<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelaparan Merajalela di Gaza, Pertempuran Israel-Hamas Meningkat</title><description>Dewan Keamanan PBB mengambil suara pada Jumat, (23/12/2023) untuk pengiriman bantuan ke Gaza.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/23/18/2943944/kelaparan-merajalela-di-gaza-pertempuran-israel-hamas-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/23/18/2943944/kelaparan-merajalela-di-gaza-pertempuran-israel-hamas-meningkat"/><item><title>Kelaparan Merajalela di Gaza, Pertempuran Israel-Hamas Meningkat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/23/18/2943944/kelaparan-merajalela-di-gaza-pertempuran-israel-hamas-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/23/18/2943944/kelaparan-merajalela-di-gaza-pertempuran-israel-hamas-meningkat</guid><pubDate>Sabtu 23 Desember 2023 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/23/18/2943944/kelaparan-merajalela-di-gaza-pertempuran-israel-hamas-meningkat-BnNozFJRAv.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Anak-anak Palestina mengantre makanan di Rafah, Gaza selatan, 14 Desember 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/23/18/2943944/kelaparan-merajalela-di-gaza-pertempuran-israel-hamas-meningkat-BnNozFJRAv.JPG</image><title>Anak-anak Palestina mengantre makanan di Rafah, Gaza selatan, 14 Desember 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMS8xLzE3NTM2Ni81L3g4cXJudW4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
GAZA - Pasukan Israel meluaskan ofensif mereka di Gaza pada Jumat, (22/12/2023), sementara upaya-upaya internasional untuk menengahi gencatan senjata berlanjut dan krisis kemanusiaan di wilayah kantong itu meningkat.

BACA JUGA:
Operasi Militer Israel di Gaza Termasuk yang Paling Menghancurkan dalam Sejarah

Penduduk Gaza melaporkan pengeboman serangan udara hebat di beberapa bagian di Gaza Utara. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di Khan Younis dan Rafah, di bagian selatan. Militer Israel memerintahkan warga al-Bureij dan komunitas-komunitas di sekitarnya di Gaza Tengah, untuk segera pindah ke selatan, suatu indikasi mengenai kemungkinan serangan darat di daerah itu.
Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikelola Hamas mengatakan setidaknya 20 ribu orang Palestina tewas sejak Israel meluncurkan serangannya terhadap Gaza, setelah serangan teror Hamas 7 Oktober lalu di Israel yang menewaskan sekira 1.200 orang. Sekira 240 orang juga disandera oleh Hamas.
Hampir dua juta orang Palestina telah dipaksa mengungsi oleh Israel sejak itu. Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa 390 orang Palestina tewas dalam dua hari terakhir ini.

BACA JUGA:
Usai Pertempuran Sengit Berhari-hari, Pasukan Israel Bentuk Kontrol Operasional di Shejaiya Kota Gaza

Berlanjutnya ofensif Israel terjadi di tengah-tengah upaya diplomatik untuk memastikan penghentian pertempuran di Gaza. Pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB mengenai persyaratan gencatan senjata dan ketentuan umum bagi dimulainya kembali pengiriman bantuan yang naskahnya dirancang Uni Emirat Arab dan telah tertunda-tunda sejak Senin, (18/12/2023) diperkirakan akan berlangsung pada Jumat, (23/12/2023).

Penundaan itu antara lain karena keberatan Amerika Serikat (AS) mengenai sejumlah istilah yang tidak dapat didukung AS. Revisi Kamis memperlihatkan adanya perubahan, termasuk dihapusnya seruan bagi &amp;ldquo;penghentian darurat permusuhan&amp;rdquo; untuk memungkinkan pengiriman bantuan.
Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield Kamis malam mengatakan, AS siap untuk memberikan suara yang mendukung resolusi yang direvisi. &amp;ldquo;Ini resolusi yang akan membawa bantuan kemanusiaan untuk mereka yang memerlukannya,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi Tingkatkan Bantuan ke Gaza, Gagal Serukan Gencatan Senjata&amp;nbsp;

Perubahan lain yang diusulkan mencakup perubahan kata-kata mengenai pembentukan mekanisme pemantau PBB yang akan menginspeksi bantuan yang memasuki Gaza, untuk memastikan itu adalah benar-benar bantuan kemanusiaan. Naskah baru yang diusulkan menyerukan kepada Sekjen PBB untuk mengangkat &amp;ldquo;seorang koordinator kemanusiaan dan rekonstruksi senior&amp;rdquo; yang kemudian akan membentuk Mekanisme PBB untuk mempercepat pengiriman bantuan ke Gaza.
Thomas-Greenfield mengatakan perubahan itu telah mendapat dukungan dari negara-negara Arab.&amp;ldquo;Rancangan resolusi ini adalah resolusi yang sangat kuat yang didukung sepenuhnya oleh kelompok Arab, yang memberi mereka apa yang mereka rasa diperlukan untuk mengirim bantuan kemanusiaan di lapangan,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan.

