<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Anak Meninggal Jadi Korban Kekerasan di Jakarta, Pj Gubernur Bilang Begini</title><description>Heru Budi Hartono mengaku akan melakukan langkah evaluasi menyeluruh terhadap perlindungan anak di Ibu Kota DKI Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/20/338/2941983/6-anak-meninggal-jadi-korban-kekerasan-di-jakarta-pj-gubernur-bilang-begini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/20/338/2941983/6-anak-meninggal-jadi-korban-kekerasan-di-jakarta-pj-gubernur-bilang-begini"/><item><title>6 Anak Meninggal Jadi Korban Kekerasan di Jakarta, Pj Gubernur Bilang Begini</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/20/338/2941983/6-anak-meninggal-jadi-korban-kekerasan-di-jakarta-pj-gubernur-bilang-begini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/20/338/2941983/6-anak-meninggal-jadi-korban-kekerasan-di-jakarta-pj-gubernur-bilang-begini</guid><pubDate>Rabu 20 Desember 2023 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/20/338/2941983/6-anak-meninggal-jadi-korban-kekerasan-di-jakarta-pj-gubernur-bilang-begini-mcYZx0bGPY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/20/338/2941983/6-anak-meninggal-jadi-korban-kekerasan-di-jakarta-pj-gubernur-bilang-begini-mcYZx0bGPY.jpg</image><title>Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku akan melakukan langkah evaluasi menyeluruh terhadap perlindungan anak di Ibu Kota DKI Jakarta.

Hal tersebut ia sampaikan terkait maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dewasa hingga meninggal dunia.


BACA JUGA:
Tepis Dugaan Kekerasan Seksual, Eks Ketua BEM UI Melki Sedek Huang Klaim Tak Pernah Dipanggil


&quot;Pasti ada dari Dinas Kesehatan dan pihak terkait pasti ada pendamping. Kita lakukan (evaluasi),&quot; ujar Heru Budi, kepada awak media usai meninjau di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur pada Rabu (20/12/2023).

Sebagaimana diketahui selama dua pekan terakhir angka kekerasan terhadap anak di bawah umur mengalami peningkatan drastis di DKI Jakarta.


BACA JUGA:
Polisi Ciduk Ayah Tiri yang Cabuli Anaknya di Pasar Minggu


Mirisnya, korban tewas di tangan orang tua kandung yang melampiaskan kemarahannya karena faktor kecemburuan maupun ekonomi.

Kasus kekerasan terhadap anak yang pertama, seorang pria bernama Panca Darmansyah (41) tega membunuh empat anak kandungnya yakni dua anak perempuan VA (6) dan S (4), serta dua anak laki-laki berinisial Ar (3) dan As (1) di pada 6 Desember 2023 di Jagakarsa Jakarta Selatan.Sebelum membunuh empat anaknya, Panca diketahui sempat cekcok hingga tega melakukan kekerasan terhadap istrinya berinisial D hingga dirawat di rumah sakit.

Dilaporkan oleh pihak keluarga istri ke kepolisian, Panca malah tega melanjutkan aksi kekerasannya dengan membunuh empat anak kandungnya dengan cara dibekap di dalam kamar. Pelaku diketahui menunggak uang kontrakan tempat ia tinggal.


BACA JUGA:
Banting Anak Kandung Hingga Tewas di Muara Baru, Pelaku Tak Henti Minta Maaf


Kasus kedua, seorang balita H (3) koma usai disundut rokok, dibanting, dipukul, hingga dicekik lehernya oleh Risqi (29) yang merupakan pacar tante korban di Batu Ampar Jakarta Timur terungkap pada Minggu 10 Desember 2023.

Kasus ketiga terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu 13 Desember 2023. Seorang pria berinisial U tega membanting anaknya, berinisial K alias Awan (10) hingga sang anak meninggal dunia.</description><content:encoded>JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku akan melakukan langkah evaluasi menyeluruh terhadap perlindungan anak di Ibu Kota DKI Jakarta.

Hal tersebut ia sampaikan terkait maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dewasa hingga meninggal dunia.


BACA JUGA:
Tepis Dugaan Kekerasan Seksual, Eks Ketua BEM UI Melki Sedek Huang Klaim Tak Pernah Dipanggil


&quot;Pasti ada dari Dinas Kesehatan dan pihak terkait pasti ada pendamping. Kita lakukan (evaluasi),&quot; ujar Heru Budi, kepada awak media usai meninjau di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur pada Rabu (20/12/2023).

Sebagaimana diketahui selama dua pekan terakhir angka kekerasan terhadap anak di bawah umur mengalami peningkatan drastis di DKI Jakarta.


BACA JUGA:
Polisi Ciduk Ayah Tiri yang Cabuli Anaknya di Pasar Minggu


Mirisnya, korban tewas di tangan orang tua kandung yang melampiaskan kemarahannya karena faktor kecemburuan maupun ekonomi.

Kasus kekerasan terhadap anak yang pertama, seorang pria bernama Panca Darmansyah (41) tega membunuh empat anak kandungnya yakni dua anak perempuan VA (6) dan S (4), serta dua anak laki-laki berinisial Ar (3) dan As (1) di pada 6 Desember 2023 di Jagakarsa Jakarta Selatan.Sebelum membunuh empat anaknya, Panca diketahui sempat cekcok hingga tega melakukan kekerasan terhadap istrinya berinisial D hingga dirawat di rumah sakit.

Dilaporkan oleh pihak keluarga istri ke kepolisian, Panca malah tega melanjutkan aksi kekerasannya dengan membunuh empat anak kandungnya dengan cara dibekap di dalam kamar. Pelaku diketahui menunggak uang kontrakan tempat ia tinggal.


BACA JUGA:
Banting Anak Kandung Hingga Tewas di Muara Baru, Pelaku Tak Henti Minta Maaf


Kasus kedua, seorang balita H (3) koma usai disundut rokok, dibanting, dipukul, hingga dicekik lehernya oleh Risqi (29) yang merupakan pacar tante korban di Batu Ampar Jakarta Timur terungkap pada Minggu 10 Desember 2023.

Kasus ketiga terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu 13 Desember 2023. Seorang pria berinisial U tega membanting anaknya, berinisial K alias Awan (10) hingga sang anak meninggal dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
