<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah, Masyarakat Harus Update Prakiraan Cuaca</title><description>Dwikorita menjelaskan, berdasarkan Prakiraan BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/22/337/2943137/waspada-bencana-hidrometeorologi-basah-masyarakat-harus-update-prakiraan-cuaca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/22/337/2943137/waspada-bencana-hidrometeorologi-basah-masyarakat-harus-update-prakiraan-cuaca"/><item><title>Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah, Masyarakat Harus Update Prakiraan Cuaca</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/22/337/2943137/waspada-bencana-hidrometeorologi-basah-masyarakat-harus-update-prakiraan-cuaca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/22/337/2943137/waspada-bencana-hidrometeorologi-basah-masyarakat-harus-update-prakiraan-cuaca</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 06:51 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/337/2943137/waspada-bencana-hidrometeorologi-basah-masyarakat-harus-update-prakiraan-cuaca-EI4YfLvTq4.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/337/2943137/waspada-bencana-hidrometeorologi-basah-masyarakat-harus-update-prakiraan-cuaca-EI4YfLvTq4.jpeg</image><title>Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) bahwa curah hujan di Indonesia akan meningkat pada akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024.

Dwikorita mengimbau masyarakat agar update terhadap prakiraan cuaca untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, longsor, dan angin kencang, akan tinggi pada musim hujan.

BACA JUGA:
BMKG Imbau Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Selama Natal dan Tahun Baru


Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi antisipasi bencana banjir dan tanah longsor di akhir tahun 2023 dan tahun baru 2024 yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis 21 Desember 2023.

Dwikorita menjelaskan, berdasarkan Prakiraan BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2024. Namun, awal musim hujan di berbagai wilayah Indonesia sudah dimulai sejak November 2023.

&amp;ldquo;Puncak musim hujan diprediksi akan terjadi di wilayah Sumatera bagian tengah hingga selatan, Kalimantan, dan sebagian Jawa,&amp;rdquo; kata Dwikorita.

BACA JUGA:
Para Cawapres Dilarang Bawa HP dan Telepromter saat Debat Malam Ini


Dia juga menyampaikan bahwa wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai adalah wilayah yang memiliki potensi banjir, seperti bantaran sungai, daerah aliran sungai (DAS), dan lereng-lereng bukit.



&amp;ldquo;Banjir tidak selalu terjadi karena hujan lebat. Hujan biasa saja juga bisa menimbulkan banjir, terutama di wilayah yang memiliki lahan kritis,&amp;rdquo; ujar Dwikorita.



Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dwikorita mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor. Masyarakat diminta untuk selalu update informasi dari BMKG melalui aplikasi maupun sosial media BMKG.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) bahwa curah hujan di Indonesia akan meningkat pada akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024.

Dwikorita mengimbau masyarakat agar update terhadap prakiraan cuaca untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, longsor, dan angin kencang, akan tinggi pada musim hujan.

BACA JUGA:
BMKG Imbau Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Selama Natal dan Tahun Baru


Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi antisipasi bencana banjir dan tanah longsor di akhir tahun 2023 dan tahun baru 2024 yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis 21 Desember 2023.

Dwikorita menjelaskan, berdasarkan Prakiraan BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2024. Namun, awal musim hujan di berbagai wilayah Indonesia sudah dimulai sejak November 2023.

&amp;ldquo;Puncak musim hujan diprediksi akan terjadi di wilayah Sumatera bagian tengah hingga selatan, Kalimantan, dan sebagian Jawa,&amp;rdquo; kata Dwikorita.

BACA JUGA:
Para Cawapres Dilarang Bawa HP dan Telepromter saat Debat Malam Ini


Dia juga menyampaikan bahwa wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai adalah wilayah yang memiliki potensi banjir, seperti bantaran sungai, daerah aliran sungai (DAS), dan lereng-lereng bukit.



&amp;ldquo;Banjir tidak selalu terjadi karena hujan lebat. Hujan biasa saja juga bisa menimbulkan banjir, terutama di wilayah yang memiliki lahan kritis,&amp;rdquo; ujar Dwikorita.



Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dwikorita mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor. Masyarakat diminta untuk selalu update informasi dari BMKG melalui aplikasi maupun sosial media BMKG.</content:encoded></item></channel></rss>
