<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Megawati Soekarnoputri Bakal Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Bahas Apa?</title><description>Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Paus Fransiskus, di Vatikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/17/337/2940294/megawati-soekarnoputri-bakal-bertemu-paus-fransiskus-di-vatikan-bahas-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/17/337/2940294/megawati-soekarnoputri-bakal-bertemu-paus-fransiskus-di-vatikan-bahas-apa"/><item><title>Megawati Soekarnoputri Bakal Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Bahas Apa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/17/337/2940294/megawati-soekarnoputri-bakal-bertemu-paus-fransiskus-di-vatikan-bahas-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/17/337/2940294/megawati-soekarnoputri-bakal-bertemu-paus-fransiskus-di-vatikan-bahas-apa</guid><pubDate>Minggu 17 Desember 2023 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/17/337/2940294/megawati-soekarnoputri-bakal-bertemu-paus-fransiskus-di-vatikan-bahas-apa-LcYwToSOhM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Megawati Soekarnoputri (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/17/337/2940294/megawati-soekarnoputri-bakal-bertemu-paus-fransiskus-di-vatikan-bahas-apa-LcYwToSOhM.jpg</image><title>Megawati Soekarnoputri (Foto : Istimewa)</title></images><description>ROMA - Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Paus Fransiskus, di Vatikan. Pertemuan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada, Senin 18 Desember 2023.
Dalam pertemuan yang bakal berlangsung di Istana Apostolik ini, Megawati dalam kapasitas sebagai salah satu dewan juri dalam Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia atau Zayed Award for Human Fraternity 2024.

BACA JUGA:
Aksi Damai di Depan Kedubes AS: Palestina Adah Ruh dan Jiwa Kita

Di mana, Megawati bersama lima orang tokoh dunia diberi kehormatan menjadi juri dalam ajang pencarian tokoh Persaudaraan Manusia tersebut.
Hal itu disampaikan Megawati usai tiba di Roma, Italia pada Sabtu 16 Desember 2023,malam waktu setempat atau Minggu (17/12/2023) Waktu Indonesia Barat. Di mana, kehadiran Megawati disambut oleh Sekretaris Jenderal Zayed Award Mohamed Abdelsalam dan Manager Program Zayed Award, Khadija Kabli.
&amp;ldquo;Oh iya, memang kami (para juri Zayed Award) bertemu (Paus Fransiskus). Karena beliau juga nantinya terakhir (memutuskan) yang ikut juga dan diskusi setelah (menentukan nominasi),&amp;rdquo; kata Megawati dalam keterangan tertulisnya.
Megawati menambahkan, bahwa saat ini dewan juri telah melakukan seleksi dan telah masuk ke dalam tahap nominasi sebanyak 30 orang dari seluruh dunia.

BACA JUGA:
Hary Tanoe Sebut Pedagang Kecil Butuh Kebjijakan Tepat Sasaran

Nantinya, pada rapat dewan juri hari ini, Minggu (17/12/2023), akan dibahas kembali soal 30 orang yang nominasi tersebut. Selanjutnya, nama itu akan disampaikan kepada Paus Fansiskus untuk didiskusikan dan lolos ketahap berikutnya.
&amp;ldquo;Nah, itu nanti mengerucut hingga akhirnya dengan bapak Paus, yang juga ikut mendiskusikan untuk mendapatkan siapa saja yang ternominasi,&amp;rdquo; ujarnya.Megawati menyampaikan, jika pertemuan dewan juri Zayed Award di Roma, Italia ini merupakan puncak pembahasan nama-nama yang akan diumumkan pada Februari 2024, mendatang.
Di mana, penyerahan Zayed Award akan diselenggarakan pada 4 Februari 2024 yang bertepatan dengan Hari Persaudaraan Manusia Internasional yang diakui PBB.
&amp;ldquo;Jadi kesini itu (rapat dewan juri) selesai. Karena kalau untuk intinya itu di Abu Dhabi nanti,&amp;rdquo; tuturnya.
Adapun, dewan juri Zayed Award lainnya, antara lain Prefek Emeritus Tahta Suci Dikasteri Gereja Oriental Kardinal Leonardo Sandri, Sekjen Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) Rebeca Grynspan Mayufis, Ketua Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional Rabbi Abraham Cooper, mantan Direktur Jenderal UNESCO dan mantan menteri Bulgaria Irina Bokova, dan Sekjen Zayed Award Mohamed Abdelsalam.

BACA JUGA:
Hasto Bakal Dampingi Siti Atikoh Sosialisasikan KTP Sakti ke Jatim hingga Jateng

Sebagai informasi, dalam Zayed Award tersebut, Megawati menjadi anggota dewan juri independen dan internasional bersama lima tokoh dunia lainnya.
Mereka adalah Prefek Emeritus Tahta Suci Dikasteri Gereja Oriental, Kardinal Leonardo Sandri, Sekjen Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Rebeca Grynspan Mayufis, Ketua Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional, Rabbi Abraham Cooper, mantan direktur jenderal UNESCO dan mantan menteri Bulgaria, Irina Bokova, dan Sekjen Zayed Award, Mohamed Abdelsalam.
Sebagai perwakilan dari berbagai bidang keahlian, para anggota dewan juri Zayed Award 2024 dipilih karena komitmen mereka terhadap pelayanan sosial di seluruh penjuru dunia dan dalam upaya hidup berdampingan secara damai.Zayed Award ini digelar untuk mengapresiasi individu dan entitas yang berkontribusi besar terhadap kemajuan peradaban manusia dan hidup berdampingan secara damai. Zayed Award pertama kali dilaksanakan pada 2019 setelah penandatanganan dokumen persaudaraan manusia yang bersejarah oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pemenang Zayed Award akan mendapatkan hadiah senilai USD 1 juta.
Penyerahan Zayed Award akan diselenggarakan pada 4 Februari 2024 yang bertepatan dengan Hari Persaudaraan Manusia Internasional yang diakui PBB.
Agenda ini juga menandai peringatan penandatanganan dokumen persaudaraan manusia oleh Paus Fransiskus dan Ahmed Al-Tayeb.</description><content:encoded>ROMA - Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Paus Fransiskus, di Vatikan. Pertemuan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada, Senin 18 Desember 2023.
Dalam pertemuan yang bakal berlangsung di Istana Apostolik ini, Megawati dalam kapasitas sebagai salah satu dewan juri dalam Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia atau Zayed Award for Human Fraternity 2024.

