<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di-Smackdown saat Ngaji, Bocah Kelas 3 SD Alami Patah Tulang</title><description>Lantaran orangtua pelaku tak mau membantu biaya operasi korban di rumah sakit&amp;nbsp; orangtua korban terpaksa melaporkan kasus tersebut ke polisi
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/22/519/2943454/di-smackdown-saat-ngaji-bocah-kelas-3-sd-alami-patah-tulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/22/519/2943454/di-smackdown-saat-ngaji-bocah-kelas-3-sd-alami-patah-tulang"/><item><title>Di-Smackdown saat Ngaji, Bocah Kelas 3 SD Alami Patah Tulang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/22/519/2943454/di-smackdown-saat-ngaji-bocah-kelas-3-sd-alami-patah-tulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/22/519/2943454/di-smackdown-saat-ngaji-bocah-kelas-3-sd-alami-patah-tulang</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Bambang Sugiarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/519/2943454/di-smackdown-saat-ngaji-bocah-kelas-3-sd-alami-patah-tulang-HOCHJzYnB5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocah kelas 3 SD patah tulang usai di-smackdown teman ngajinya (Foto: iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/519/2943454/di-smackdown-saat-ngaji-bocah-kelas-3-sd-alami-patah-tulang-HOCHJzYnB5.jpg</image><title>Bocah kelas 3 SD patah tulang usai di-smackdown teman ngajinya (Foto: iNews)</title></images><description>JEMBER - Gara-gara di-smackdown teman mengajinya, seorang siswa kelas 3 SD di Jember alami patah lengan bahu kirinya.

Lantaran orangtua pelaku tak mau membantu biaya operasi korban di rumah sakit meski awalnya mau, orangtua korban terpaksa melaporkan kasus kekerasan ini kepada polisi.


BACA JUGA:
Rusun di Johar Baru Kebakaran, 16 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan


Tangan kiri siswa berinisial NRR (9), harus diikat dengan kain khusus agar kondisi tangannya cepat sembuh usai menjalani operasi.

Dari hasil rongent diketahui jika bagian lengan bahunya patah dan kemudian dilakukan tindakan medis oleh keluarga korban atas biaya sendiri hingga korban harus dioperasi dengan pemberian pen di lengan bahunya.


BACA JUGA:
Jelang Vonis Pelanggaran Etik Firli Bahuri, Dewas KPK: Kita Sudah Plong!


Meski korban alami patah bagian lengan bahunya, namun orangtua anak yang membanting korban enggan bertanggung jawab untuk membantu biaya operasi dan biaya pengobatan.

Padahal semula, dari mediasi yang dilakukan, mereka mau membantunya. Namun, waktu yang ditunggu-tunggu hingga satu bulan lamanya, tidak kunjung terealiasi.Geram karena dianggap ingkar janji. Akhirnya orangtua korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Jember.

Menurut dimas, ayah dari NRR, kejadian tersebut bermula saat anaknya tanpa alasan jelas ditampar oleh temannya berinisial R saat mengaji bersama di TPQ di masjid.


BACA JUGA:
 Nahas! Pejalan Kaki di Bekasi Tewas Ditabrak Lari Pengendara Mobil&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sejurus kemudian, R mengajak berkelahi hingga akhirnya dua bocah itupun berkelahi di area masjid tersebut. Saat berkelahi itulah, korban  alami patah di bagian lengan bahunya.

Kasus inipun kemudian dimediasi, namun sayangnya orangtua R diduga tidak kunjung bertanggung jawab atas peristiwa yang dilakukan anaknya itu.

Hingga kasus ini di laporkan ke bagian PPA Polres Jember oleh orangtua korban.</description><content:encoded>JEMBER - Gara-gara di-smackdown teman mengajinya, seorang siswa kelas 3 SD di Jember alami patah lengan bahu kirinya.

Lantaran orangtua pelaku tak mau membantu biaya operasi korban di rumah sakit meski awalnya mau, orangtua korban terpaksa melaporkan kasus kekerasan ini kepada polisi.


BACA JUGA:
Rusun di Johar Baru Kebakaran, 16 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan


Tangan kiri siswa berinisial NRR (9), harus diikat dengan kain khusus agar kondisi tangannya cepat sembuh usai menjalani operasi.

Dari hasil rongent diketahui jika bagian lengan bahunya patah dan kemudian dilakukan tindakan medis oleh keluarga korban atas biaya sendiri hingga korban harus dioperasi dengan pemberian pen di lengan bahunya.


BACA JUGA:
Jelang Vonis Pelanggaran Etik Firli Bahuri, Dewas KPK: Kita Sudah Plong!


Meski korban alami patah bagian lengan bahunya, namun orangtua anak yang membanting korban enggan bertanggung jawab untuk membantu biaya operasi dan biaya pengobatan.

Padahal semula, dari mediasi yang dilakukan, mereka mau membantunya. Namun, waktu yang ditunggu-tunggu hingga satu bulan lamanya, tidak kunjung terealiasi.Geram karena dianggap ingkar janji. Akhirnya orangtua korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Jember.

Menurut dimas, ayah dari NRR, kejadian tersebut bermula saat anaknya tanpa alasan jelas ditampar oleh temannya berinisial R saat mengaji bersama di TPQ di masjid.


BACA JUGA:
 Nahas! Pejalan Kaki di Bekasi Tewas Ditabrak Lari Pengendara Mobil&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sejurus kemudian, R mengajak berkelahi hingga akhirnya dua bocah itupun berkelahi di area masjid tersebut. Saat berkelahi itulah, korban  alami patah di bagian lengan bahunya.

Kasus inipun kemudian dimediasi, namun sayangnya orangtua R diduga tidak kunjung bertanggung jawab atas peristiwa yang dilakukan anaknya itu.

Hingga kasus ini di laporkan ke bagian PPA Polres Jember oleh orangtua korban.</content:encoded></item></channel></rss>
