<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diskusi Bersama TPN Ganjar-Mahfud, Gen-Z di Lampung Bahas Kebudayaan hingga Sampah   </title><description>Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Komjen Pol (Purn) Gatot Eddy&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/20/340/2941815/diskusi-bersama-tpn-ganjar-mahfud-gen-z-di-lampung-bahas-kebudayaan-hingga-sampah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/20/340/2941815/diskusi-bersama-tpn-ganjar-mahfud-gen-z-di-lampung-bahas-kebudayaan-hingga-sampah"/><item><title>Diskusi Bersama TPN Ganjar-Mahfud, Gen-Z di Lampung Bahas Kebudayaan hingga Sampah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/20/340/2941815/diskusi-bersama-tpn-ganjar-mahfud-gen-z-di-lampung-bahas-kebudayaan-hingga-sampah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/20/340/2941815/diskusi-bersama-tpn-ganjar-mahfud-gen-z-di-lampung-bahas-kebudayaan-hingga-sampah</guid><pubDate>Rabu 20 Desember 2023 02:39 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/20/340/2941815/diskusi-bersama-tpn-ganjar-mahfud-gen-z-di-lampung-bahas-kebudayaan-hingga-sampah-9MXqgWm87Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: dok MPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/20/340/2941815/diskusi-bersama-tpn-ganjar-mahfud-gen-z-di-lampung-bahas-kebudayaan-hingga-sampah-9MXqgWm87Q.jpg</image><title>foto: dok MPI</title></images><description>

BANDARLAMPUNG - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Komjen Pol (Purn) Gatot Eddy melakukan silaturahmi dan diskusi bersama dengan generasi Z (Gen-Z) Lampung di cafe Kopi Nako Bandarlampung, Selasa (19/12/2023) malam.

Dalam diskusi tersebut, para gen-z melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis terhadap mantan Wakapolri tersebut.

BACA JUGA:
Soal Hasil Survei Ganjar-Mahfud, Gatot Eddy Pramono Sebut Jadi Bahan Evaluasi

Salah seorang gen-z Mega Diana Zam-Zam mempertanyakan komitmen Ganjar-Mahfud dalam menghidupkan kebudayaan di tengah masyarakat.

&quot;Saya ingin tanya, bagaimana komitmen bahwa Ganjar-Mahfud itu dapat menghidupkan kebudayaan pada generasi muda. Karena kita tahu, itu kadang dianggap generasi stroberi yang lemah. Bagaimana caranya bisa mengenalkan Ganjar-Mahfud kepada generasi muda sehingga kami bisa menetapkan hati pada pasangan calon nomor 03 ini,&quot; ujarnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Gatot mengatakan bahwa Ganjar-Mahfud punya komitmen dan program yang telah disusun secara lengkap.

BACA JUGA:
Konsolidasi ke Lampung, Gatot Eddy Pramono: Kita Tidak Bisa Bekerja Sendiri untuk Menangkan Ganjar-Mahfud

&quot;Beliau sangat komitmen pada budaya, dia mengatakan bahwa memang seni budaya kurang perhatian. Tapi dalam visi-misinya Ganjar-Mahfud ingin kembangkan budaya di nasional dan daerah,&quot; ungkapnya.

Gen-z lainnya, Nope mempertanyakan komitmen Ganjar-Mahfud dalam menjaga lingkungan serta mengatasi permasalahan sampah di Provinsi Lampung.



&quot;Kebetulan saya adalah anggota grup sampah, yang bersama dengan teman lain salah satunya adalah Pandawara. Kalau bapak Ganjar terpilih apa solusi konkrit untuk masalah sampah?,&quot; tanya dia.



Kemudian Gatot menjawab, bahwa Ganjar-Mahfud memiliki program pengelolaan sampah sama seperti di Jepang.



&quot;Sampah itu bisa dikelola, untuk dipilah-pilah ada sampah plastik dan macam-macan dan ada teknologi disitu sehingga dia tidak menjadi masalah lingkungan sebelumnya.

Di Jepang tidak ada yang buang sampah sembarangan, tapi ada tong sampah, maka dipilah-pilah. Jadi ini bisa jadi program jika pak Ganjar bisa jadi presiden,&quot; bebernya.



Lalu Roma gen-z Lampung mengkiritisi soal janji politik Ganjar-Mahfud apakah benar berkomitmen memperjuangkan rakyat atau hanya janji politik saja.



&quot;Ketika Ganjar-Mahfud sudah jadi dengan membawa nama gen-z suka di politisasi untuk meraih suara. Ketika Ganjar-mafud jadi, apa yang menjadi komitmenya,&quot; ungkapnya



Gatot menegaskan, Ganjar-Mahfud sangat terbuka pada kritik-kritik di tengah masyarakat, apabila ada hal yang kurang baik maka dapat disampaikan.



