<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Soal Kelangkaan Pupuk saat Debat Capres, Ini Kata Ganjar   </title><description>Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo sempat disinggung soal kelangkaan pupuk saat debat perdana di KPU.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/20/337/2941796/soal-kelangkaan-pupuk-saat-debat-capres-ini-kata-ganjar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/20/337/2941796/soal-kelangkaan-pupuk-saat-debat-capres-ini-kata-ganjar"/><item><title> Soal Kelangkaan Pupuk saat Debat Capres, Ini Kata Ganjar   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/20/337/2941796/soal-kelangkaan-pupuk-saat-debat-capres-ini-kata-ganjar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/20/337/2941796/soal-kelangkaan-pupuk-saat-debat-capres-ini-kata-ganjar</guid><pubDate>Rabu 20 Desember 2023 00:34 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/20/337/2941796/soal-kelangkaan-pupuk-saat-debat-capres-ini-kata-ganjar-xOVC4JWkoV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/20/337/2941796/soal-kelangkaan-pupuk-saat-debat-capres-ini-kata-ganjar-xOVC4JWkoV.jpg</image><title>Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo (foto: dok ist)</title></images><description>


BOGOR - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo sempat disinggung soal kelangkaan pupuk saat debat perdana di KPU. Dia menilai pentingnya penyuluhan terkait pupuk kepada masyarakat, dan dibutuhkan integritas serta kejujuran dalam mengatasi kelangkaan pupuk tersebut.

Dia juga menyoroti, pemerintah yang memberikan informasi kepada masyarakat bahwa pupuk aman dan tersedia. Akan tetapi, Ganjar menilai bahwa realitasnya tidak sesuai dengan informasi tersebut.

BACA JUGA:
Ganjar Sebut Kebijakan Pangan Seharusnya Berdasarkan Riset Lokal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia menambahkan, terjadinya disparitas antara subsidi untuk lahan kurang dari dua hektare dan yang lebih besar, justru menciptakan potensi untuk terjadinya penyelundupan. Menurutnya, kelangkaan pupuk karena adanya subsidi dan tidak subsidi.

Subsidi dasarnya adalah lahan maksimum dua hektare. Hal tersebut, membuat penyelundupan bisa dilakukan dengan sangat mudah.

&amp;ldquo;Jika saya juragan, maka saya akan sewa tanah yang kurang dari dua hektare, 1,9-1,5, tapi saya bisa punya 100 hektare. Saya bisa dapat subsidi enggak? Kalau basisnya itu, bisa dapat,&amp;rdquo; kata Ganjar.

BACA JUGA:
Sat Set Wujudkan Kedaulatan Pangan, Ganjar Gandeng Para Periset IPB

Selain membahas isu kelangkaan pupuk, Ganjar juga menyampaikan program terbarunya, yakni KTP Sakti. KTP Sakti ini dirancang menyatukan semua data dan diyakini akan memangkas proses birokrasi kependudukan serta memudahkan penyaluran bantuan sosial menjadi tepat sasaran.

&quot;Saya mulai jualan KTP Sakti. 'Ah politisi itu sukanya janji,' saya dipaksa untuk berjanji. Ya janji lah kita cerita,&quot; lanjut dia dan disambut gelak tawa peserta yang hadir.

Nantinya jika terpilih sebagai presiden, Ganjar akan bekerjasama dengan IPB jika, untuk menangani masalah pangan. Dia menceritakan kembali, bagaimana momen dirinya dibisiki Presiden Jokowi untuk menyiapkan rencana terkait kedaulatan pangan ketika Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP beberapa waktu lalu.



&amp;ldquo;Waktu itu saya sudah dibisiki, Pak Ganjar nanti kalau sudah dilantik langsung bicara kedaulatan pangan, siapkan perencanaannya mulai sekarang. Bahasa presiden begitu. Oh, kalau saya nggak pak, saya siapkan pertemuan dan kontrak kerjasama dengan IPB, itu lebih pas,&amp;rdquo; papar Ganjar, disambut tepuk tangan hadirin



&amp;ldquo;Eh, jangan tepuk tangan dulu, kecuali disini sudah kompak mau dukung saya. Loh ini komitmen take and give, ini take and give. Soal selera apa-apa, ya ga apa-apa, saya tak pernah memaksa, tapi ini konkret,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>


BOGOR - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo sempat disinggung soal kelangkaan pupuk saat debat perdana di KPU. Dia menilai pentingnya penyuluhan terkait pupuk kepada masyarakat, dan dibutuhkan integritas serta kejujuran dalam mengatasi kelangkaan pupuk tersebut.

Dia juga menyoroti, pemerintah yang memberikan informasi kepada masyarakat bahwa pupuk aman dan tersedia. Akan tetapi, Ganjar menilai bahwa realitasnya tidak sesuai dengan informasi tersebut.

BACA JUGA:
Ganjar Sebut Kebijakan Pangan Seharusnya Berdasarkan Riset Lokal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia menambahkan, terjadinya disparitas antara subsidi untuk lahan kurang dari dua hektare dan yang lebih besar, justru menciptakan potensi untuk terjadinya penyelundupan. Menurutnya, kelangkaan pupuk karena adanya subsidi dan tidak subsidi.

Subsidi dasarnya adalah lahan maksimum dua hektare. Hal tersebut, membuat penyelundupan bisa dilakukan dengan sangat mudah.

&amp;ldquo;Jika saya juragan, maka saya akan sewa tanah yang kurang dari dua hektare, 1,9-1,5, tapi saya bisa punya 100 hektare. Saya bisa dapat subsidi enggak? Kalau basisnya itu, bisa dapat,&amp;rdquo; kata Ganjar.

BACA JUGA:
Sat Set Wujudkan Kedaulatan Pangan, Ganjar Gandeng Para Periset IPB

Selain membahas isu kelangkaan pupuk, Ganjar juga menyampaikan program terbarunya, yakni KTP Sakti. KTP Sakti ini dirancang menyatukan semua data dan diyakini akan memangkas proses birokrasi kependudukan serta memudahkan penyaluran bantuan sosial menjadi tepat sasaran.

&quot;Saya mulai jualan KTP Sakti. 'Ah politisi itu sukanya janji,' saya dipaksa untuk berjanji. Ya janji lah kita cerita,&quot; lanjut dia dan disambut gelak tawa peserta yang hadir.

Nantinya jika terpilih sebagai presiden, Ganjar akan bekerjasama dengan IPB jika, untuk menangani masalah pangan. Dia menceritakan kembali, bagaimana momen dirinya dibisiki Presiden Jokowi untuk menyiapkan rencana terkait kedaulatan pangan ketika Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP beberapa waktu lalu.



&amp;ldquo;Waktu itu saya sudah dibisiki, Pak Ganjar nanti kalau sudah dilantik langsung bicara kedaulatan pangan, siapkan perencanaannya mulai sekarang. Bahasa presiden begitu. Oh, kalau saya nggak pak, saya siapkan pertemuan dan kontrak kerjasama dengan IPB, itu lebih pas,&amp;rdquo; papar Ganjar, disambut tepuk tangan hadirin



&amp;ldquo;Eh, jangan tepuk tangan dulu, kecuali disini sudah kompak mau dukung saya. Loh ini komitmen take and give, ini take and give. Soal selera apa-apa, ya ga apa-apa, saya tak pernah memaksa, tapi ini konkret,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
