<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gregetan Satu Data Indonesia Tak Pernah Beres, Ganjar Komitmen Akan Benahi</title><description>&amp;nbsp;
Kendati Satu Data Indonesia tak rampung, sejumlah persoalan muncul&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2943063/gregetan-satu-data-indonesia-tak-pernah-beres-ganjar-komitmen-akan-benahi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2943063/gregetan-satu-data-indonesia-tak-pernah-beres-ganjar-komitmen-akan-benahi"/><item><title>Gregetan Satu Data Indonesia Tak Pernah Beres, Ganjar Komitmen Akan Benahi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2943063/gregetan-satu-data-indonesia-tak-pernah-beres-ganjar-komitmen-akan-benahi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/21/337/2943063/gregetan-satu-data-indonesia-tak-pernah-beres-ganjar-komitmen-akan-benahi</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 21:24 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/337/2943063/gregetan-satu-data-indonesia-tak-pernah-beres-ganjar-komitmen-akan-benahi-VZMhG9Vbc3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo greget program Satu Data Indonesia/Foto: MPI </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/337/2943063/gregetan-satu-data-indonesia-tak-pernah-beres-ganjar-komitmen-akan-benahi-VZMhG9Vbc3.jpg</image><title>Ganjar Pranowo greget program Satu Data Indonesia/Foto: MPI </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTM0MC81L3g4cXFydWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, gregetan terhadap tata kelola Satu Data Indonesia yang tidak pernah beres. Padahal, kata Ganjar, Satu Data Indonesia itu memiliki manfaat untuk memudahkan kredit regulasi bagi pelaku digital dan kreatif.

&quot;Hari gini saya agak gimana ya, masa satu data enggak beres-beres,&quot; tutur Ganjar  saat menjadi pembicara di acara Teman Cerita Festival, di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hindari Gesekan karena Berbeda Pilihan, Relawan Ganjar Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu

Kendati Satu Data Indonesia tak rampung, sejumlah persoalan muncul. Ganjar mencontohkan, petani butuh pupuk ribut, kelompok miskin tidak dapat bantuan timbul kemarahan.

&quot;Anak-anak sekolah, mana yang miskin dan tidak miskin, kalau ada bantuan seringkali orang cerita, &quot;kok saya enggak dapat ya.' Yang dapat, loh kamu masuk kategori miskin enggak, 'hmm enggak sih ya,&quot; tutur Ganjar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Di-roasting 3 Komika, Ganjar Tertawa Santai: Tenang Kalian Tidak Akan Hilang!

Atas dasar itu, Ganjar merasa Satu Data Indonesia bisa bermanfaat guna melakukan kriteria masyarakat yang berhak mendapat bantuan sosial (bansos).

&quot;Tetapi kriteria dan ukuran datanya ini yang mesti kita siapkan,&quot; terang Ganjar.


Sekadar informasi, Ganjar sendiri telah memiliki program unggulan yakni KTP Sakti. Pogram itu merupakam sistem digitalisasi penerima bansos. Dengan satu kartu yakni KTP, masyarakat tak lagi ribet untuk mengakses program bansos pemerintah.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTM0MC81L3g4cXFydWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, gregetan terhadap tata kelola Satu Data Indonesia yang tidak pernah beres. Padahal, kata Ganjar, Satu Data Indonesia itu memiliki manfaat untuk memudahkan kredit regulasi bagi pelaku digital dan kreatif.

&quot;Hari gini saya agak gimana ya, masa satu data enggak beres-beres,&quot; tutur Ganjar  saat menjadi pembicara di acara Teman Cerita Festival, di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hindari Gesekan karena Berbeda Pilihan, Relawan Ganjar Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu

Kendati Satu Data Indonesia tak rampung, sejumlah persoalan muncul. Ganjar mencontohkan, petani butuh pupuk ribut, kelompok miskin tidak dapat bantuan timbul kemarahan.

&quot;Anak-anak sekolah, mana yang miskin dan tidak miskin, kalau ada bantuan seringkali orang cerita, &quot;kok saya enggak dapat ya.' Yang dapat, loh kamu masuk kategori miskin enggak, 'hmm enggak sih ya,&quot; tutur Ganjar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Di-roasting 3 Komika, Ganjar Tertawa Santai: Tenang Kalian Tidak Akan Hilang!

Atas dasar itu, Ganjar merasa Satu Data Indonesia bisa bermanfaat guna melakukan kriteria masyarakat yang berhak mendapat bantuan sosial (bansos).

&quot;Tetapi kriteria dan ukuran datanya ini yang mesti kita siapkan,&quot; terang Ganjar.


Sekadar informasi, Ganjar sendiri telah memiliki program unggulan yakni KTP Sakti. Pogram itu merupakam sistem digitalisasi penerima bansos. Dengan satu kartu yakni KTP, masyarakat tak lagi ribet untuk mengakses program bansos pemerintah.



</content:encoded></item></channel></rss>
