<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Israel Nyatakan Siap untuk Kembali Adakan Jeda Kemanusiaan di Gaza</title><description>Israel telah menghadapi seruan yang menguat untuk gencatan senjata di Gaza.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/20/18/2942391/israel-nyatakan-siap-untuk-kembali-adakan-jeda-kemanusiaan-di-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/20/18/2942391/israel-nyatakan-siap-untuk-kembali-adakan-jeda-kemanusiaan-di-gaza"/><item><title>Israel Nyatakan Siap untuk Kembali Adakan Jeda Kemanusiaan di Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/20/18/2942391/israel-nyatakan-siap-untuk-kembali-adakan-jeda-kemanusiaan-di-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/20/18/2942391/israel-nyatakan-siap-untuk-kembali-adakan-jeda-kemanusiaan-di-gaza</guid><pubDate>Rabu 20 Desember 2023 21:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/20/18/2942391/israel-nyatakan-siap-untuk-kembali-adakan-jeda-kemanusiaan-di-gaza-eLzhTFtlo7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Israel Isaac Herzog. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/20/18/2942391/israel-nyatakan-siap-untuk-kembali-adakan-jeda-kemanusiaan-di-gaza-eLzhTFtlo7.jpg</image><title>Presiden Israel Isaac Herzog. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTMzMC81L3g4cXFsaHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TEL AVIV - Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan pada Selasa (19/12/2023) bahwa negaranya &quot;siap dengan jeda kemanusiaan lagi&amp;rdquo; untuk menjamin pembebasan sandera yang ditahan di Jalur Gaza.
Herzog berkata demikian saat memberikan uraian kepada para duta besar di Yerusalem.

BACA JUGA:
Pemimpin Hamas Kunjungi Mesir, Bahas Gencatan Senjata Baru di Gaza

&amp;ldquo;Israel siap untuk jeda kemanusiaan lagi dan bantuan kemanusiaan tambahan, untuk memungkinkan pembebasan sandera. Dan tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan (pemimpin Hamas Yahya) Sinwar dan kepemimpinan Hamas,&amp;rdquo; ujarnya sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
Prancis, Inggris, dan Jerman &amp;ndash; beberapa sekutu terdekat Israel &amp;ndash; bergabung dalam seruan global untuk gencatan senjata pada akhir pekan.
Direktur CIA William Burns bertemu dengan kepala badan intelijen Israel Mossad dan perdana menteri Qatar pada hari Senin di Warsawa. Pertemuan ketiga tokoh itu adalah yang pertama sejak gencatan senjata dan pembebasan sekitar 100 sandera dalam kesepakatan yang mereka perantarai.

BACA JUGA:
Makin Banyak Negara yang Desak Gencatan Senjata di Gaza&amp;nbsp;

Namun Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Kirby mengatakan perundingan tersebut belum sampai &amp;ldquo;pada titik di mana kesepakatan lain akan segera tercapai.&amp;rdquo;Hamas dan kelompok-kelompok militan lainnya masih menahan sekira 129 sandera.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersikeras bahwa Israel akan terus berperang sampai pasukannya mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza, menghancurkan kemampuan militernya dan membebaskan semua orang yang disandera dalam serangan 7 Oktober.
Setidaknya sampai saat ini, Netanyahu tampaknya mendapat dukungan penuh AS terhadap kampanye yang bisa berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTMzMC81L3g4cXFsaHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TEL AVIV - Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan pada Selasa (19/12/2023) bahwa negaranya &quot;siap dengan jeda kemanusiaan lagi&amp;rdquo; untuk menjamin pembebasan sandera yang ditahan di Jalur Gaza.
Herzog berkata demikian saat memberikan uraian kepada para duta besar di Yerusalem.

BACA JUGA:
Pemimpin Hamas Kunjungi Mesir, Bahas Gencatan Senjata Baru di Gaza

&amp;ldquo;Israel siap untuk jeda kemanusiaan lagi dan bantuan kemanusiaan tambahan, untuk memungkinkan pembebasan sandera. Dan tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan (pemimpin Hamas Yahya) Sinwar dan kepemimpinan Hamas,&amp;rdquo; ujarnya sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
Prancis, Inggris, dan Jerman &amp;ndash; beberapa sekutu terdekat Israel &amp;ndash; bergabung dalam seruan global untuk gencatan senjata pada akhir pekan.
Direktur CIA William Burns bertemu dengan kepala badan intelijen Israel Mossad dan perdana menteri Qatar pada hari Senin di Warsawa. Pertemuan ketiga tokoh itu adalah yang pertama sejak gencatan senjata dan pembebasan sekitar 100 sandera dalam kesepakatan yang mereka perantarai.

BACA JUGA:
Makin Banyak Negara yang Desak Gencatan Senjata di Gaza&amp;nbsp;

Namun Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Kirby mengatakan perundingan tersebut belum sampai &amp;ldquo;pada titik di mana kesepakatan lain akan segera tercapai.&amp;rdquo;Hamas dan kelompok-kelompok militan lainnya masih menahan sekira 129 sandera.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersikeras bahwa Israel akan terus berperang sampai pasukannya mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza, menghancurkan kemampuan militernya dan membebaskan semua orang yang disandera dalam serangan 7 Oktober.
Setidaknya sampai saat ini, Netanyahu tampaknya mendapat dukungan penuh AS terhadap kampanye yang bisa berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

</content:encoded></item></channel></rss>
