<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orasi Ilmiah di UNP, Mahfud MD: Banyak Sarjana Hukum Pakai Pasal untuk Menipu Orang</title><description>Mahfud mengatakan, sarjana hanyalah tanda keahlian di bidang ilmu. Sarjana belum tentu intelektual yang berdasar kemuliaan moral.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/17/340/2940336/orasi-ilmiah-di-unp-mahfud-md-banyak-sarjana-hukum-pakai-pasal-untuk-menipu-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/17/340/2940336/orasi-ilmiah-di-unp-mahfud-md-banyak-sarjana-hukum-pakai-pasal-untuk-menipu-orang"/><item><title>Orasi Ilmiah di UNP, Mahfud MD: Banyak Sarjana Hukum Pakai Pasal untuk Menipu Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/17/340/2940336/orasi-ilmiah-di-unp-mahfud-md-banyak-sarjana-hukum-pakai-pasal-untuk-menipu-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/17/340/2940336/orasi-ilmiah-di-unp-mahfud-md-banyak-sarjana-hukum-pakai-pasal-untuk-menipu-orang</guid><pubDate>Minggu 17 Desember 2023 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/17/340/2940336/orasi-ilmiah-di-unp-mahfud-md-banyak-sarjana-hukum-pakai-pasal-untuk-menipu-orang-9HOkWE9yc6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD (Foto: Binti Mufarida)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/17/340/2940336/orasi-ilmiah-di-unp-mahfud-md-banyak-sarjana-hukum-pakai-pasal-untuk-menipu-orang-9HOkWE9yc6.jpg</image><title>Mahfud MD (Foto: Binti Mufarida)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTExNy81L3g4cWlubmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan wisudawan Universitas Negeri Padang (UNP) untuk menjadi intelektual.

Mahfud mengatakan, sarjana hanyalah tanda keahlian di bidang ilmu. Sarjana belum tentu intelektual yang berdasar kemuliaan moral. Artinya, jangan hanya jadi sarjana tetapi harus jadi intelektual.

BACA JUGA:
Blusukan di Lombok Timur, TGB Sosialisasi Menangkan Ganjar-Mahfud


Apalagi, kata Mahfud, banyak sarjana hukum pakai pasal dengan keahliannya untuk menipu orang. Karena kebenaran bukan ditentukan oleh bunyi pasal, tetapi bisikan hati nurani berdasarkan moral.

&quot;Mencerdaskan otak, memuliakan watak. Landasi ijazah Anda dengan moralitas. Di Tanah Minang ini, agama sangat penting sebagai landasan tindakan. Sesuai konstitusi ilmu pengetahuan (Iptek) dikembangkan berdasarkan iman, taqwa, akhlak,&amp;rdquo; kata Mahfud saat mengisi orasi Ilmiah acara di Wisuda Universitas Negeri Padang (UNP), Jalan Prof. Dr. Hamka, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (17/12/2023).

BACA JUGA:
Mahfud MD Sebut Bahaya Radikalisme hingga Korupsi Bisa Jadi Penyebab Negara Hancur


Dikatakan, dari total jumlah koruptor, 84 persen adalah lulusan perguruan tinggi. Jumlah koruptor 1.300, kira-kira 900 orang adalah sarjana.

&amp;ldquo;Tetapi ada 17.600.000 lulusan perguruan tinggi. Yang rusak hanya sedikit. Artinya apa, selain mengasah otak, juga harus perbaiki wataknya. Mari kita jaga Indonesia ini melalui semangat bela negara agar tercapai Indonesia Emas 2045,&amp;rdquo; ungkap Mahfud.

Usai orasi Ilmiah di UNP, Mahfud hadir dalam acara Halaqoh Kebangsaan dan Pelantikan Majelis Dzikir Al Wasilah di Asrama Haji Padang, Jalan Parupuk Tabing, Koto Tangah, Kota Padang. Sesudahnya, Mahfud sempat mampir di Kantor Partai Hanura Padang untuk tanya jawab dengan kader partai pengusung dan awak media.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTExNy81L3g4cWlubmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan wisudawan Universitas Negeri Padang (UNP) untuk menjadi intelektual.

Mahfud mengatakan, sarjana hanyalah tanda keahlian di bidang ilmu. Sarjana belum tentu intelektual yang berdasar kemuliaan moral. Artinya, jangan hanya jadi sarjana tetapi harus jadi intelektual.

BACA JUGA:
Blusukan di Lombok Timur, TGB Sosialisasi Menangkan Ganjar-Mahfud


Apalagi, kata Mahfud, banyak sarjana hukum pakai pasal dengan keahliannya untuk menipu orang. Karena kebenaran bukan ditentukan oleh bunyi pasal, tetapi bisikan hati nurani berdasarkan moral.

&quot;Mencerdaskan otak, memuliakan watak. Landasi ijazah Anda dengan moralitas. Di Tanah Minang ini, agama sangat penting sebagai landasan tindakan. Sesuai konstitusi ilmu pengetahuan (Iptek) dikembangkan berdasarkan iman, taqwa, akhlak,&amp;rdquo; kata Mahfud saat mengisi orasi Ilmiah acara di Wisuda Universitas Negeri Padang (UNP), Jalan Prof. Dr. Hamka, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (17/12/2023).

BACA JUGA:
Mahfud MD Sebut Bahaya Radikalisme hingga Korupsi Bisa Jadi Penyebab Negara Hancur


Dikatakan, dari total jumlah koruptor, 84 persen adalah lulusan perguruan tinggi. Jumlah koruptor 1.300, kira-kira 900 orang adalah sarjana.

&amp;ldquo;Tetapi ada 17.600.000 lulusan perguruan tinggi. Yang rusak hanya sedikit. Artinya apa, selain mengasah otak, juga harus perbaiki wataknya. Mari kita jaga Indonesia ini melalui semangat bela negara agar tercapai Indonesia Emas 2045,&amp;rdquo; ungkap Mahfud.

Usai orasi Ilmiah di UNP, Mahfud hadir dalam acara Halaqoh Kebangsaan dan Pelantikan Majelis Dzikir Al Wasilah di Asrama Haji Padang, Jalan Parupuk Tabing, Koto Tangah, Kota Padang. Sesudahnya, Mahfud sempat mampir di Kantor Partai Hanura Padang untuk tanya jawab dengan kader partai pengusung dan awak media.

</content:encoded></item></channel></rss>
