<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran Ancam Tutup Laut Mediterania Terkait Perang di Gaza</title><description>Tidak diketahui bagaimana Iran dapat menutup Laut Mediterania mengingat letak geografisnya yang tak memiiki akses langsung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/23/18/2944041/iran-ancam-tutup-laut-mediterania-terkait-perang-di-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/23/18/2944041/iran-ancam-tutup-laut-mediterania-terkait-perang-di-gaza"/><item><title>Iran Ancam Tutup Laut Mediterania Terkait Perang di Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/23/18/2944041/iran-ancam-tutup-laut-mediterania-terkait-perang-di-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/23/18/2944041/iran-ancam-tutup-laut-mediterania-terkait-perang-di-gaza</guid><pubDate>Sabtu 23 Desember 2023 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/23/18/2944041/iran-ancam-tutup-laut-mediterania-terkait-perang-di-gaza-JNKD9RSrzD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/23/18/2944041/iran-ancam-tutup-laut-mediterania-terkait-perang-di-gaza-JNKD9RSrzD.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMS8xLzE3NDAwOC81L3g4cHRkbjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TEHERAN - Seorang komandan Garda Revolusi Iran mengatakan Laut Mediterania bisa ditutup jika Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terus melakukan &quot;kejahatan&quot; di Gaza, media Iran melaporkan pada Sabtu, (23/12/2023) tanpa menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Tantang AS, Houthi: Serangan di Laut Merah Berlanjut Kecuali Israel Akhiri Perang Gaza&amp;nbsp;

Iran mendukung Hamas melawan Israel dan menuduh Amerika Serikat mendukung apa yang mereka sebut sebagai kejahatan Israel di Gaza, di mana pemboman selama berminggu-minggu telah menewaskan ribuan orang dan membuat sebagian besar penduduk meninggalkan rumah mereka.
&amp;ldquo;Mereka akan segera menunggu penutupan Laut Mediterania, (Selat) Gibraltar dan saluran air lainnya,&amp;rdquo; demikian dilaporkan Tasnim mengutip pernyataan Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, komandan koordinator Garda Revolusi.

BACA JUGA:
Tembak Drone Rp31 Juta dengan Rudal Rp32 Miliar, Operasi Lawan Houthi Buat AS Tekor&amp;nbsp;

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman selama sebulan terakhir menyerang kapal-kapal dagang yang berlayar melalui Laut Merah sebagai pembalasan atas serangan Israel di Gaza, yang menyebabkan beberapa perusahaan pelayaran beralih rute.
Gedung Putih pada Jumat, (22/12/2023) mengatakan Iran &quot;sangat terlibat&quot; dalam perencanaan operasi terhadap kapal komersial di Laut Merah.

Iran sendiri tidak memiliki akses langsung ke Mediterania dan tidak jelas bagaimana Garda Revolusi dapat berupaya menutupnya, meskipun Naqdi berbicara tentang &quot;lahirnya kekuatan perlawanan baru dan penutupan saluran air lainnya&quot;.
&amp;ldquo;Kemarin, Teluk Persia dan Selat Hormuz menjadi mimpi buruk bagi mereka, dan hari ini mereka terjebak&amp;hellip;di Laut Merah,&amp;rdquo; kata Naqdi sebagaimana dilansir Reuters.
Satu-satunya kelompok yang didukung oleh Iran di Mediterania adalah Hizbullah Lebanon dan milisi sekutunya di Suriah, di ujung laut Gibraltar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMS8xLzE3NDAwOC81L3g4cHRkbjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TEHERAN - Seorang komandan Garda Revolusi Iran mengatakan Laut Mediterania bisa ditutup jika Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terus melakukan &quot;kejahatan&quot; di Gaza, media Iran melaporkan pada Sabtu, (23/12/2023) tanpa menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Tantang AS, Houthi: Serangan di Laut Merah Berlanjut Kecuali Israel Akhiri Perang Gaza&amp;nbsp;

Iran mendukung Hamas melawan Israel dan menuduh Amerika Serikat mendukung apa yang mereka sebut sebagai kejahatan Israel di Gaza, di mana pemboman selama berminggu-minggu telah menewaskan ribuan orang dan membuat sebagian besar penduduk meninggalkan rumah mereka.
&amp;ldquo;Mereka akan segera menunggu penutupan Laut Mediterania, (Selat) Gibraltar dan saluran air lainnya,&amp;rdquo; demikian dilaporkan Tasnim mengutip pernyataan Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, komandan koordinator Garda Revolusi.

BACA JUGA:
Tembak Drone Rp31 Juta dengan Rudal Rp32 Miliar, Operasi Lawan Houthi Buat AS Tekor&amp;nbsp;

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman selama sebulan terakhir menyerang kapal-kapal dagang yang berlayar melalui Laut Merah sebagai pembalasan atas serangan Israel di Gaza, yang menyebabkan beberapa perusahaan pelayaran beralih rute.
Gedung Putih pada Jumat, (22/12/2023) mengatakan Iran &quot;sangat terlibat&quot; dalam perencanaan operasi terhadap kapal komersial di Laut Merah.

Iran sendiri tidak memiliki akses langsung ke Mediterania dan tidak jelas bagaimana Garda Revolusi dapat berupaya menutupnya, meskipun Naqdi berbicara tentang &quot;lahirnya kekuatan perlawanan baru dan penutupan saluran air lainnya&quot;.
&amp;ldquo;Kemarin, Teluk Persia dan Selat Hormuz menjadi mimpi buruk bagi mereka, dan hari ini mereka terjebak&amp;hellip;di Laut Merah,&amp;rdquo; kata Naqdi sebagaimana dilansir Reuters.
Satu-satunya kelompok yang didukung oleh Iran di Mediterania adalah Hizbullah Lebanon dan milisi sekutunya di Suriah, di ujung laut Gibraltar.</content:encoded></item></channel></rss>
