<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asal-Usul Julukan Pangeran Sambernyawa</title><description>Asal-Usul Julukan Pangeran Sambernyawa
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940354/asal-usul-julukan-pangeran-sambernyawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940354/asal-usul-julukan-pangeran-sambernyawa"/><item><title>Asal-Usul Julukan Pangeran Sambernyawa</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940354/asal-usul-julukan-pangeran-sambernyawa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940354/asal-usul-julukan-pangeran-sambernyawa</guid><pubDate>Senin 18 Desember 2023 06:22 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/17/337/2940354/asal-usul-julukan-pangeran-sambernyawa-L6D6wlXqQs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asal-usul Pangerang Sambernyawa. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/17/337/2940354/asal-usul-julukan-pangeran-sambernyawa-L6D6wlXqQs.jpg</image><title>Asal-usul Pangerang Sambernyawa. (Ist)</title></images><description>


RADEN Mas Said adalah seorang pahlawan Indonesia yang melawan penjajahan Belanda. Dia memiliki julukan Pangeran Sambernyawa.


Melansir berbagai sumber, julukan ini diberikan Nicolaas Hartingh dari perwakilan VOC.

Julukan ini berasal dari kata &amp;ldquo;Samber&amp;rdquo;yang artinya menyerang lalu &amp;ldquo;nyawa&amp;rdquo; yang berarti jiwa. Raden Mas Said mendapat julukan Sambernyawa karena memiliki kemampuan membunuh banyak musuh dalam pertempuran.


Raden Mas Said lahir di Kartasura pada 7 April 1725. Raden Mas Said merupakan putra dari pasangan Pangeran Arya Mangkunegara dan Raden Ayu Wulan. Tetapi, ayahnya Raden Mas Said dibuang oleh VOC ke Srilanka karena sikapnya yang anti-Belanda.


Hal ini akhirnya membuat Raden Mas Said diasuh oleh neneknya yaitu Raden Ajeng Sumanarsa.







BACA JUGA:
Sumpah dan Permintaan Khusus Untung Surapati Sebelum Gugur oleh Peluru Emas VOC










Salah satu kisah heroik Raden Mas Said adalah ketika ia berhasil menebas 600 kepala VOC Belanda. Pada saat peristiwa peperangan di Hutan Seto Kepyok ia dikejar oleh 2 datasemen VOC dan juga sejumlah pasukan Mataram Danureja, Raden Ronggo serta tentara asing.



Dia dan prajuritnya dikepung oleh 1.000 pasukan musuh, pasukan musuh mengepung kampung. Tetapi pada saat peristiwa dikepung dan prajuritnya beristirahat di sebuah gubuk yang kemudian disuguhi sebuah bubur jenang katul oleh Mbok Rondo.








BACA JUGA:
5 Fakta Pangeran Sambernyawa Tebas 600 Kepala VOC Belanda














Bubur jenang Katul yang diberikan oleh Mbok Rondo masih panas tetapi Raden Mas Said langsung melahapnya dari bagian tengah sendok. &amp;ldquo;Jika memakan jenang katul seperti itu akan terasa panas&amp;rdquo;ujar Mbok Rondo ke Raden Mas Said



Setelah itu Raden Mas Said dan prajuritnya keluar gubuk untuk menebas hampir semua pasukan musuh yang mengepung kampung. Ia berhasil menebas 600 orang kepala VOC dan 3 prajurit Raden Mas Said tewas.









</description><content:encoded>


RADEN Mas Said adalah seorang pahlawan Indonesia yang melawan penjajahan Belanda. Dia memiliki julukan Pangeran Sambernyawa.


Melansir berbagai sumber, julukan ini diberikan Nicolaas Hartingh dari perwakilan VOC.

Julukan ini berasal dari kata &amp;ldquo;Samber&amp;rdquo;yang artinya menyerang lalu &amp;ldquo;nyawa&amp;rdquo; yang berarti jiwa. Raden Mas Said mendapat julukan Sambernyawa karena memiliki kemampuan membunuh banyak musuh dalam pertempuran.


Raden Mas Said lahir di Kartasura pada 7 April 1725. Raden Mas Said merupakan putra dari pasangan Pangeran Arya Mangkunegara dan Raden Ayu Wulan. Tetapi, ayahnya Raden Mas Said dibuang oleh VOC ke Srilanka karena sikapnya yang anti-Belanda.


Hal ini akhirnya membuat Raden Mas Said diasuh oleh neneknya yaitu Raden Ajeng Sumanarsa.







BACA JUGA:
Sumpah dan Permintaan Khusus Untung Surapati Sebelum Gugur oleh Peluru Emas VOC










Salah satu kisah heroik Raden Mas Said adalah ketika ia berhasil menebas 600 kepala VOC Belanda. Pada saat peristiwa peperangan di Hutan Seto Kepyok ia dikejar oleh 2 datasemen VOC dan juga sejumlah pasukan Mataram Danureja, Raden Ronggo serta tentara asing.



Dia dan prajuritnya dikepung oleh 1.000 pasukan musuh, pasukan musuh mengepung kampung. Tetapi pada saat peristiwa dikepung dan prajuritnya beristirahat di sebuah gubuk yang kemudian disuguhi sebuah bubur jenang katul oleh Mbok Rondo.








BACA JUGA:
5 Fakta Pangeran Sambernyawa Tebas 600 Kepala VOC Belanda














Bubur jenang Katul yang diberikan oleh Mbok Rondo masih panas tetapi Raden Mas Said langsung melahapnya dari bagian tengah sendok. &amp;ldquo;Jika memakan jenang katul seperti itu akan terasa panas&amp;rdquo;ujar Mbok Rondo ke Raden Mas Said



Setelah itu Raden Mas Said dan prajuritnya keluar gubuk untuk menebas hampir semua pasukan musuh yang mengepung kampung. Ia berhasil menebas 600 orang kepala VOC dan 3 prajurit Raden Mas Said tewas.









</content:encoded></item></channel></rss>