BACA JUGA:
Aksi Damai di Depan Kedubes AS: Palestina Adah Ruh dan Jiwa Kita

Di mana, Megawati bersama lima orang tokoh dunia diberi kehormatan menjadi juri dalam ajang pencarian tokoh Persaudaraan Manusia tersebut.
Hal itu disampaikan Megawati usai tiba di Roma, Italia pada Sabtu 16 Desember 2023,malam waktu setempat atau Minggu (17/12/2023) Waktu Indonesia Barat. Di mana, kehadiran Megawati disambut oleh Sekretaris Jenderal Zayed Award Mohamed Abdelsalam dan Manager Program Zayed Award, Khadija Kabli.
&amp;ldquo;Oh iya, memang kami (para juri Zayed Award) bertemu (Paus Fransiskus). Karena beliau juga nantinya terakhir (memutuskan) yang ikut juga dan diskusi setelah (menentukan nominasi),&amp;rdquo; kata Megawati dalam keterangan tertulisnya.
Megawati menambahkan, bahwa saat ini dewan juri telah melakukan seleksi dan telah masuk ke dalam tahap nominasi sebanyak 30 orang dari seluruh dunia.

BACA JUGA:
Hary Tanoe Sebut Pedagang Kecil Butuh Kebjijakan Tepat Sasaran

Nantinya, pada rapat dewan juri hari ini, Minggu (17/12/2023), akan dibahas kembali soal 30 orang yang nominasi tersebut. Selanjutnya, nama itu akan disampaikan kepada Paus Fansiskus untuk didiskusikan dan lolos ketahap berikutnya.
&amp;ldquo;Nah, itu nanti mengerucut hingga akhirnya dengan bapak Paus, yang juga ikut mendiskusikan untuk mendapatkan siapa saja yang ternominasi,&amp;rdquo; ujarnya.Megawati menyampaikan, jika pertemuan dewan juri Zayed Award di Roma, Italia ini merupakan puncak pembahasan nama-nama yang akan diumumkan pada Februari 2024, mendatang.
Di mana, penyerahan Zayed Award akan diselenggarakan pada 4 Februari 2024 yang bertepatan dengan Hari Persaudaraan Manusia Internasional yang diakui PBB.
&amp;ldquo;Jadi kesini itu (rapat dewan juri) selesai. Karena kalau untuk intinya itu di Abu Dhabi nanti,&amp;rdquo; tuturnya.
Adapun, dewan juri Zayed Award lainnya, antara lain Prefek Emeritus Tahta Suci Dikasteri Gereja Oriental Kardinal Leonardo Sandri, Sekjen Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) Rebeca Grynspan Mayufis, Ketua Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional Rabbi Abraham Cooper, mantan Direktur Jenderal UNESCO dan mantan menteri Bulgaria Irina Bokova, dan Sekjen Zayed Award Mohamed Abdelsalam.

BACA JUGA:
Hasto Bakal Dampingi Siti Atikoh Sosialisasikan KTP Sakti ke Jatim hingga Jateng

Sebagai informasi, dalam Zayed Award tersebut, Megawati menjadi anggota dewan juri independen dan internasional bersama lima tokoh dunia lainnya.
Mereka adalah Prefek Emeritus Tahta Suci Dikasteri Gereja Oriental, Kardinal Leonardo Sandri, Sekjen Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Rebeca Grynspan Mayufis, Ketua Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional, Rabbi Abraham Cooper, mantan direktur jenderal UNESCO dan mantan menteri Bulgaria, Irina Bokova, dan Sekjen Zayed Award, Mohamed Abdelsalam.
Sebagai perwakilan dari berbagai bidang keahlian, para anggota dewan juri Zayed Award 2024 dipilih karena komitmen mereka terhadap pelayanan sosial di seluruh penjuru dunia dan dalam upaya hidup berdampingan secara damai.Zayed Award ini digelar untuk mengapresiasi individu dan entitas yang berkontribusi besar terhadap kemajuan peradaban manusia dan hidup berdampingan secara damai. Zayed Award pertama kali dilaksanakan pada 2019 setelah penandatanganan dokumen persaudaraan manusia yang bersejarah oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pemenang Zayed Award akan mendapatkan hadiah senilai USD 1 juta.
Penyerahan Zayed Award akan diselenggarakan pada 4 Februari 2024 yang bertepatan dengan Hari Persaudaraan Manusia Internasional yang diakui PBB.
Agenda ini juga menandai peringatan penandatanganan dokumen persaudaraan manusia oleh Paus Fransiskus dan Ahmed Al-Tayeb.</content:encoded></item></channel></rss>