Kelaparan meningkat di Gaza&amp;nbsp;
Pemungutan suara mengenai bantuan yang ditunggu-tunggu itu terjadi pada saat yang kritis.
Integrated Food Security Phase Classification, (Klasifikasi Tahap Ketahanan Pangan Terpadu, IPC) Kamis mengatakan bahwa permusuhan, &amp;ldquo;termasuk bombardemen, operasi darat dan pengepungan seluruh populasi&amp;rdquo; telah menyebabkan kerawanan pangan akut pada &amp;ldquo;level bencana&amp;rdquo;, demikian dilansir dari VOA Indonesia.

BACA JUGA:
Pemerintah Prancis Didesak Selidiki 4.000 Warganya Terkait Kejahatan perang di Gaza&amp;nbsp;

Badan dukungan PBB yang memantau kelaparan global dan mengeluarkan peringatan mengenai kelaparan itu memperingatkan bahwa seluruh populasi Gaza, lebih dari 2 juta orang berada pada level krisis atau kelaparan yang lebih buruk, dan ada potensi kelaparan dalam enam bulan mendatang jika situasi saat ini dan dibatasinya akses bantuan berlanjut.
IPC mengatakan lebih dari satu dari empat keluarga menghadapi kelaparan ekstrem dan seperempat warga Gaza, 577 ribu orang telah kehabisan pasokan makanan mereka dan menghadapi kelaparan pada tingkat bencana.
&amp;ldquo;Badan Pangan Dunia (WFP) telah memperingatkan bencana yang akan terjadi ini selama berpekan-pekan,&amp;rdquo; kata Direktur Eksekutif WFP Cindy McCain mengenai temuan IPC. &amp;ldquo;Tragisnya, tanpa akses yang aman dan konsisten yang telah kami serukan, situasinya sangat menyedihkan, dan tak seorang pun yang aman dari kelaparan.&amp;rdquo;
Israel mengatakan sedang bekerja sama dalam mengizinkan bantuan memasuki Gaza. Israel membuka pos perlintasan Kerem Shalom pada Minggu, (17/12/2023) untuk dilalui konvoi bantuan. Perlintasan itu berada di dekat tiga perbatasan Israel, Jalur Gaza dan Mesir. Militer Israel mengatakan pihaknya mengizinkan jeda taktis singkat di beberapa daerah di Gaza Selatan agar warga sipil mendapatkan makanan dan air.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMS8xLzE3NTM2Ni81L3g4cXJudW4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
GAZA - Pasukan Israel meluaskan ofensif mereka di Gaza pada Jumat, (22/12/2023), sementara upaya-upaya internasional untuk menengahi gencatan senjata berlanjut dan krisis kemanusiaan di wilayah kantong itu meningkat.

BACA JUGA:
Operasi Militer Israel di Gaza Termasuk yang Paling Menghancurkan dalam Sejarah

Penduduk Gaza melaporkan pengeboman serangan udara hebat di beberapa bagian di Gaza Utara. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di Khan Younis dan Rafah, di bagian selatan. Militer Israel memerintahkan warga al-Bureij dan komunitas-komunitas di sekitarnya di Gaza Tengah, untuk segera pindah ke selatan, suatu indikasi mengenai kemungkinan serangan darat di daerah itu.
Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikelola Hamas mengatakan setidaknya 20 ribu orang Palestina tewas sejak Israel meluncurkan serangannya terhadap Gaza, setelah serangan teror Hamas 7 Oktober lalu di Israel yang menewaskan sekira 1.200 orang. Sekira 240 orang juga disandera oleh Hamas.
Hampir dua juta orang Palestina telah dipaksa mengungsi oleh Israel sejak itu. Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa 390 orang Palestina tewas dalam dua hari terakhir ini.

