<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Ibu, Atikoh Ganjar Jadikan Momen Merayakan Solidaritas Perjuangan Perempuan 95 Tahun Lalu</title><description>&amp;nbsp;
Menurutnya, hak mendapatkan pendidikan merupakan bentuk eksistensi perempuan, menghindari pernikahan diusia dini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/22/337/2943296/hari-ibu-atikoh-ganjar-jadikan-momen-merayakan-solidaritas-perjuangan-perempuan-95-tahun-lalu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/22/337/2943296/hari-ibu-atikoh-ganjar-jadikan-momen-merayakan-solidaritas-perjuangan-perempuan-95-tahun-lalu"/><item><title>Hari Ibu, Atikoh Ganjar Jadikan Momen Merayakan Solidaritas Perjuangan Perempuan 95 Tahun Lalu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/22/337/2943296/hari-ibu-atikoh-ganjar-jadikan-momen-merayakan-solidaritas-perjuangan-perempuan-95-tahun-lalu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/22/337/2943296/hari-ibu-atikoh-ganjar-jadikan-momen-merayakan-solidaritas-perjuangan-perempuan-95-tahun-lalu</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Selvianus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/337/2943296/hari-ibu-atikoh-ganjar-jadikan-momen-merayakan-solidaritas-perjuangan-perempuan-95-tahun-lalu-g6KplOMgUn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Atikoh Ganjar (Foto: Devi Ari)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/337/2943296/hari-ibu-atikoh-ganjar-jadikan-momen-merayakan-solidaritas-perjuangan-perempuan-95-tahun-lalu-g6KplOMgUn.jpg</image><title>Atikoh Ganjar (Foto: Devi Ari)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTMxNS81L3g4cXFhcGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Istri Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti mengatakanm Hari Ibu di Indonesia jatuh pada 22 Desember menjadi pertanda, kalau kaum perempuan sudah konsisten membahas isu pendidikan sejak sebelum kemerdekaan.

Menurutnya, hak mendapatkan pendidikan merupakan bentuk eksistensi perempuan, menghindari pernikahan diusia dini.

&quot;Hari ini adalah penanda bangkitnya kesadaran perempuan Indonesia, 22 Desember 1928. Hak mendapat pendidikan bagi anak perempuan dan mencegah pernikahan dini sudah masuk agenda perjuangan, 95 tahun lalu,&quot; ujar Atikoh Ganjar dalam akun instagram miliknya, dikutip pada Jumat (22/12/2023).

BACA JUGA:
Sibuk Kampanye, Siti Atikoh Tetap Sempatkan Waktu Berkabar dengan Ganjar dan Alam


Bagi Atikoh, Hari Ibu Nasional jatuh pada 22 Desember, merupakan salah satu tonggak mengenang peristiwa 95 tahun lalu, ketika 30 organisasi perempuan berkongres di Yogyakarta.

&quot;Hari ini 95 tahun lalu, untuk pertama kalinya, 30 organisasi perempuan di seluruh Indonesia berkumpul di Yogyakarta untuk berkongres,&quot; terang Atikoh.

BACA JUGA:
Pujian Warga Surabaya untuk Siti Atikoh: Merakyat, Cerdas dan Mengayomi


Lebih lanjut, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengatakan para organisasi perempuan dalam kongres menyepakati isu pentingnya perkumpulan perempuan, menerbitkan surat kabar, beasiswa, sampai pendidikan.

&quot;Kongres perempuan Indonesia memutuskan di antaranya mendirikan perserikatan perkumpulan perempuan Indonesia, menerbitkan surat kabar, memberikan beasiswa kepada gadis-gadis tidak mampu, memperkuat pendidikan kepanduan putri, mencegah perkawinan anak,&quot; tegas Atikoh.

Atikoh juga mengajak generasi penerus melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu dalam kongres organisasi wanita 95 tahun lalu menyambut Hari Ibu.



&quot;Hari ini adalah hari merayakan solidaritas pencapaian dan perjuangan perempuan, Hari Ibu untuk menghormati para perempuan. Selamat Hari Ibu 22 Desember 2023,&quot; tutur Atikoh Ganjar.

