<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vaksin Booster Covid-19 Tak Lagi Harus dengan Merek Tertentu</title><description>Vaksin Booster Covid-19 Tak Lagi Harus dengan Merek Tertentu
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/19/338/2941358/vaksin-booster-covid-19-tak-lagi-harus-dengan-merek-tertentu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/19/338/2941358/vaksin-booster-covid-19-tak-lagi-harus-dengan-merek-tertentu"/><item><title>Vaksin Booster Covid-19 Tak Lagi Harus dengan Merek Tertentu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/19/338/2941358/vaksin-booster-covid-19-tak-lagi-harus-dengan-merek-tertentu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/19/338/2941358/vaksin-booster-covid-19-tak-lagi-harus-dengan-merek-tertentu</guid><pubDate>Selasa 19 Desember 2023 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/19/338/2941358/vaksin-booster-covid-19-tak-lagi-harus-dengan-merek-tertentu-SwufAOkMiQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin booster Covid-19 tak lagi harus dengan merek tertentu. (Ilustrasi/iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/19/338/2941358/vaksin-booster-covid-19-tak-lagi-harus-dengan-merek-tertentu-SwufAOkMiQ.jpg</image><title>Vaksin booster Covid-19 tak lagi harus dengan merek tertentu. (Ilustrasi/iNews)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xOS8xLzE3NTI4NC81L3g4cXA5aWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Seksi (Kasi) Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama menegaskan, pemberian vaksin Covid-19 tidak melihat merek vaksin sebelumnya.

Hal tersebut ia sampaikan terkait pernyataan banyak netizen perihal kecocokan merek vaksin booster Covid-19 yang sebelumnya dengan vaksin Covid-19 yang beredar saat ini.

&quot;Dok saya sebelumnya pakai merek vaksin COVID-19 Moderna atau Pfizer. Tapi sekarang tidak ada di Indonesia. Jadi tidak bisa vaksin dong? Jawabannya: Bisa,&quot; ujar Ngabila menirukan pernyataan netizen, Selasa (19/12/2023).

Ia menjelaskan alasan merek vaksin booster Covid-19 tidak lagi harus sinkron.

&quot;Saat ini vaksinasi Covid-19 tidak memandang merek vaksin apa sebelumnya yang didapat, tidak peduli kombinasi rejimen lagi,&quot; tambah Ngabila.







BACA JUGA:
 4 Fakta Kasus Covid-19 Kembali Mewabah saat Liburan Nataru 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;











Berbagai merek vaksin Covid-19 yang ada saat ini, dijelaskan Ngabila dapat digunakan baik untuk vaksin pertama, maupun vaksinasi booster.







BACA JUGA:
Update Kasus Covid-19: 243 Orang Positif, Kasus Aktif 2.204












&quot;Yang penting apapun merek vaksin yang sedang tersedia di Indonesia, itu bisa dipakai untuk dosis 1/2/3/4/5. Dan melanjutkan dosis terakhir kita,&quot; ujarnya.

Ngabila menjelaskan, merek vaksin Covid-19 yang ada saat ini sudah dipastikan aman dan halal.








BACA JUGA:
Kasus Melonjak, Menko PMK : Pandemi Covid-19 Tak Akan Kembali














&quot;Saat ini ada merk Inavac yang aman dan halal. Yuk booster segera,&quot; tuturnya.





</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xOS8xLzE3NTI4NC81L3g4cXA5aWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Seksi (Kasi) Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama menegaskan, pemberian vaksin Covid-19 tidak melihat merek vaksin sebelumnya.

Hal tersebut ia sampaikan terkait pernyataan banyak netizen perihal kecocokan merek vaksin booster Covid-19 yang sebelumnya dengan vaksin Covid-19 yang beredar saat ini.

&quot;Dok saya sebelumnya pakai merek vaksin COVID-19 Moderna atau Pfizer. Tapi sekarang tidak ada di Indonesia. Jadi tidak bisa vaksin dong? Jawabannya: Bisa,&quot; ujar Ngabila menirukan pernyataan netizen, Selasa (19/12/2023).

Ia menjelaskan alasan merek vaksin booster Covid-19 tidak lagi harus sinkron.

&quot;Saat ini vaksinasi Covid-19 tidak memandang merek vaksin apa sebelumnya yang didapat, tidak peduli kombinasi rejimen lagi,&quot; tambah Ngabila.







BACA JUGA:
 4 Fakta Kasus Covid-19 Kembali Mewabah saat Liburan Nataru 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;











Berbagai merek vaksin Covid-19 yang ada saat ini, dijelaskan Ngabila dapat digunakan baik untuk vaksin pertama, maupun vaksinasi booster.







BACA JUGA:
Update Kasus Covid-19: 243 Orang Positif, Kasus Aktif 2.204












&quot;Yang penting apapun merek vaksin yang sedang tersedia di Indonesia, itu bisa dipakai untuk dosis 1/2/3/4/5. Dan melanjutkan dosis terakhir kita,&quot; ujarnya.

Ngabila menjelaskan, merek vaksin Covid-19 yang ada saat ini sudah dipastikan aman dan halal.








BACA JUGA:
Kasus Melonjak, Menko PMK : Pandemi Covid-19 Tak Akan Kembali














&quot;Saat ini ada merk Inavac yang aman dan halal. Yuk booster segera,&quot; tuturnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
