<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Akan Revisi UU ITE karena Dinilai Masih Ada Pasal Karet</title><description>Dikatakan Ganjar, kritik tak dilarang di Tanah Air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942978/ganjar-akan-revisi-uu-ite-karena-dinilai-masih-ada-pasal-karet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942978/ganjar-akan-revisi-uu-ite-karena-dinilai-masih-ada-pasal-karet"/><item><title>Ganjar Akan Revisi UU ITE karena Dinilai Masih Ada Pasal Karet</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942978/ganjar-akan-revisi-uu-ite-karena-dinilai-masih-ada-pasal-karet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2942978/ganjar-akan-revisi-uu-ite-karena-dinilai-masih-ada-pasal-karet</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/337/2942978/ganjar-akan-revisi-uu-ite-karena-dinilai-masih-ada-pasal-karet-mYGSqwOMxB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/337/2942978/ganjar-akan-revisi-uu-ite-karena-dinilai-masih-ada-pasal-karet-mYGSqwOMxB.jpg</image><title>Ganjar Pranowo/Foto: MNC Portal</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTM0My81L3g4cXI5aXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo mengatakan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) perlu direvisi kembali.
&quot;Oh iya (UU ITE perlu direvisi karena ada pasal karet),&quot; ujar Ganjar saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
Pilpres 2024, Ganjar: Menyakiti Orang dengan Identitas, Jangan Deh!

Dikatakan Ganjar, kritik tak dilarang di Tanah Air. Namun, ia berkata, penyampaian kritik perlu diperhatikan untuk tidak menyakiti orang.

BACA JUGA:
Sibuk Kampanye, Siti Atikoh Tetap Sempatkan Waktu Berkabar dengan Ganjar dan Alam

&quot;Kritiklah kebijakannya, tapi jangan maaf ya, fisiknya, sukunya, agamanya, golongannya. Saya kira itu menjadi barrier yang mungkin orang jangan ditembus dong yang itu. Tapi kalau kritik kebijakannya boleh-boleh saja,&quot; kata Ganjar
Capres yang diusung Partai Perindo itu pun mengaku kerap mendapat kritik saat menjadi Gubernur Jawa Tengah dua periode. Ganjar mengaku sering mengundang pengkritik datang langsung kepadanya.&quot;Saya 10 tahun kurang lebih menjadi gubernur, mendapatkan kritik-kritikan seperti itu. Maka seringkali kalau mereka kritik, datang aja. Kita ngobrol, kita diskusi. Itu jauh lebih menarik,&quot; ucap Ganjar.

Hanya saja, ia menekankan, pejabat tak boleh baper dan anti terhadap sebuah kritikan. &quot;Dan pejabat jangan baperan kalau dikritik itu,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTM0My81L3g4cXI5aXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo mengatakan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) perlu direvisi kembali.
&quot;Oh iya (UU ITE perlu direvisi karena ada pasal karet),&quot; ujar Ganjar saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
Pilpres 2024, Ganjar: Menyakiti Orang dengan Identitas, Jangan Deh!

Dikatakan Ganjar, kritik tak dilarang di Tanah Air. Namun, ia berkata, penyampaian kritik perlu diperhatikan untuk tidak menyakiti orang.

BACA JUGA:
Sibuk Kampanye, Siti Atikoh Tetap Sempatkan Waktu Berkabar dengan Ganjar dan Alam

&quot;Kritiklah kebijakannya, tapi jangan maaf ya, fisiknya, sukunya, agamanya, golongannya. Saya kira itu menjadi barrier yang mungkin orang jangan ditembus dong yang itu. Tapi kalau kritik kebijakannya boleh-boleh saja,&quot; kata Ganjar
Capres yang diusung Partai Perindo itu pun mengaku kerap mendapat kritik saat menjadi Gubernur Jawa Tengah dua periode. Ganjar mengaku sering mengundang pengkritik datang langsung kepadanya.&quot;Saya 10 tahun kurang lebih menjadi gubernur, mendapatkan kritik-kritikan seperti itu. Maka seringkali kalau mereka kritik, datang aja. Kita ngobrol, kita diskusi. Itu jauh lebih menarik,&quot; ucap Ganjar.

Hanya saja, ia menekankan, pejabat tak boleh baper dan anti terhadap sebuah kritikan. &quot;Dan pejabat jangan baperan kalau dikritik itu,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
