<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Temui Petani Indramayu, Ganjar: Pupuk Ternyata Masalah Seluruh Indonesia</title><description>Pupuk ternyata masalah seluruh Indonesia. Saya makin yakin kalau data petani musti beres, cara penyalurannya musti tertutup</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/23/525/2944055/temui-petani-indramayu-ganjar-pupuk-ternyata-masalah-seluruh-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/23/525/2944055/temui-petani-indramayu-ganjar-pupuk-ternyata-masalah-seluruh-indonesia"/><item><title>Temui Petani Indramayu, Ganjar: Pupuk Ternyata Masalah Seluruh Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/23/525/2944055/temui-petani-indramayu-ganjar-pupuk-ternyata-masalah-seluruh-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/23/525/2944055/temui-petani-indramayu-ganjar-pupuk-ternyata-masalah-seluruh-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 23 Desember 2023 18:42 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/23/525/2944055/temui-petani-indramayu-ganjar-pupuk-ternyata-masalah-seluruh-indonesia-NDoaDXrh8Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/23/525/2944055/temui-petani-indramayu-ganjar-pupuk-ternyata-masalah-seluruh-indonesia-NDoaDXrh8Y.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xLzE3NTA2My81L3g4cWhob3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

INDRAMAYU - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3,&amp;nbsp;Ganjar Pranowo meyakini distribusi pupuk belum merata di berbagai wilayah Indonesia. Hal tersebut diungkap Ganjar usai berkunjung ke kelompok petani yang ada di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (23/12/2023).

Dalam pertemuan itu, beberapa petani mengeluhkan program distribusi pupuk yang disebut semakin sulit. Mendengar keluhan tersebut, Ganjar pun membahas peristiwa debat Capres pertama saat dirinya ditanyai persoalan pupuk yang langka di Jawa Tengah oleh Prabowo Subianto.

&quot;Waktu debat kemarin saya ditanya itu, Pak Ganjar pupuknya langka. Perasaan yang langka se-Indonesia, tapi katanya di Jateng saja. Eh ternyata di Indramayu juga, sama ya nasibnya,&quot; katanya.


BACA JUGA:
 Balapan Liar di Simpang Jam Banda Aceh, 11 Remaja Diamankan Polisi&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Lebih lanjut, Ganjar menegaskan bahwa persoalan pupuk langka harus segera diselesaikan. Salah satunya terkait penyaluran pupuk yang tidak tepat sasaran.

Pemerintah, kata Ganjar, harus segera membenahi data petani yang selama ini kerap bermasalah. Selain itu, ia juga menyoroti penambahan jumlah pupuk yang akan disebarluaskan kepada para petani.


BACA JUGA:
Program KTP Sakti Ganjar Disambut Antusias Warga Majalengka


&quot;Pupuk ternyata masalah seluruh Indonesia. Saya kira saya makin yakin kalau data petani musti beres, cara penyalurannya musti tertutup dan jumlahnya ditambah. Karena mereka tidak bisa mendapatkan itu,&quot; ucapnya.

&quot;Subsidinya tetap jalan tapi mesti tepat sasaran maka satu datanya itu mesti kita bereskan. Kalau jumlahnya kurang ya harus diperbaiki harus ditambah, sehingga nanti cukup menggantikan mekanisme tambah menambah sama saja,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xLzE3NTA2My81L3g4cWhob3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

INDRAMAYU - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3,&amp;nbsp;Ganjar Pranowo meyakini distribusi pupuk belum merata di berbagai wilayah Indonesia. Hal tersebut diungkap Ganjar usai berkunjung ke kelompok petani yang ada di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (23/12/2023).

Dalam pertemuan itu, beberapa petani mengeluhkan program distribusi pupuk yang disebut semakin sulit. Mendengar keluhan tersebut, Ganjar pun membahas peristiwa debat Capres pertama saat dirinya ditanyai persoalan pupuk yang langka di Jawa Tengah oleh Prabowo Subianto.

&quot;Waktu debat kemarin saya ditanya itu, Pak Ganjar pupuknya langka. Perasaan yang langka se-Indonesia, tapi katanya di Jateng saja. Eh ternyata di Indramayu juga, sama ya nasibnya,&quot; katanya.


BACA JUGA:
 Balapan Liar di Simpang Jam Banda Aceh, 11 Remaja Diamankan Polisi&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Lebih lanjut, Ganjar menegaskan bahwa persoalan pupuk langka harus segera diselesaikan. Salah satunya terkait penyaluran pupuk yang tidak tepat sasaran.

Pemerintah, kata Ganjar, harus segera membenahi data petani yang selama ini kerap bermasalah. Selain itu, ia juga menyoroti penambahan jumlah pupuk yang akan disebarluaskan kepada para petani.


BACA JUGA:
Program KTP Sakti Ganjar Disambut Antusias Warga Majalengka


&quot;Pupuk ternyata masalah seluruh Indonesia. Saya kira saya makin yakin kalau data petani musti beres, cara penyalurannya musti tertutup dan jumlahnya ditambah. Karena mereka tidak bisa mendapatkan itu,&quot; ucapnya.

&quot;Subsidinya tetap jalan tapi mesti tepat sasaran maka satu datanya itu mesti kita bereskan. Kalau jumlahnya kurang ya harus diperbaiki harus ditambah, sehingga nanti cukup menggantikan mekanisme tambah menambah sama saja,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
