<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Narapidana AS Dinyatakan Tak Bersalah Setelah Dipenjara 48 tahun</title><description>Simmons merupakan narapidana terlama dipenjara di AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/18/2942650/narapidana-as-dinyatakan-tak-bersalah-setelah-dipenjara-48-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/21/18/2942650/narapidana-as-dinyatakan-tak-bersalah-setelah-dipenjara-48-tahun"/><item><title>Narapidana AS Dinyatakan Tak Bersalah Setelah Dipenjara 48 tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/18/2942650/narapidana-as-dinyatakan-tak-bersalah-setelah-dipenjara-48-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/21/18/2942650/narapidana-as-dinyatakan-tak-bersalah-setelah-dipenjara-48-tahun</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/18/2942650/narapidana-as-dinyatakan-tak-bersalah-setelah-dipenjara-48-tahun-5bQpa1Y1pf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Glynn Simmons. (Foto: News9)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/18/2942650/narapidana-as-dinyatakan-tak-bersalah-setelah-dipenjara-48-tahun-5bQpa1Y1pf.jpg</image><title>Glynn Simmons. (Foto: News9)</title></images><description>OKLAHOMA - Seorang hakim di Oklahoma, Amerika Serikat (AS) telah membebaskan seorang pria yang dipenjara selama hampir setengah abad atas pembunuhan tahun 1974, yang merupakan hukuman terlama yang pernah dijalani di AS.

BACA JUGA:
Setelah Dipenjara 20 Tahun, Wanita yang Dituduh Bunuh 4 Anaknya Dinyatakan Tak Bersalah

Glynn Simmons, (70), dibebaskan pada Juli ketika hakim memerintahkan sidang baru.&amp;nbsp;
Namun seorang jaksa wilayah mengatakan pada Senin, (18/12/2023) bahwa tidak ada cukup bukti untuk membenarkan hal tersebut. Dalam perintahnya pada Selasa, (19/12/2023) Hakim Distrik Oklahoma County Amy Palumbo menyatakan Simmons tidak bersalah.
&quot;Pengadilan ini menemukan bukti yang jelas dan meyakinkan bahwa pelanggaran yang menyebabkan Simmons divonis bersalah, dijatuhi hukuman, dan dipenjara... tidak dilakukan oleh Simmons,&quot; katanya dalam putusannya sebagaimana dilansir dari BBC.
&amp;ldquo;Ini adalah pelajaran mengenai ketahanan dan keuletan,&amp;rdquo; kata Simmons kepada wartawan setelah keputusan tersebut, menurut Associated Press. &quot;Jangan biarkan siapa pun mengatakan kepada Anda bahwa hal itu tidak mungkin terjadi, karena hal itu memang bisa terjadi.&quot;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Keberadaannya Masih Misterius, Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Menghilang dari Penjara

Simmons telah menjalani hukuman 48 tahun, satu bulan dan 18 hari penjara atas pembunuhan Carolyn Sue Rogers dalam perampokan toko minuman keras di pinggiran kota Oklahoma City. Itu menjadikannya narapidana terlama yang dibebaskan, menurut National Registry of Exonerations.
Simmons berusia 22 tahun ketika dia dan salah satu terdakwa lainnya, Don Roberts, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati pada 1975.
Hukumannya kemudian dikurangi menjadi penjara seumur hidup karena keputusan Mahkamah Agung AS mengenai hukuman mati.
Simmons mengatakan dia berada di negara bagian asalnya, Louisiana, pada saat pembunuhan terjadi.
Pengadilan distrik membatalkan hukumannya pada Juli setelah menemukan bahwa jaksa penuntut belum menyerahkan semua bukti kepada pengacara pembela, termasuk bahwa seorang saksi telah mengidentifikasi tersangka lain.

