<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Elektabilitas Ganjar-Mahfud Melejit, Survei Roy Morgan Dinilai Objektif dan Tak Ada Kepentingan</title><description>Jumlah itu meningkat 10 persen sejak kuartal Maret 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940554/elektabilitas-ganjar-mahfud-melejit-survei-roy-morgan-dinilai-objektif-dan-tak-ada-kepentingan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940554/elektabilitas-ganjar-mahfud-melejit-survei-roy-morgan-dinilai-objektif-dan-tak-ada-kepentingan"/><item><title>Elektabilitas Ganjar-Mahfud Melejit, Survei Roy Morgan Dinilai Objektif dan Tak Ada Kepentingan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940554/elektabilitas-ganjar-mahfud-melejit-survei-roy-morgan-dinilai-objektif-dan-tak-ada-kepentingan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940554/elektabilitas-ganjar-mahfud-melejit-survei-roy-morgan-dinilai-objektif-dan-tak-ada-kepentingan</guid><pubDate>Senin 18 Desember 2023 06:23 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/18/337/2940554/elektabilitas-ganjar-mahfud-melejit-survei-roy-morgan-dinilai-objektif-dan-tak-ada-kepentingan-nbK3avRTFG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo dan Mahfud MD/Foto: MPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/18/337/2940554/elektabilitas-ganjar-mahfud-melejit-survei-roy-morgan-dinilai-objektif-dan-tak-ada-kepentingan-nbK3avRTFG.jpg</image><title>Ganjar Pranowo dan Mahfud MD/Foto: MPI</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNy8xLzE3NTI0Mi81L3g4cW5jejY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -Elektabilitas pasangan Capres Cawapres yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo-Mahfud MD meningkat tajam. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei Roy Morgan.
Lembaga survei asal Australia tersebut, menyebut elektabilitas Ganjar-Mahfud memperoleh 38 persen. Jumlah itu meningkat 10 persen sejak kuartal Maret 2023.

BACA JUGA:
Ganjar Sambangi Pasar Pucang yang Sempat Kebakaran, Langsung Telepon Bupati

Diikuti Prabowo Subianto-Gibran Raka Buming Raka 30 persen dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) 25 persen. Ganjar-Mahfud unggul di Pulau Jawa dengan perolehan 41 persen, Prabowo-Gibran 29 persen dan AMIN 25 persen.
Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan, bahwa hasil survei tersebut objektif dan tidak memiliki kepentingan. Sebab lembaga tersebut berasal dari luar negeri dan menggunakan responden secara acak.
&quot;Jejak pendapat non probabilitas, dimana responden bebas memberikan, ganjar teratas artinya apa yang dibuat oleh survei Saya kira itu sangat objektif karena tidak ada kepentingannya,&quot;kata Emrus saat dihubungi MNC Portal, Minggu (17/12/2023).


Elektabilitas Meningkat Tajam, Roy Morgan: Ganjar Pranowo Presiden RI Berikutnya

Menurutnya hal ini berbeda dengan sejumlah survei yang beredar di Indonesia. Dimana dia menduga bahwa survei kerapkali memenangkan salah satu paslon sesuai dengan siapa yang membayar.

&quot;Saya kira kalau jajak pendapat kita elektabilitas kita di Indonesia, tergantung siapa yang bayar. Lain lembaga survei, lain yang menang,&quot;ucapnya.


Sehingga dia menyarankan agar lembaga survei di Indonesia dapat mendiskusikan kembali penggunaan metodologi penelitian untuk ke depan.



&quot;Saya tidak bilang tidak akurat tetapi saya mengatakan bahwa lembaga survei kita di Indonesia masih perlu kita diskusikan,&quot;tandasnya.



Diketahui, survei tersebut dilakukan pada medio Juli - September 2023 dengan 2.630 pemilih Indonesia berusia 17 tahun ke atas.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNy8xLzE3NTI0Mi81L3g4cW5jejY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -Elektabilitas pasangan Capres Cawapres yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo-Mahfud MD meningkat tajam. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei Roy Morgan.
Lembaga survei asal Australia tersebut, menyebut elektabilitas Ganjar-Mahfud memperoleh 38 persen. Jumlah itu meningkat 10 persen sejak kuartal Maret 2023.

BACA JUGA:
Ganjar Sambangi Pasar Pucang yang Sempat Kebakaran, Langsung Telepon Bupati

Diikuti Prabowo Subianto-Gibran Raka Buming Raka 30 persen dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) 25 persen. Ganjar-Mahfud unggul di Pulau Jawa dengan perolehan 41 persen, Prabowo-Gibran 29 persen dan AMIN 25 persen.
Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan, bahwa hasil survei tersebut objektif dan tidak memiliki kepentingan. Sebab lembaga tersebut berasal dari luar negeri dan menggunakan responden secara acak.
&quot;Jejak pendapat non probabilitas, dimana responden bebas memberikan, ganjar teratas artinya apa yang dibuat oleh survei Saya kira itu sangat objektif karena tidak ada kepentingannya,&quot;kata Emrus saat dihubungi MNC Portal, Minggu (17/12/2023).


Elektabilitas Meningkat Tajam, Roy Morgan: Ganjar Pranowo Presiden RI Berikutnya

Menurutnya hal ini berbeda dengan sejumlah survei yang beredar di Indonesia. Dimana dia menduga bahwa survei kerapkali memenangkan salah satu paslon sesuai dengan siapa yang membayar.

&quot;Saya kira kalau jajak pendapat kita elektabilitas kita di Indonesia, tergantung siapa yang bayar. Lain lembaga survei, lain yang menang,&quot;ucapnya.


Sehingga dia menyarankan agar lembaga survei di Indonesia dapat mendiskusikan kembali penggunaan metodologi penelitian untuk ke depan.



&quot;Saya tidak bilang tidak akurat tetapi saya mengatakan bahwa lembaga survei kita di Indonesia masih perlu kita diskusikan,&quot;tandasnya.



Diketahui, survei tersebut dilakukan pada medio Juli - September 2023 dengan 2.630 pemilih Indonesia berusia 17 tahun ke atas.</content:encoded></item></channel></rss>
