut Antusias Masyarakat















&quot;Ini tidak lagi bicara pelestarian tapi sudah pengembangan. Kita bersama-sama berupaya agar kesenian dapat terus ada, terjaga dan berkembang sampai ke generasi berikutnya,&quot; tandasnya.



</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xLzE3NTA2My81L3g4cWhob3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

KARAWANG - Ganjar Pranowo singgah di sanggar wayang golek Gentra Manah di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe saat safari ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (15/12/2023). Capres nomor urut 3 itu pun diberi hadiah wayang ksatria yang suka berjuang keras dan berkarakter jujur oleh Ki Dalang Darsa Wibiksana.


Ganjar tiba di kediaman Ki Darsa disambut tarian dan pengalungan bunga. Selepas itu, Ganjar dipersilakan ke tempat latihan di lantai dua rumahnya. Di sana, keduanya berdiskusi tentang pengembangan kesenian terutama wayang.


Politikus berambut putih itu pun disuguhi penampilan singkat Ki Darsa, yang memainkan tokoh Cepot. Lalu, dalang yang juga ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Barat itu menghadiahi Ganjar sebuah wayang ksatria berkarakter jujur.







BACA JUGA:
Senam Pagi Bareng Warga, Siti Atikoh Ganjar:  Olahraga Bikin Sehat dan Menguatkan Keluarga















&quot;Itu tadi wayang ksatria yang memiliki makna sosok yang adil dan bijaksana. Ya karena Pak Ganjar akan membawa amanah buat negara dan bangsa,&quot; kata Ki Darsa.


Selain itu, hadiah wayang tersebut juga sebagai harapan para dalang agar Ganjar nantinya selalu ingat betapa pentingnya kesenian, terutama wayang.







BACA JUGA:
 TPN Desak Bawaslu Selidiki Hilangnya Puluhan Baliho Ganjar-Mahfud di Banten&amp;nbsp; &amp;nbsp;















&quot;Agar Pak Ganjar selalu ingat kalau 7 November itu hari wayang nasional. Karena generasi muda harus tahu dan cinta terhadap seni dan kearifan lokal,&quot; ucapnya.


Sementara, Ganjar Pranowo mengapresiasi Ki Darsa yang telah merelakan dirinya untuk menjadi penjaga sekaligus pelestari seni dan budaya.








BACA JUGA:
Sambangi Rumah Pengasingan Soekarno-Hatta di Rangasdengklok, Ganjar Disambut Antusias Masyarakat















&quot;Ini tidak lagi bicara pelestarian tapi sudah pengembangan. Kita bersama-sama berupaya agar kesenian dapat terus ada, terjaga dan berkembang sampai ke generasi berikutnya,&quot; tandasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
