<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KTT AZEC, Jokowi Sampaikan Panduan Hadapi Perubahan Iklim</title><description>Jokowi menambahkan, bahwa Indonesia sebagai negara hutan tropis terbesar ke-3 dunia telah melakukan sejumlah hal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940854/ktt-azec-jokowi-sampaikan-panduan-hadapi-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940854/ktt-azec-jokowi-sampaikan-panduan-hadapi-perubahan-iklim"/><item><title>KTT AZEC, Jokowi Sampaikan Panduan Hadapi Perubahan Iklim</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940854/ktt-azec-jokowi-sampaikan-panduan-hadapi-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/18/337/2940854/ktt-azec-jokowi-sampaikan-panduan-hadapi-perubahan-iklim</guid><pubDate>Senin 18 Desember 2023 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/18/337/2940854/ktt-azec-jokowi-sampaikan-panduan-hadapi-perubahan-iklim-sakTH215eW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Kepresidenan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/18/337/2940854/ktt-azec-jokowi-sampaikan-panduan-hadapi-perubahan-iklim-sakTH215eW.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Kepresidenan)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan sejumlah hal yang dapat dijadikan panduan Asia Zero Emission Community (AZEC) untuk menghadapi perubahan iklim di masa mendatang. Salah satunya adalah pengakuan beragam jalur transisi energi.

&quot;Setiap negara miliki strategi transisi energi yang unik dan berbeda karena disusun sesuai kondisi nasional. Indonesia sendiri memiliki Indonesian Way of Just Energy Transition melalui pengembangan EBT dan penguatan upaya dekarbonisasi,&quot; ujar Presiden saat menyampaikan pandangannya pada KTT AZEC yang digelar di Main Hall Kantor PM Jepang, Tokyo, Senin (18/12/2023).

BACA JUGA:
Jokowi: Konflik Palestina hingga Ukraina Imbas Hukum Internasional Tidak Dipatuhi


Jokowi menambahkan, bahwa Indonesia sebagai negara hutan tropis terbesar ke-3 dunia telah melakukan sejumlah hal. Mulai dari pengurangan emisi dengan tekan laju deforestasi dan degradasi hutan serta mengembangkan potensi mangrove untuk serap karbon.

&quot;Saya harap kerja sama AZEC dapat menekankan pentingnya kerja sama dekarbonisasi pendanaan yang inklusif untuk mengembangkan berbagai proyek CCS &amp;amp; CCUS,&quot; ungkap Presiden.

BACA JUGA:
Sejarah dan Asal Usul Kamal Muara, Kampung Nelayan di Pesisir Jakarta


Panduan yang kedua, kata Jokowi, adalah dukungan pendanaan inovatif. Presiden menyebut perkiraan kebutuhan pendanaan transisi energi ASEAN mencapai USD29,4 triliun hingga tahun 2050 mendatang.

Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan _scaling up_ pendanaan berkelanjutan sehingga transisi energi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan bermanfaat bagi rakyat. Selain itu, Indonesia juga telah miliki berbagai pembiayaan inovatif yang kredibel seperti mekanisme transisi energi, sukuk dan obligasi hijau, serta bursa karbon.

&quot;Karena sinergi pemerintah, swasta dan perbankan adalah kunci dan harus jadi _game changer_ untuk mempercepat transisi energi sehingga realisasi proyek prioritas untuk dukung inisiatif pengurangan emisi penting untuk terus didorong,&quot; ungkap Presiden.

&quot;Seperti pembangkit listrik geothermal di Muara Laboh, _waste to energy_ di Legok Nangka, dan pengelolaan lahan gambut di Kalimantan Tengah,&quot; sambungnya.



Melalui panduan tersebut, Presiden pun berharap AZEC dapat menjadi platform yang dengan semangat kolaborasi dapat mengambil bagian konkret dalam upaya pengurangan emisi.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan sejumlah hal yang dapat dijadikan panduan Asia Zero Emission Community (AZEC) untuk menghadapi perubahan iklim di masa mendatang. Salah satunya adalah pengakuan beragam jalur transisi energi.

&quot;Setiap negara miliki strategi transisi energi yang unik dan berbeda karena disusun sesuai kondisi nasional. Indonesia sendiri memiliki Indonesian Way of Just Energy Transition melalui pengembangan EBT dan penguatan upaya dekarbonisasi,&quot; ujar Presiden saat menyampaikan pandangannya pada KTT AZEC yang digelar di Main Hall Kantor PM Jepang, Tokyo, Senin (18/12/2023).

BACA JUGA:
Jokowi: Konflik Palestina hingga Ukraina Imbas Hukum Internasional Tidak Dipatuhi


Jokowi menambahkan, bahwa Indonesia sebagai negara hutan tropis terbesar ke-3 dunia telah melakukan sejumlah hal. Mulai dari pengurangan emisi dengan tekan laju deforestasi dan degradasi hutan serta mengembangkan potensi mangrove untuk serap karbon.

&quot;Saya harap kerja sama AZEC dapat menekankan pentingnya kerja sama dekarbonisasi pendanaan yang inklusif untuk mengembangkan berbagai proyek CCS &amp;amp; CCUS,&quot; ungkap Presiden.

BACA JUGA:
Sejarah dan Asal Usul Kamal Muara, Kampung Nelayan di Pesisir Jakarta


Panduan yang kedua, kata Jokowi, adalah dukungan pendanaan inovatif. Presiden menyebut perkiraan kebutuhan pendanaan transisi energi ASEAN mencapai USD29,4 triliun hingga tahun 2050 mendatang.

Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan _scaling up_ pendanaan berkelanjutan sehingga transisi energi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan bermanfaat bagi rakyat. Selain itu, Indonesia juga telah miliki berbagai pembiayaan inovatif yang kredibel seperti mekanisme transisi energi, sukuk dan obligasi hijau, serta bursa karbon.

&quot;Karena sinergi pemerintah, swasta dan perbankan adalah kunci dan harus jadi _game changer_ untuk mempercepat transisi energi sehingga realisasi proyek prioritas untuk dukung inisiatif pengurangan emisi penting untuk terus didorong,&quot; ungkap Presiden.

&quot;Seperti pembangkit listrik geothermal di Muara Laboh, _waste to energy_ di Legok Nangka, dan pengelolaan lahan gambut di Kalimantan Tengah,&quot; sambungnya.



Melalui panduan tersebut, Presiden pun berharap AZEC dapat menjadi platform yang dengan semangat kolaborasi dapat mengambil bagian konkret dalam upaya pengurangan emisi.

</content:encoded></item></channel></rss>