BACA JUGA:
Usai Pertempuran Sengit Berhari-hari, Pasukan Israel Bentuk Kontrol Operasional di Shejaiya Kota Gaza

Berlanjutnya ofensif Israel terjadi di tengah-tengah upaya diplomatik untuk memastikan penghentian pertempuran di Gaza. Pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB mengenai persyaratan gencatan senjata dan ketentuan umum bagi dimulainya kembali pengiriman bantuan yang naskahnya dirancang Uni Emirat Arab dan telah tertunda-tunda sejak Senin, (18/12/2023) diperkirakan akan berlangsung pada Jumat, (23/12/2023).

Penundaan itu antara lain karena keberatan Amerika Serikat (AS) mengenai sejumlah istilah yang tidak dapat didukung AS. Revisi Kamis memperlihatkan adanya perubahan, termasuk dihapusnya seruan bagi &amp;ldquo;penghentian darurat permusuhan&amp;rdquo; untuk memungkinkan pengiriman bantuan.
Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield Kamis malam mengatakan, AS siap untuk memberikan suara yang mendukung resolusi yang direvisi. &amp;ldquo;Ini resolusi yang akan membawa bantuan kemanusiaan untuk mereka yang memerlukannya,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi Tingkatkan Bantuan ke Gaza, Gagal Serukan Gencatan Senjata&amp;nbsp;

Perubahan lain yang diusulkan mencakup perubahan kata-kata mengenai pembentukan mekanisme pemantau PBB yang akan menginspeksi bantuan yang memasuki Gaza, untuk memastikan itu adalah benar-benar bantuan kemanusiaan. Naskah baru yang diusulkan menyerukan kepada Sekjen PBB untuk mengangkat &amp;ldquo;seorang koordinator kemanusiaan dan rekonstruksi senior&amp;rdquo; yang kemudian akan membentuk Mekanisme PBB untuk mempercepat pengiriman bantuan ke Gaza.
Thomas-Greenfield mengatakan perubahan itu telah mendapat dukungan dari negara-negara Arab.&amp;ldquo;Rancangan resolusi ini adalah resolusi yang sangat kuat yang didukung sepenuhnya oleh kelompok Arab, yang memberi mereka apa yang mereka rasa diperlukan untuk mengirim bantuan kemanusiaan di lapangan,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan.

Kelaparan meningkat di Gaza&amp;nbsp;
Pemungutan suara mengenai bantuan yang ditunggu-tunggu itu terjadi pada saat yang kritis.
Integrated Food Security Phase Classification, (Klasifikasi Tahap Ketahanan Pangan Terpadu, IPC) Kamis mengatakan bahwa permusuhan, &amp;ldquo;termasuk bombardemen, operasi darat dan pengepungan seluruh populasi&amp;rdquo; telah menyebabkan kerawanan pangan akut pada &amp;ldquo;level bencana&amp;rdquo;, demikian dilansir dari VOA Indonesia.

BACA JUGA:
Pemerintah Prancis Didesak Selidiki 4.000 Warganya Terkait Kejahatan perang di Gaza&amp;nbsp;

Badan dukungan PBB yang memantau kelaparan global dan mengeluarkan peringatan mengenai kelaparan itu memperingatkan bahwa seluruh populasi Gaza, lebih dari 2 juta orang berada pada level krisis atau kelaparan yang lebih buruk, dan ada potensi kelaparan dalam enam bulan mendatang jika situasi saat ini dan dibatasinya akses bantuan berlanjut.
IPC mengatakan lebih dari satu dari empat keluarga menghadapi kelaparan ekstrem dan seperempat warga Gaza, 577 ribu orang telah kehabisan pasokan makanan mereka dan menghadapi kelaparan pada tingkat bencana.
&amp;ldquo;Badan Pangan Dunia (WFP) telah memperingatkan bencana yang akan terjadi ini selama berpekan-pekan,&amp;rdquo; kata Direktur Eksekutif WFP Cindy McCain mengenai temuan IPC. &amp;ldquo;Tragisnya, tanpa akses yang aman dan konsisten yang telah kami serukan, situasinya sangat menyedihkan, dan tak seorang pun yang aman dari kelaparan.&amp;rdquo;
Israel mengatakan sedang bekerja sama dalam mengizinkan bantuan memasuki Gaza. Israel membuka pos perlintasan Kerem Shalom pada Minggu, (17/12/2023) untuk dilalui konvoi bantuan. Perlintasan itu berada di dekat tiga perbatasan Israel, Jalur Gaza dan Mesir. Militer Israel mengatakan pihaknya mengizinkan jeda taktis singkat di beberapa daerah di Gaza Selatan agar warga sipil mendapatkan makanan dan air.</content:encoded></item></channel></rss>
