<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kumpul Bersama Petani, Alam Ganjar Dengarkan Curhatan soal Pupuk dan Irigasi di Bali</title><description>Alam mendengarkan sejumlah keluhan yang berkaitan dengan optimalisasi saluran irigasi yang belum dilakukan fungsinya secara optimal.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/19/244/2941344/kumpul-bersama-petani-alam-ganjar-dengarkan-curhatan-soal-pupuk-dan-irigasi-di-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/19/244/2941344/kumpul-bersama-petani-alam-ganjar-dengarkan-curhatan-soal-pupuk-dan-irigasi-di-bali"/><item><title>Kumpul Bersama Petani, Alam Ganjar Dengarkan Curhatan soal Pupuk dan Irigasi di Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/19/244/2941344/kumpul-bersama-petani-alam-ganjar-dengarkan-curhatan-soal-pupuk-dan-irigasi-di-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/19/244/2941344/kumpul-bersama-petani-alam-ganjar-dengarkan-curhatan-soal-pupuk-dan-irigasi-di-bali</guid><pubDate>Selasa 19 Desember 2023 12:11 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/19/244/2941344/kumpul-bersama-petani-alam-ganjar-dengarkan-curhatan-soal-pupuk-dan-irigasi-di-bali-U05ZxiTcbb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alam Ganjar kumpul bersama petani di Tabanan, Bali (Foto: Ikhsan Permana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/19/244/2941344/kumpul-bersama-petani-alam-ganjar-dengarkan-curhatan-soal-pupuk-dan-irigasi-di-bali-U05ZxiTcbb.jpg</image><title>Alam Ganjar kumpul bersama petani di Tabanan, Bali (Foto: Ikhsan Permana)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNy8xLzE3NTI0Ni81L3g4cW5pNzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BALI - Hari kedua berada di Bali, Putra Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo, Muhammad Zinedine Alam Ganjar berkesempatan untuk berkumpul bersama petani untuk melihat prespektif dan menyerap aspirasi dari petani di Karma Farm, Mangesta, Tabanan, Bali.

Dalam kesempatan itu, Alam mendengarkan sejumlah keluhan yang berkaitan dengan optimalisasi saluran irigasi yang belum dilakukan fungsinya secara optimal.

&quot;Saluran irigasi itu ternyata menjadi masalah dasar, karena sumber airnya melimpah di sana. Lebih sulit mengatasi sumber air daripada persoalan irigasi. Jadi solusinya udah ada tinggal di eksekusi membentuk jalur irigasi,&quot; kata putra Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh itu, Selasa (19/12/2023).

BACA JUGA:
Pengelolaan Sampah Buruk, Alam Ganjar Ajak Masyarakat Bali Peduli Lingkungan


Selain saluran irigasi, Alam pun menyebutkan keluhan lainnya seperti kelangkaan dan tingginya harga pupuk di pasaran.

&quot;Kalau masalah pupuk memang jadi isu nasional, apalagi Pak Presiden beberapa waktu lalu juga sempat menyinggung dan jadi perioritas utama di pemerintahan periode selanjutnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan,&quot; lanjut Alam.

BACA JUGA:
Ganjar-Mahfud Akan Permudah Pasangan Muda Beli Rumah, Semudah Beli Motor


Demi terwujudnya optimalisasi hal tersebut, menurut Alam, perlu ada kolaborasi dari berbagai pihak, apalagi saat ini Tabanan khususnya di desa Jatiluwih dan Mangesta merupakan salah satu wawasan wisata dunia (WWD).

&quot;Perlu ada kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas bahkan pihak swasta untuk membuat saluran irigasi tersebut,&quot; ungkap Alam.

Selain itu, Tokoh Petani Tabanan I Ketut Suri Astra mengutarakan harapannya agar persoalan tersebut bisa teratasi agar Tabanan mampu jadi lumpung padi nasional dan petani sejahtera.



&quot;Harapan dari kami sebagai petani Tabanan yang selama ini sebagai lumbung padi beras menghadapi sejumlah persoalan terkait pupuk dan saluran irigasi. Karena apabila pupuk sulit dan mahal, maka akan menghambat produktifitas. Begitupun dengan persoalan irigasi apabila sulit akan mempengaruhi hasil panen,&quot; tutupnya.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNy8xLzE3NTI0Ni81L3g4cW5pNzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BALI - Hari kedua berada di Bali, Putra Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo, Muhammad Zinedine Alam Ganjar berkesempatan untuk berkumpul bersama petani untuk melihat prespektif dan menyerap aspirasi dari petani di Karma Farm, Mangesta, Tabanan, Bali.

Dalam kesempatan itu, Alam mendengarkan sejumlah keluhan yang berkaitan dengan optimalisasi saluran irigasi yang belum dilakukan fungsinya secara optimal.

&quot;Saluran irigasi itu ternyata menjadi masalah dasar, karena sumber airnya melimpah di sana. Lebih sulit mengatasi sumber air daripada persoalan irigasi. Jadi solusinya udah ada tinggal di eksekusi membentuk jalur irigasi,&quot; kata putra Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh itu, Selasa (19/12/2023).

BACA JUGA:
Pengelolaan Sampah Buruk, Alam Ganjar Ajak Masyarakat Bali Peduli Lingkungan


Selain saluran irigasi, Alam pun menyebutkan keluhan lainnya seperti kelangkaan dan tingginya harga pupuk di pasaran.

&quot;Kalau masalah pupuk memang jadi isu nasional, apalagi Pak Presiden beberapa waktu lalu juga sempat menyinggung dan jadi perioritas utama di pemerintahan periode selanjutnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan,&quot; lanjut Alam.

BACA JUGA:
Ganjar-Mahfud Akan Permudah Pasangan Muda Beli Rumah, Semudah Beli Motor


Demi terwujudnya optimalisasi hal tersebut, menurut Alam, perlu ada kolaborasi dari berbagai pihak, apalagi saat ini Tabanan khususnya di desa Jatiluwih dan Mangesta merupakan salah satu wawasan wisata dunia (WWD).

&quot;Perlu ada kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas bahkan pihak swasta untuk membuat saluran irigasi tersebut,&quot; ungkap Alam.

Selain itu, Tokoh Petani Tabanan I Ketut Suri Astra mengutarakan harapannya agar persoalan tersebut bisa teratasi agar Tabanan mampu jadi lumpung padi nasional dan petani sejahtera.



&quot;Harapan dari kami sebagai petani Tabanan yang selama ini sebagai lumbung padi beras menghadapi sejumlah persoalan terkait pupuk dan saluran irigasi. Karena apabila pupuk sulit dan mahal, maka akan menghambat produktifitas. Begitupun dengan persoalan irigasi apabila sulit akan mempengaruhi hasil panen,&quot; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
