<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesan Khusus Mahfud MD ke Wisudawan UNP: Jangan Banggakan Ijazah, tapi Landasi dengan Moral</title><description>Dalam kesempatannya, Mahfud berpesan agar para wisudawan tidak hanya membanggakan ijazahnya, tapi dengan landasan moral.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/17/337/2940253/pesan-khusus-mahfud-md-ke-wisudawan-unp-jangan-banggakan-ijazah-tapi-landasi-dengan-moral</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/17/337/2940253/pesan-khusus-mahfud-md-ke-wisudawan-unp-jangan-banggakan-ijazah-tapi-landasi-dengan-moral"/><item><title>Pesan Khusus Mahfud MD ke Wisudawan UNP: Jangan Banggakan Ijazah, tapi Landasi dengan Moral</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/17/337/2940253/pesan-khusus-mahfud-md-ke-wisudawan-unp-jangan-banggakan-ijazah-tapi-landasi-dengan-moral</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/17/337/2940253/pesan-khusus-mahfud-md-ke-wisudawan-unp-jangan-banggakan-ijazah-tapi-landasi-dengan-moral</guid><pubDate>Minggu 17 Desember 2023 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/17/337/2940253/pesan-khusus-mahfud-md-ke-wisuda-unp-jangan-banggakan-ijazah-tapi-landasi-dengan-moral-tPmWqVrwe8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD di UNP (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/17/337/2940253/pesan-khusus-mahfud-md-ke-wisuda-unp-jangan-banggakan-ijazah-tapi-landasi-dengan-moral-tPmWqVrwe8.jpg</image><title>Mahfud MD di UNP (Foto: MPI)</title></images><description>
PADANG  - Menteri Koordinator bidang politik hukum dan keamanan (Menkopolhukam) yang juga merupakan calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut tiga, Mahfud MD memberikan pesan khusus dalam acara wisuda mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) ke-133 yang digelar Minggu (17/12/2023).
&quot;Pertama, saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati hari ini. Selamat telah lulus dari UNP,&quot; kata Mahfud saat mengawali orasi ilmiahnya di auditorium UNP.

BACA JUGA:
Hadiri Wisuda Universitas Negeri Padang, Mahfud MD Bakal Berikan Orasi Ilmiah

Dalam kesempatannya, Mahfud berpesan agar para wisudawan tidak hanya membanggakan ijazahnya, tapi dengan landasan moral.
dia ingin memyampaikan pesan dua hal. Pesan pertama, para wisudawan dan wisudawati diminta untuk bersiap diri untuk masuk ke dalam sebuah laboratorium kehidupan yang sesungguhnya di tengah masyarakat.
&quot;Kalau di laboratorium sini, kampus, maka saudara bisa diulang-ulang, belajar lagi, panggil dosennya, 'pak saya belum lulus ini'. (tapi) Kalau di masyarakat, begitu salah, apalagi kalau salahnya fatal, itu akan sulit memperbaiki. Oleh sebab itu, hati-hati saudara melangkah dari kampus ini pada hari ini,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Viral Prabowo Bilang Ndasmu Etik, Jubir Ganjar-Mahfud: Mungkin Masih Frustasi

Berkenaaan dari itu, kata dia, ada pesan kedua dari dirinya selaku senior di dunia akademik. Pesan kedua ini, berkaitan dengan selembar kertas yang biasa dikenal sebagai sebutan ijazah. Menurutnya, ijazah itu hanya dijadikan sebagai bukti keahlian saja.
&quot;Tapi sarjana itu belum tentu intelektual. Dulu Bung Hatta tokoh dari sini yang sangat terkenal, pernah berbicara tentang tanggung jawab kaum intelejensia. Di mana di situ dikatakan sarjana itu belum tentu intelejensia, belum tentu intelek,&quot; tuturnya.Mahfud mengatakan, sarjana hanya keahlian formal saja. Sementara, intelektual adalah kemuliaan. Karena itu, dia berpesan jika kelak ingin berhasil, maka bukan saja memanfaatkan keahlian, tapi juga intelektualnya.
Mantan Ketua Hakim Konstitusi (MK) itu mengingatkan bahwa kesarjaan sebenarnya itu bisa dijadikan sebagai alat kejahatan. &quot;Jadi banggakan ijazah Anda hari ini, tapi landasi dia dengan sikap moral,&quot; katanya melanjutkan.</description><content:encoded>
PADANG  - Menteri Koordinator bidang politik hukum dan keamanan (Menkopolhukam) yang juga merupakan calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut tiga, Mahfud MD memberikan pesan khusus dalam acara wisuda mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) ke-133 yang digelar Minggu (17/12/2023).
&quot;Pertama, saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati hari ini. Selamat telah lulus dari UNP,&quot; kata Mahfud saat mengawali orasi ilmiahnya di auditorium UNP.

BACA JUGA:
Hadiri Wisuda Universitas Negeri Padang, Mahfud MD Bakal Berikan Orasi Ilmiah

Dalam kesempatannya, Mahfud berpesan agar para wisudawan tidak hanya membanggakan ijazahnya, tapi dengan landasan moral.
dia ingin memyampaikan pesan dua hal. Pesan pertama, para wisudawan dan wisudawati diminta untuk bersiap diri untuk masuk ke dalam sebuah laboratorium kehidupan yang sesungguhnya di tengah masyarakat.
&quot;Kalau di laboratorium sini, kampus, maka saudara bisa diulang-ulang, belajar lagi, panggil dosennya, 'pak saya belum lulus ini'. (tapi) Kalau di masyarakat, begitu salah, apalagi kalau salahnya fatal, itu akan sulit memperbaiki. Oleh sebab itu, hati-hati saudara melangkah dari kampus ini pada hari ini,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Viral Prabowo Bilang Ndasmu Etik, Jubir Ganjar-Mahfud: Mungkin Masih Frustasi

Berkenaaan dari itu, kata dia, ada pesan kedua dari dirinya selaku senior di dunia akademik. Pesan kedua ini, berkaitan dengan selembar kertas yang biasa dikenal sebagai sebutan ijazah. Menurutnya, ijazah itu hanya dijadikan sebagai bukti keahlian saja.
&quot;Tapi sarjana itu belum tentu intelektual. Dulu Bung Hatta tokoh dari sini yang sangat terkenal, pernah berbicara tentang tanggung jawab kaum intelejensia. Di mana di situ dikatakan sarjana itu belum tentu intelejensia, belum tentu intelek,&quot; tuturnya.Mahfud mengatakan, sarjana hanya keahlian formal saja. Sementara, intelektual adalah kemuliaan. Karena itu, dia berpesan jika kelak ingin berhasil, maka bukan saja memanfaatkan keahlian, tapi juga intelektualnya.
Mantan Ketua Hakim Konstitusi (MK) itu mengingatkan bahwa kesarjaan sebenarnya itu bisa dijadikan sebagai alat kejahatan. &quot;Jadi banggakan ijazah Anda hari ini, tapi landasi dia dengan sikap moral,&quot; katanya melanjutkan.</content:encoded></item></channel></rss>