BACA JUGA:
Pria Korsel Dijatuhi Hukuman Penjara 14 Bulan karena Memuji Korut dalam Puisi

Simmons dan Roberts dihukum sebagian karena kesaksian seorang remaja yang ditembak di bagian belakang kepala. Remaja itu menunjuk ke beberapa pria lain saat berbaris di polisi.
Roberts dibebaskan bersyarat pada 2008.
Orang yang dihukum secara salah dan menjalani hukuman di Oklahoma berhak mendapatkan kompensasi hingga USD175.000 (Rp2,7 miliar).
Simmons saat ini sedang berjuang melawan kanker hati, menurut GoFundMe miliknya, yang telah mengumpulkan ribuan dolar untuk membantu mendukung biaya hidup dan kemoterapinya.</description><content:encoded>OKLAHOMA - Seorang hakim di Oklahoma, Amerika Serikat (AS) telah membebaskan seorang pria yang dipenjara selama hampir setengah abad atas pembunuhan tahun 1974, yang merupakan hukuman terlama yang pernah dijalani di AS.

BACA JUGA:
Setelah Dipenjara 20 Tahun, Wanita yang Dituduh Bunuh 4 Anaknya Dinyatakan Tak Bersalah

Glynn Simmons, (70), dibebaskan pada Juli ketika hakim memerintahkan sidang baru.&amp;nbsp;
Namun seorang jaksa wilayah mengatakan pada Senin, (18/12/2023) bahwa tidak ada cukup bukti untuk membenarkan hal tersebut. Dalam perintahnya pada Selasa, (19/12/2023) Hakim Distrik Oklahoma County Amy Palumbo menyatakan Simmons tidak bersalah.
&quot;Pengadilan ini menemukan bukti yang jelas dan meyakinkan bahwa pelanggaran yang menyebabkan Simmons divonis bersalah, dijatuhi hukuman, dan dipenjara... tidak dilakukan oleh Simmons,&quot; katanya dalam putusannya sebagaimana dilansir dari BBC.
&amp;ldquo;Ini adalah pelajaran mengenai ketahanan dan keuletan,&amp;rdquo; kata Simmons kepada wartawan setelah keputusan tersebut, menurut Associated Press. &quot;Jangan biarkan siapa pun mengatakan kepada Anda bahwa hal itu tidak mungkin terjadi, karena hal itu memang bisa terjadi.&quot;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Keberadaannya Masih Misterius, Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Menghilang dari Penjara

Simmons telah menjalani hukuman 48 tahun, satu bulan dan 18 hari penjara atas pembunuhan Carolyn Sue Rogers dalam perampokan toko minuman keras di pinggiran kota Oklahoma City. Itu menjadikannya narapidana terlama yang dibebaskan, menurut National Registry of Exonerations.
Simmons berusia 22 tahun ketika dia dan salah satu terdakwa lainnya, Don Roberts, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati pada 1975.
Hukumannya kemudian dikurangi menjadi penjara seumur hidup karena keputusan Mahkamah Agung AS mengenai hukuman mati.
Simmons mengatakan dia berada di negara bagian asalnya, Louisiana, pada saat pembunuhan terjadi.
Pengadilan distrik membatalkan hukumannya pada Juli setelah menemukan bahwa jaksa penuntut belum menyerahkan semua bukti kepada pengacara pembela, termasuk bahwa seorang saksi telah mengidentifikasi tersangka lain.

BACA JUGA:
Pria Korsel Dijatuhi Hukuman Penjara 14 Bulan karena Memuji Korut dalam Puisi

Simmons dan Roberts dihukum sebagian karena kesaksian seorang remaja yang ditembak di bagian belakang kepala. Remaja itu menunjuk ke beberapa pria lain saat berbaris di polisi.
Roberts dibebaskan bersyarat pada 2008.
Orang yang dihukum secara salah dan menjalani hukuman di Oklahoma berhak mendapatkan kompensasi hingga USD175.000 (Rp2,7 miliar).
Simmons saat ini sedang berjuang melawan kanker hati, menurut GoFundMe miliknya, yang telah mengumpulkan ribuan dolar untuk membantu mendukung biaya hidup dan kemoterapinya.</content:encoded></item></channel></rss>
