<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemungutan Suara PBB Soal Resolusi Gaza Ditunda Lagi hingga Rabu Hari Ini</title><description>Para diplomat telah bekerja keras secara tertutup untuk menyelesaikan rancangan resolusi UEA.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/20/18/2941837/pemungutan-suara-pbb-soal-resolusi-gaza-ditunda-lagi-hingga-rabu-hari-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/20/18/2941837/pemungutan-suara-pbb-soal-resolusi-gaza-ditunda-lagi-hingga-rabu-hari-ini"/><item><title>Pemungutan Suara PBB Soal Resolusi Gaza Ditunda Lagi hingga Rabu Hari Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/20/18/2941837/pemungutan-suara-pbb-soal-resolusi-gaza-ditunda-lagi-hingga-rabu-hari-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/20/18/2941837/pemungutan-suara-pbb-soal-resolusi-gaza-ditunda-lagi-hingga-rabu-hari-ini</guid><pubDate>Rabu 20 Desember 2023 05:49 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/20/18/2941837/pemungutan-suara-pbb-soal-resolusi-gaza-ditunda-lagi-hingga-rabu-hari-ini-RBn6kd2XKn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemungutan Suara PBB soal resolusi Gaza ditunda hingga Rabu hari ini (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/20/18/2941837/pemungutan-suara-pbb-soal-resolusi-gaza-ditunda-lagi-hingga-rabu-hari-ini-RBn6kd2XKn.jpg</image><title>Pemungutan Suara PBB soal resolusi Gaza ditunda hingga Rabu hari ini (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xOS8xLzE3NTI5OC81L3g4cXBpdXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

GAZA &amp;ndash; Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Banga (DK PBB) diperkirakan akan melakukan pemungutan suara pada Rabu (20/12/2023) waktu setempat mengenai resolusi untuk memacu lebih banyak bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, pemungutan suara awalnya dijadwalkan pada Senin (18/12/2023) tetapi kemudian ditunda hingga Selasa (19/12/2023) malam untuk memberikan lebih banyak waktu untuk negosiasi.

Para diplomat telah bekerja keras secara tertutup untuk menyelesaikan rancangan resolusi Uni Emirat Arab (UEA) mengenai seruan penghentian permusuhan di Gaza guna memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.


BACA JUGA:
Tantang AS, Houthi: Serangan di Laut Merah Berlanjut Kecuali Israel Akhiri Perang Gaza

Menunda pemungutan suara hingga Rabu (20/12/2023) menunjukkan bahwa belum tercapai kesepakatan mengenai bahasa yang bisa menghasilkan suara &amp;ldquo;ya&amp;rdquo; dari Amerika Serikat (AS), atau setidaknya abstain, yang akan memungkinkan tindakan tersebut diloloskan.


BACA JUGA:
Biodata Benjamin Needham, Tentara IDF yang Tewas di Gaza Ternyata Juara Kickboxing Inggris

&amp;ldquo;Kami masih mempelajari modalitas resolusi tersebut,&amp;rdquo; kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby, pada Selasa (19/12/2023).
&amp;ldquo;Penting bagi kami agar seluruh dunia memahami apa yang dipertaruhkan di sini dan apa yang dilakukan Hamas pada tanggal 7 Oktober dan bagaimana Israel mempunyai hak untuk mempertahankan diri terhadap ancaman-ancaman tersebut,&amp;rdquo; lanjutnya.
AS dilaporkan masih meninjau naskah rancangan resolusi mengenai Gaza yang akan diputuskan oleh Dewan Keamanan PBB,


AS diketahui telah memveto langkah-langkah sebelumnya di Dewan Keamanan PBB dan menolak seruan gencatan senjata di Majelis Umum PBB yang lebih besar.

Hal ini memberikan arti penting pada pemungutan suara pada Selasa (19/12/2023). Jika AS mengizinkan resolusi tersebut disahkan, hal ini akan menjadi sinyal penting bagi Israel &amp;ndash; termasuk sekutu utamanya &amp;ndash; mengenai meningkatnya protes internasional atas situasi kemanusiaan di Gaza.



Sementara itu, Duta Besar UEA untuk PBB Lana Nusseibeh mengatakan resolusi yang dirancang oleh UEA ini akan menyerukan penghentian permusuhan di Gaza untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xOS8xLzE3NTI5OC81L3g4cXBpdXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

GAZA &amp;ndash; Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Banga (DK PBB) diperkirakan akan melakukan pemungutan suara pada Rabu (20/12/2023) waktu setempat mengenai resolusi untuk memacu lebih banyak bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, pemungutan suara awalnya dijadwalkan pada Senin (18/12/2023) tetapi kemudian ditunda hingga Selasa (19/12/2023) malam untuk memberikan lebih banyak waktu untuk negosiasi.

Para diplomat telah bekerja keras secara tertutup untuk menyelesaikan rancangan resolusi Uni Emirat Arab (UEA) mengenai seruan penghentian permusuhan di Gaza guna memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.


BACA JUGA:
Tantang AS, Houthi: Serangan di Laut Merah Berlanjut Kecuali Israel Akhiri Perang Gaza

Menunda pemungutan suara hingga Rabu (20/12/2023) menunjukkan bahwa belum tercapai kesepakatan mengenai bahasa yang bisa menghasilkan suara &amp;ldquo;ya&amp;rdquo; dari Amerika Serikat (AS), atau setidaknya abstain, yang akan memungkinkan tindakan tersebut diloloskan.


BACA JUGA:
Biodata Benjamin Needham, Tentara IDF yang Tewas di Gaza Ternyata Juara Kickboxing Inggris

&amp;ldquo;Kami masih mempelajari modalitas resolusi tersebut,&amp;rdquo; kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby, pada Selasa (19/12/2023).
&amp;ldquo;Penting bagi kami agar seluruh dunia memahami apa yang dipertaruhkan di sini dan apa yang dilakukan Hamas pada tanggal 7 Oktober dan bagaimana Israel mempunyai hak untuk mempertahankan diri terhadap ancaman-ancaman tersebut,&amp;rdquo; lanjutnya.
AS dilaporkan masih meninjau naskah rancangan resolusi mengenai Gaza yang akan diputuskan oleh Dewan Keamanan PBB,


AS diketahui telah memveto langkah-langkah sebelumnya di Dewan Keamanan PBB dan menolak seruan gencatan senjata di Majelis Umum PBB yang lebih besar.

Hal ini memberikan arti penting pada pemungutan suara pada Selasa (19/12/2023). Jika AS mengizinkan resolusi tersebut disahkan, hal ini akan menjadi sinyal penting bagi Israel &amp;ndash; termasuk sekutu utamanya &amp;ndash; mengenai meningkatnya protes internasional atas situasi kemanusiaan di Gaza.



Sementara itu, Duta Besar UEA untuk PBB Lana Nusseibeh mengatakan resolusi yang dirancang oleh UEA ini akan menyerukan penghentian permusuhan di Gaza untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

</content:encoded></item></channel></rss>