BACA JUGA:
Doa Bersama di Jatim, Atikoh Ganjar Ajak Emak-Emak Jaga Persatuan dan Kesatuan




Kilas balik, organisasi perempuan berkongres di Yogyakarta terjadi sejak 95 tahun lalu, tepatnya pada 22 - 25 Desember 1928. Dalam kongres itu 19 negara berkumpul, dan membahas harkat martabat mereka dalam Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Yogyakarta.



Kongres Perempuan Indonesia, untuk pertama kali rupanya menghasilkan Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928. Melahirkan Sumpah Pemuda telah menginspirasi puluhan organisasi perempuan saat itu, bersama-sama berjuang menjemput kemerdekaan dari bangsa penjajah Belanda.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTMxNS81L3g4cXFhcGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Istri Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti mengatakanm Hari Ibu di Indonesia jatuh pada 22 Desember menjadi pertanda, kalau kaum perempuan sudah konsisten membahas isu pendidikan sejak sebelum kemerdekaan.

Menurutnya, hak mendapatkan pendidikan merupakan bentuk eksistensi perempuan, menghindari pernikahan diusia dini.

&quot;Hari ini adalah penanda bangkitnya kesadaran perempuan Indonesia, 22 Desember 1928. Hak mendapat pendidikan bagi anak perempuan dan mencegah pernikahan dini sudah masuk agenda perjuangan, 95 tahun lalu,&quot; ujar Atikoh Ganjar dalam akun instagram miliknya, dikutip pada Jumat (22/12/2023).

BACA JUGA:
Sibuk Kampanye, Siti Atikoh Tetap Sempatkan Waktu Berkabar dengan Ganjar dan Alam


Bagi Atikoh, Hari Ibu Nasional jatuh pada 22 Desember, merupakan salah satu tonggak mengenang peristiwa 95 tahun lalu, ketika 30 organisasi perempuan berkongres di Yogyakarta.

&quot;Hari ini 95 tahun lalu, untuk pertama kalinya, 30 organisasi perempuan di seluruh Indonesia berkumpul di Yogyakarta untuk berkongres,&quot; terang Atikoh.

BACA JUGA:
Pujian Warga Surabaya untuk Siti Atikoh: Merakyat, Cerdas dan Mengayomi


Lebih lanjut, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengatakan para organisasi perempuan dalam kongres menyepakati isu pentingnya perkumpulan perempuan, menerbitkan surat kabar, beasiswa, sampai pendidikan.

&quot;Kongres perempuan Indonesia memutuskan di antaranya mendirikan perserikatan perkumpulan perempuan Indonesia, menerbitkan surat kabar, memberikan beasiswa kepada gadis-gadis tidak mampu, memperkuat pendidikan kepanduan putri, mencegah perkawinan anak,&quot; tegas Atikoh.

Atikoh juga mengajak generasi penerus melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu dalam kongres organisasi wanita 95 tahun lalu menyambut Hari Ibu.



&quot;Hari ini adalah hari merayakan solidaritas pencapaian dan perjuangan perempuan, Hari Ibu untuk menghormati para perempuan. Selamat Hari Ibu 22 Desember 2023,&quot; tutur Atikoh Ganjar.

BACA JUGA:
Doa Bersama di Jatim, Atikoh Ganjar Ajak Emak-Emak Jaga Persatuan dan Kesatuan




Kilas balik, organisasi perempuan berkongres di Yogyakarta terjadi sejak 95 tahun lalu, tepatnya pada 22 - 25 Desember 1928. Dalam kongres itu 19 negara berkumpul, dan membahas harkat martabat mereka dalam Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Yogyakarta.



Kongres Perempuan Indonesia, untuk pertama kali rupanya menghasilkan Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928. Melahirkan Sumpah Pemuda telah menginspirasi puluhan organisasi perempuan saat itu, bersama-sama berjuang menjemput kemerdekaan dari bangsa penjajah Belanda.

</content:encoded></item></channel></rss>
