<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tunjukkan Solidaritas untuk Gaza, Warga Bethlehem Kibarkan Bendera Palestina Ukuran Rakasasa</title><description>Perayaan Natala di Bethlehem, tempat kelahiran Yesus, telah dibatalkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/25/18/2944656/tunjukkan-solidaritas-untuk-gaza-warga-bethlehem-kibarkan-bendera-palestina-ukuran-rakasasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/25/18/2944656/tunjukkan-solidaritas-untuk-gaza-warga-bethlehem-kibarkan-bendera-palestina-ukuran-rakasasa"/><item><title>Tunjukkan Solidaritas untuk Gaza, Warga Bethlehem Kibarkan Bendera Palestina Ukuran Rakasasa</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/25/18/2944656/tunjukkan-solidaritas-untuk-gaza-warga-bethlehem-kibarkan-bendera-palestina-ukuran-rakasasa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/25/18/2944656/tunjukkan-solidaritas-untuk-gaza-warga-bethlehem-kibarkan-bendera-palestina-ukuran-rakasasa</guid><pubDate>Senin 25 Desember 2023 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/25/18/2944656/tunjukkan-solidaritas-untuk-gaza-warga-bethlehem-kibarkan-bendera-palestina-ukuran-rakasasa-X1k0OKM8qz.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bendera Palestina berukuran besar ditampilkan di Alun-Alun Manger, Bethlehem, Tepi Barat, 24 Desember 2023. (Foto: Reuters) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/25/18/2944656/tunjukkan-solidaritas-untuk-gaza-warga-bethlehem-kibarkan-bendera-palestina-ukuran-rakasasa-X1k0OKM8qz.JPG</image><title>Bendera Palestina berukuran besar ditampilkan di Alun-Alun Manger, Bethlehem, Tepi Barat, 24 Desember 2023. (Foto: Reuters) </title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNS8xLzE3NTQ3NS81L3g4cXY1cmI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BETLEHEM - Warga di Tepi Barat pada Malam Natal yang jatuh pada Minggu (24/12/2023) membentangkan, mengarak dan kemudian mengibarkan bendera Palestina berukuran sangat besar di Manger Square, Bethlehem, sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Tunjukkan Solidaritas ke Palestina, Warga di Betlehem Rayaan Natal 2023 Tanpa Kemeriahan&amp;nbsp;

Aksi tersebut dilakukan ketika tempat kelahiran Yesus yang biasanya ramai, pada Minggu itu tampak bagai kota mati karena pembatalan sejumlah acara perayaan Natal.
Tidak ada lagi lampu-lampu yang biasanya menghiasi Manger Square. Begitu pula kerumunan jemaat dan wisatawan asing, atau marching band anak-anak muda yang biasanya meramaikan kota itu pada Malam Natal.
Munther Isaac, seorang pastur di Evangelical Lutheran Christmas Church di Bethlehem mengatakan dalam bahasa Arab, &amp;ldquo;tidak mungkin&amp;rdquo; dapat merayakan Natal ketika pertempuran di Jalur Gaza masih terus berlanjut, demikian dilansir dari VOA Indonesia.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Pembantaian Hari Natal, Serangan Udara Israel Tewaskan Setidaknya 78 Warga Palestina di Gaza&amp;nbsp;

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang diperintah oleh Hamas, mengatakan hingga Minggu ini lebih dari 20.000 warga tewas dan lebih dari 50.000 lainnya luka-luka akibat serangkaian serangan balasan Israel dari darat dan udara terhadap kelompok militan Hamas. Sementara 85% dari 2,3 juta penduduk di daerah kantong itu terpaksa mengungsi.
Israel melancarkan serangan balasan ke Jalur Gaza untuk menghancurkan kelompok militan Hamas yang menyerang wilayah selatan Israel pada 7 Oktober lalu, yang menewaskan 1.200 warga Israel, sebagian besar warga sipil. Hamas juga menyandera sekitar 240 orang, yang sebagian telah dibebaskan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNS8xLzE3NTQ3NS81L3g4cXY1cmI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BETLEHEM - Warga di Tepi Barat pada Malam Natal yang jatuh pada Minggu (24/12/2023) membentangkan, mengarak dan kemudian mengibarkan bendera Palestina berukuran sangat besar di Manger Square, Bethlehem, sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Tunjukkan Solidaritas ke Palestina, Warga di Betlehem Rayaan Natal 2023 Tanpa Kemeriahan&amp;nbsp;

Aksi tersebut dilakukan ketika tempat kelahiran Yesus yang biasanya ramai, pada Minggu itu tampak bagai kota mati karena pembatalan sejumlah acara perayaan Natal.
Tidak ada lagi lampu-lampu yang biasanya menghiasi Manger Square. Begitu pula kerumunan jemaat dan wisatawan asing, atau marching band anak-anak muda yang biasanya meramaikan kota itu pada Malam Natal.
Munther Isaac, seorang pastur di Evangelical Lutheran Christmas Church di Bethlehem mengatakan dalam bahasa Arab, &amp;ldquo;tidak mungkin&amp;rdquo; dapat merayakan Natal ketika pertempuran di Jalur Gaza masih terus berlanjut, demikian dilansir dari VOA Indonesia.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Pembantaian Hari Natal, Serangan Udara Israel Tewaskan Setidaknya 78 Warga Palestina di Gaza&amp;nbsp;

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang diperintah oleh Hamas, mengatakan hingga Minggu ini lebih dari 20.000 warga tewas dan lebih dari 50.000 lainnya luka-luka akibat serangkaian serangan balasan Israel dari darat dan udara terhadap kelompok militan Hamas. Sementara 85% dari 2,3 juta penduduk di daerah kantong itu terpaksa mengungsi.
Israel melancarkan serangan balasan ke Jalur Gaza untuk menghancurkan kelompok militan Hamas yang menyerang wilayah selatan Israel pada 7 Oktober lalu, yang menewaskan 1.200 warga Israel, sebagian besar warga sipil. Hamas juga menyandera sekitar 240 orang, yang sebagian telah dibebaskan.</content:encoded></item></channel></rss>
