<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tegakkan Konstitusi, Ganjar: Belok Kiri atau Kanan, Kalau Melanggar Mesti Dibawa ke Pengadilan</title><description>&amp;nbsp;
Ganjar menyebut, konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dituliskan sangat jelas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942598/tegakkan-konstitusi-ganjar-belok-kiri-atau-kanan-kalau-melanggar-mesti-dibawa-ke-pengadilan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942598/tegakkan-konstitusi-ganjar-belok-kiri-atau-kanan-kalau-melanggar-mesti-dibawa-ke-pengadilan"/><item><title>Tegakkan Konstitusi, Ganjar: Belok Kiri atau Kanan, Kalau Melanggar Mesti Dibawa ke Pengadilan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942598/tegakkan-konstitusi-ganjar-belok-kiri-atau-kanan-kalau-melanggar-mesti-dibawa-ke-pengadilan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942598/tegakkan-konstitusi-ganjar-belok-kiri-atau-kanan-kalau-melanggar-mesti-dibawa-ke-pengadilan</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 10:41 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/337/2942598/tegakkan-konstitusi-ganjar-belok-kiri-atau-kanan-kalau-melanggar-mesti-dibawa-ke-pengadilan-WxzULsjTyb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: Ist/Achmad Al Fiqri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/337/2942598/tegakkan-konstitusi-ganjar-belok-kiri-atau-kanan-kalau-melanggar-mesti-dibawa-ke-pengadilan-WxzULsjTyb.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: Ist/Achmad Al Fiqri)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xOS8xLzE3NTMwMS81L3g4cXBqdWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo merasa, indikasi praktik-praktik Orde Baru (Orba) kembali muncul seiring terbelenggunya kebebasan berpendapat masyarakat. Itu diyakini setelah Ganjar menerima kabar terkait ketidakadilan, perlakuan semena-mena, bahkan ancaman atau intimidasi terhadap kebebasan berpendapat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ganjar ketika meresmikan Sekretariat Nasional Barisan Advokasi Keadilan Indonesia (BAKI) GAMA 03, di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu 20 Desember 2023 malam.

&amp;ldquo;Ada orang berdatangan menyampaikan sikap, diperiksa. Ada orang yang bersuara mengekspresikan pendapat, diperiksa. Rasa-rasanya ingatan kita tidak hilang. Orde baru runtuh karena situasi, kondisi seperti itu. Dan, mahasiswa bergerak untuk mengawal reformasi itu. Sayang, rasa-rasanya indikasi itu (kondisi seperti era Orde Baru) sekarang muncul kembali,&quot; kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
Yenny Wahid Ajak Santri Bahu Membahu Menangkan Ganjar-Mahfud demi Berantas KKN


Ganjar menyebut, konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dituliskan sangat jelas bahwa Indonesia adalah negara yang tunduk pada hukum atau rechtsstaat (konstitusional). Dan, NKRI bukan negara kekuasaan, NKRI adalah negara hukum.

&amp;ldquo;Tentu saja, apa yang menjadi visi dalam konstitusi menjadi tugas kita sebagai warga negara untuk mengawalnya. Maka, yang belok ke kiri atau ke kanan, melanggar konstitusi, mesti kita tegakkan, mesti dibawa ke pengadilan, dan mesti diputus sesuai palu yang diberikan secara adil,&quot; ungkap Ganjar.

BACA JUGA:
Istri dan Anak Ganjar Terlibat Kampanye, Hasto: Agar Rakyat Kenal dengan Keluarganya


Kendati demikian, Ganjar mengajak BAKI GAMA 03 untuk mengawal demokrasi, dan membantu rakyat yang dirugikan atau diperlakukan secara tidak adil.

&quot;Saatnya, hari ini, kawan-kawan yang cinta keadilan, cinta demokrasi harus mengawal, mengingatkan, dan mempersoalkan ketika ketidakadilan mulai terjadi. Saya titip pesan, kawan-kawan dari BAKI GAMA 03 yang akan membuat hotline untuk membantu mereka yang dirugikan, yang diperlakukan tidak adil. Khusus pendukung Ganjar-Mahfud, tolong dibantu,&quot; tutur Ganjar.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xOS8xLzE3NTMwMS81L3g4cXBqdWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo merasa, indikasi praktik-praktik Orde Baru (Orba) kembali muncul seiring terbelenggunya kebebasan berpendapat masyarakat. Itu diyakini setelah Ganjar menerima kabar terkait ketidakadilan, perlakuan semena-mena, bahkan ancaman atau intimidasi terhadap kebebasan berpendapat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ganjar ketika meresmikan Sekretariat Nasional Barisan Advokasi Keadilan Indonesia (BAKI) GAMA 03, di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu 20 Desember 2023 malam.

&amp;ldquo;Ada orang berdatangan menyampaikan sikap, diperiksa. Ada orang yang bersuara mengekspresikan pendapat, diperiksa. Rasa-rasanya ingatan kita tidak hilang. Orde baru runtuh karena situasi, kondisi seperti itu. Dan, mahasiswa bergerak untuk mengawal reformasi itu. Sayang, rasa-rasanya indikasi itu (kondisi seperti era Orde Baru) sekarang muncul kembali,&quot; kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
Yenny Wahid Ajak Santri Bahu Membahu Menangkan Ganjar-Mahfud demi Berantas KKN


Ganjar menyebut, konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dituliskan sangat jelas bahwa Indonesia adalah negara yang tunduk pada hukum atau rechtsstaat (konstitusional). Dan, NKRI bukan negara kekuasaan, NKRI adalah negara hukum.

&amp;ldquo;Tentu saja, apa yang menjadi visi dalam konstitusi menjadi tugas kita sebagai warga negara untuk mengawalnya. Maka, yang belok ke kiri atau ke kanan, melanggar konstitusi, mesti kita tegakkan, mesti dibawa ke pengadilan, dan mesti diputus sesuai palu yang diberikan secara adil,&quot; ungkap Ganjar.

BACA JUGA:
Istri dan Anak Ganjar Terlibat Kampanye, Hasto: Agar Rakyat Kenal dengan Keluarganya


Kendati demikian, Ganjar mengajak BAKI GAMA 03 untuk mengawal demokrasi, dan membantu rakyat yang dirugikan atau diperlakukan secara tidak adil.

&quot;Saatnya, hari ini, kawan-kawan yang cinta keadilan, cinta demokrasi harus mengawal, mengingatkan, dan mempersoalkan ketika ketidakadilan mulai terjadi. Saya titip pesan, kawan-kawan dari BAKI GAMA 03 yang akan membuat hotline untuk membantu mereka yang dirugikan, yang diperlakukan tidak adil. Khusus pendukung Ganjar-Mahfud, tolong dibantu,&quot; tutur Ganjar.

</content:encoded></item></channel></rss>