&quot;Pak Ganjar ini adalah sangat terbuka demokratis, jadi ada kanal aduan bisa disampaikan beliau akan turun langsung,&quot; ucapnya.



Selanjutnya Agam Kusuma Yudha menyampaikan persoalan yang terjadi di Lampung Tengah soal sengketa tanah.



&quot;Di Lampung Tengah ada sengketa tanah. Bagaimana menurut bapak itu ada 1.500 anggota kepolisan yang menjaga. Mereka itu bukan buron, mereka melakukan tindakan represif, kami dibenturkan dengan hukum,&quot; tuturnya.



Gatot mengatakan, permasalahan itu akan menjadi catatan untuk disampaikan kepada Ganjar-Mahfud. &quot;Ini masukan akan dicatat,&quot; pungkasnya.



</description><content:encoded>

BANDARLAMPUNG - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Komjen Pol (Purn) Gatot Eddy melakukan silaturahmi dan diskusi bersama dengan generasi Z (Gen-Z) Lampung di cafe Kopi Nako Bandarlampung, Selasa (19/12/2023) malam.

Dalam diskusi tersebut, para gen-z melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis terhadap mantan Wakapolri tersebut.

BACA JUGA:
Soal Hasil Survei Ganjar-Mahfud, Gatot Eddy Pramono Sebut Jadi Bahan Evaluasi

Salah seorang gen-z Mega Diana Zam-Zam mempertanyakan komitmen Ganjar-Mahfud dalam menghidupkan kebudayaan di tengah masyarakat.

&quot;Saya ingin tanya, bagaimana komitmen bahwa Ganjar-Mahfud itu dapat menghidupkan kebudayaan pada generasi muda. Karena kita tahu, itu kadang dianggap generasi stroberi yang lemah. Bagaimana caranya bisa mengenalkan Ganjar-Mahfud kepada generasi muda sehingga kami bisa menetapkan hati pada pasangan calon nomor 03 ini,&quot; ujarnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Gatot mengatakan bahwa Ganjar-Mahfud punya komitmen dan program yang telah disusun secara lengkap.

BACA JUGA:
Konsolidasi ke Lampung, Gatot Eddy Pramono: Kita Tidak Bisa Bekerja Sendiri untuk Menangkan Ganjar-Mahfud

&quot;Beliau sangat komitmen pada budaya, dia mengatakan bahwa memang seni budaya kurang perhatian. Tapi dalam visi-misinya Ganjar-Mahfud ingin kembangkan budaya di nasional dan daerah,&quot; ungkapnya.

Gen-z lainnya, Nope mempertanyakan komitmen Ganjar-Mahfud dalam menjaga lingkungan serta mengatasi permasalahan sampah di Provinsi Lampung.



&quot;Kebetulan saya adalah anggota grup sampah, yang bersama dengan teman lain salah satunya adalah Pandawara. Kalau bapak Ganjar terpilih apa solusi konkrit untuk masalah sampah?,&quot; tanya dia.



Kemudian Gatot menjawab, bahwa Ganjar-Mahfud memiliki program pengelolaan sampah sama seperti di Jepang.



&quot;Sampah itu bisa dikelola, untuk dipilah-pilah ada sampah plastik dan macam-macan dan ada teknologi disitu sehingga dia tidak menjadi masalah lingkungan sebelumnya.

Di Jepang tidak ada yang buang sampah sembarangan, tapi ada tong sampah, maka dipilah-pilah. Jadi ini bisa jadi program jika pak Ganjar bisa jadi presiden,&quot; bebernya.



Lalu Roma gen-z Lampung mengkiritisi soal janji politik Ganjar-Mahfud apakah benar berkomitmen memperjuangkan rakyat atau hanya janji politik saja.



&quot;Ketika Ganjar-Mahfud sudah jadi dengan membawa nama gen-z suka di politisasi untuk meraih suara. Ketika Ganjar-mafud jadi, apa yang menjadi komitmenya,&quot; ungkapnya



Gatot menegaskan, Ganjar-Mahfud sangat terbuka pada kritik-kritik di tengah masyarakat, apabila ada hal yang kurang baik maka dapat disampaikan.



&quot;Pak Ganjar ini adalah sangat terbuka demokratis, jadi ada kanal aduan bisa disampaikan beliau akan turun langsung,&quot; ucapnya.



Selanjutnya Agam Kusuma Yudha menyampaikan persoalan yang terjadi di Lampung Tengah soal sengketa tanah.



&quot;Di Lampung Tengah ada sengketa tanah. Bagaimana menurut bapak itu ada 1.500 anggota kepolisan yang menjaga. Mereka itu bukan buron, mereka melakukan tindakan represif, kami dibenturkan dengan hukum,&quot; tuturnya.



Gatot mengatakan, permasalahan itu akan menjadi catatan untuk disampaikan kepada Ganjar-Mahfud. &quot;Ini masukan akan dicatat,&quot; pungkasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
