<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Korban Penculikan 98: Mari Kalahkan Capres Pelanggar HAM Lagi!</title><description>Menurutnya, tuntutan keluarga korban menuntaskan kasus penculikan 1998 juga sudah direkomendasikan oleh DPR RI sejak 2009.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942947/keluarga-korban-penculikan-98-mari-kalahkan-capres-pelanggar-ham-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942947/keluarga-korban-penculikan-98-mari-kalahkan-capres-pelanggar-ham-lagi"/><item><title>Keluarga Korban Penculikan 98: Mari Kalahkan Capres Pelanggar HAM Lagi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942947/keluarga-korban-penculikan-98-mari-kalahkan-capres-pelanggar-ham-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942947/keluarga-korban-penculikan-98-mari-kalahkan-capres-pelanggar-ham-lagi</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/337/2942947/keluarga-korban-penculikan-98-mari-kalahkan-capres-pelanggar-ham-lagi-DMGxRAKMqc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IKOHI Tolak Capres Pelanggar HAM</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/337/2942947/keluarga-korban-penculikan-98-mari-kalahkan-capres-pelanggar-ham-lagi-DMGxRAKMqc.jpg</image><title>IKOHI Tolak Capres Pelanggar HAM</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTA4OS81L3g4cWk2dHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) menyatakan menolak untuk memilih Calon Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Pasalnya, jawaban Prabowo dalam debat tersebut membuat IKOHI  harus mengulangi jawaban yang sama.
&amp;ldquo;IKOHI tidak akan memilih capres yang diduga kuat sebagai dalang penculikan aktivis 1997-1998,&amp;rdquo;ujar Sekjen IKOHI, Zaenal Muttaqin, Kamis (21/12/2023).
Menurutnya, tuntutan para keluarga korban menuntaskan kasus penculikan aktivis 1997-1998 juga sudah direkomendasikan oleh DPR RI sejak 2009.

BACA JUGA:
Keluarga Korban Penculikan: Prabowo Momok yang Menakutkan, Capres Pelanggar HAM!

Dikatakannya, keempat rekomendasi tersebut antara lain membentuk pengadilan Ham adhoc untuk pelaku penculikan, membentuk tim pencarian aktivis yang masih hilang,  reparasi dan kompensasi pada keluarga aktivis korban penculikan.

BACA JUGA:
TPN Sesalkan Baliho Prabowo-Gibran Dipasang di Pos Polisi: Bawaslu Harus Bertindak!

&amp;ldquo;Dan yang terakhir adalah rativikasi konvensi antipenghilangan paksa. Dari empat tuntutan tersebut, tuntutan nomor 1 dan 2 yang menjadi prioritas keluarga korban,&amp;rdquo; ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, IKOHI  bersama keluarga korban sudah 25 tahun menuntut pada pemerintah agar diberi keadilan bagi korban penculikan aktivis 1997-1998.
&quot;Sudah 25 tahun  dan sudah 4 presiden kami berjuang agar  pemerintah membentuk tim pencarian aktivis yang masih hilang dan pengadilan HAM bagi para pelaku, namun pemerintah mengabaikan. Sampai para keluarga korban yang berjuang wafat satu demi satu,&quot;tutupnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid juga membantah anggapan bahwa isu penculikan aktivis pada 1998 lalu hanya muncul lima tahun sekali setiap calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto maju Pemilihan Presiden (Pilpres).

&amp;ldquo;Isu tersebut selalu dimunculkan setiap saat. Bahkan, keluarga korban menggelar aksi rutin depan Istana Negara Jakarta, setiap hari Kamis, untuk bertanya kepada negara di mana keberadaan anak mereka yang masih hilang,&amp;rdquo;tandasnya.

Sementara itu, ayah dari korban penculikan Bimo Petrus, Utomo mengatakan, sudah tertutup harapan untuk mendukung Prabowo sebagai Calon Presiden di 2024. &amp;ldquo; Kami menuntut keadilan atas peristiwa penculikan terhadap anak kami,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTA4OS81L3g4cWk2dHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) menyatakan menolak untuk memilih Calon Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Pasalnya, jawaban Prabowo dalam debat tersebut membuat IKOHI  harus mengulangi jawaban yang sama.
&amp;ldquo;IKOHI tidak akan memilih capres yang diduga kuat sebagai dalang penculikan aktivis 1997-1998,&amp;rdquo;ujar Sekjen IKOHI, Zaenal Muttaqin, Kamis (21/12/2023).
Menurutnya, tuntutan para keluarga korban menuntaskan kasus penculikan aktivis 1997-1998 juga sudah direkomendasikan oleh DPR RI sejak 2009.

BACA JUGA:
Keluarga Korban Penculikan: Prabowo Momok yang Menakutkan, Capres Pelanggar HAM!

Dikatakannya, keempat rekomendasi tersebut antara lain membentuk pengadilan Ham adhoc untuk pelaku penculikan, membentuk tim pencarian aktivis yang masih hilang,  reparasi dan kompensasi pada keluarga aktivis korban penculikan.

BACA JUGA:
TPN Sesalkan Baliho Prabowo-Gibran Dipasang di Pos Polisi: Bawaslu Harus Bertindak!

&amp;ldquo;Dan yang terakhir adalah rativikasi konvensi antipenghilangan paksa. Dari empat tuntutan tersebut, tuntutan nomor 1 dan 2 yang menjadi prioritas keluarga korban,&amp;rdquo; ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, IKOHI  bersama keluarga korban sudah 25 tahun menuntut pada pemerintah agar diberi keadilan bagi korban penculikan aktivis 1997-1998.
&quot;Sudah 25 tahun  dan sudah 4 presiden kami berjuang agar  pemerintah membentuk tim pencarian aktivis yang masih hilang dan pengadilan HAM bagi para pelaku, namun pemerintah mengabaikan. Sampai para keluarga korban yang berjuang wafat satu demi satu,&quot;tutupnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid juga membantah anggapan bahwa isu penculikan aktivis pada 1998 lalu hanya muncul lima tahun sekali setiap calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto maju Pemilihan Presiden (Pilpres).

&amp;ldquo;Isu tersebut selalu dimunculkan setiap saat. Bahkan, keluarga korban menggelar aksi rutin depan Istana Negara Jakarta, setiap hari Kamis, untuk bertanya kepada negara di mana keberadaan anak mereka yang masih hilang,&amp;rdquo;tandasnya.

Sementara itu, ayah dari korban penculikan Bimo Petrus, Utomo mengatakan, sudah tertutup harapan untuk mendukung Prabowo sebagai Calon Presiden di 2024. &amp;ldquo; Kami menuntut keadilan atas peristiwa penculikan terhadap anak kami,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
