<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Israel Combat Engineering Corps, Satuan Tentara Benjamin Needham yang Tewas di Gaza</title><description>Korps ini dibentuk dari unit sabotese Palmach dan unit operator traktor perang Palestina pada 1946-1949.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/18/2942922/profil-israel-combat-engineering-corps-satuan-tentara-benjamin-needham-yang-tewas-di-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/21/18/2942922/profil-israel-combat-engineering-corps-satuan-tentara-benjamin-needham-yang-tewas-di-gaza"/><item><title>Profil Israel Combat Engineering Corps, Satuan Tentara Benjamin Needham yang Tewas di Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/18/2942922/profil-israel-combat-engineering-corps-satuan-tentara-benjamin-needham-yang-tewas-di-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/21/18/2942922/profil-israel-combat-engineering-corps-satuan-tentara-benjamin-needham-yang-tewas-di-gaza</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 17:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ludwina Andhara Herawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/18/2942922/profil-israel-combat-engineering-corps-satuan-tentara-benjamin-needham-yang-tewas-di-gaza-9S4Qb595fJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Profil Israel Combat Engineering Corps (Foto: Wikimedia Commons)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/18/2942922/profil-israel-combat-engineering-corps-satuan-tentara-benjamin-needham-yang-tewas-di-gaza-9S4Qb595fJ.jpg</image><title>Profil Israel Combat Engineering Corps (Foto: Wikimedia Commons)</title></images><description>ISRAEL - Israel Combat Engineering Corps, atau dalam Bahasa Indonesia disebut Korps Teknik Tempur, merupakan bagian dari korps teknik infanteri Israel Defense Forse (IDF), atau dikenal sebagai Pasukan Pertahanan Israel.

Mengutip Wikipedia, korps ini dibentuk dari unit sabotese Palmach dan unit operator traktor perang Palestina pada 1946-1949. Pada tahun pertama, mereka merekrut tentara dari orang-orang Yahudi yang pernah bertugas di Insinyur Kerajaan Inggris.

Korps ini berperan dalam mobilitas, penerobosan jalan, pertahanan dan benteng, pemberantasan mobilitas pasukan musuh, konstruksi, dan penghancuran di bawah tembakan, sabotase, bahan peledak, penjinak bom, penangkal senjata pemusnah massal (NBC) dan misi teknik khusus.


BACA JUGA:
Desak Israel Hentikan Perang, Macron: Perangi Terorisme Tak Berarti Meratakan Gaza Atau Serang Warga Sipil Tanpa Pandang Bulu

Dilansir Tzevet Mikey, mereka menjalani pelatihan dasar teknik tempur, yang berfokus apada berbagai pelatihan bahan peledak.


BACA JUGA:
Ilmuwan Yale: Angka Kematian di Gaza Mungkin Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan

Pada intinya, salah satu tujuan KorpsTeknik Tempur yakni untuk melawan bahan peledak, mengatasi jebakan dan rintangan musuh. Hal ini memudahkan IDF dalam penyelesaian misi.

Menurut Action On Armed Violence, Sayeret Yahalom atau Unit Teknik Operasi Khusus adalah pasukan khusus yang menjadi unit paling elit di IDF. Tujuannya unit ini yakni melakukan operasi manuver dengan senjata berbahaya, teknik pengintaian, dan menangani ancaman terowongan dan tempat persembunyian, dengan teknologi terbaik.
Korps ini menggunakan warna perak sebagai warna baret dan simbol pedang di menara pertahanan, dengan lingkaran cahaya ledakan di latar belakang. Motto resmi yang diterapkan yakni &quot;Selalu Pertama&quot; dan tidak resmi yakni &quot;Yang sulit, akan kita lakuka hari ini; yang tidak mungkin, akan kita lakukan besok.&quot;



Korps Teknik Tempur ini telah mencatat prestasi dan penghargaan profesional. Operasi yang paling terkenal yakni menjadi jembatan Terusan Suez selama Perang Yom Kippur.</description><content:encoded>ISRAEL - Israel Combat Engineering Corps, atau dalam Bahasa Indonesia disebut Korps Teknik Tempur, merupakan bagian dari korps teknik infanteri Israel Defense Forse (IDF), atau dikenal sebagai Pasukan Pertahanan Israel.

Mengutip Wikipedia, korps ini dibentuk dari unit sabotese Palmach dan unit operator traktor perang Palestina pada 1946-1949. Pada tahun pertama, mereka merekrut tentara dari orang-orang Yahudi yang pernah bertugas di Insinyur Kerajaan Inggris.

Korps ini berperan dalam mobilitas, penerobosan jalan, pertahanan dan benteng, pemberantasan mobilitas pasukan musuh, konstruksi, dan penghancuran di bawah tembakan, sabotase, bahan peledak, penjinak bom, penangkal senjata pemusnah massal (NBC) dan misi teknik khusus.


BACA JUGA:
Desak Israel Hentikan Perang, Macron: Perangi Terorisme Tak Berarti Meratakan Gaza Atau Serang Warga Sipil Tanpa Pandang Bulu

Dilansir Tzevet Mikey, mereka menjalani pelatihan dasar teknik tempur, yang berfokus apada berbagai pelatihan bahan peledak.


BACA JUGA:
Ilmuwan Yale: Angka Kematian di Gaza Mungkin Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan

Pada intinya, salah satu tujuan KorpsTeknik Tempur yakni untuk melawan bahan peledak, mengatasi jebakan dan rintangan musuh. Hal ini memudahkan IDF dalam penyelesaian misi.

Menurut Action On Armed Violence, Sayeret Yahalom atau Unit Teknik Operasi Khusus adalah pasukan khusus yang menjadi unit paling elit di IDF. Tujuannya unit ini yakni melakukan operasi manuver dengan senjata berbahaya, teknik pengintaian, dan menangani ancaman terowongan dan tempat persembunyian, dengan teknologi terbaik.
Korps ini menggunakan warna perak sebagai warna baret dan simbol pedang di menara pertahanan, dengan lingkaran cahaya ledakan di latar belakang. Motto resmi yang diterapkan yakni &quot;Selalu Pertama&quot; dan tidak resmi yakni &quot;Yang sulit, akan kita lakuka hari ini; yang tidak mungkin, akan kita lakukan besok.&quot;



Korps Teknik Tempur ini telah mencatat prestasi dan penghargaan profesional. Operasi yang paling terkenal yakni menjadi jembatan Terusan Suez selama Perang Yom Kippur.</content:encoded></item></channel></rss>
