<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Demonstran Gelar Protes di Beograd, Tuntut Hasil Pemilu Serbia Dibatalkan</title><description>Aleksandar Vucic kembali memenangi pemilu Serbia pekan lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/25/18/2944680/ribuan-demonstran-gelar-protes-di-beograd-tuntut-hasil-pemilu-serbia-dibatalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/25/18/2944680/ribuan-demonstran-gelar-protes-di-beograd-tuntut-hasil-pemilu-serbia-dibatalkan"/><item><title>Ribuan Demonstran Gelar Protes di Beograd, Tuntut Hasil Pemilu Serbia Dibatalkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/25/18/2944680/ribuan-demonstran-gelar-protes-di-beograd-tuntut-hasil-pemilu-serbia-dibatalkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/25/18/2944680/ribuan-demonstran-gelar-protes-di-beograd-tuntut-hasil-pemilu-serbia-dibatalkan</guid><pubDate>Senin 25 Desember 2023 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/25/18/2944680/ribuan-demonstran-gelar-protes-di-beograd-tuntut-hasil-pemilu-serbia-dibatalkan-uPn4UBAbJH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/25/18/2944680/ribuan-demonstran-gelar-protes-di-beograd-tuntut-hasil-pemilu-serbia-dibatalkan-uPn4UBAbJH.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>BEOGRAD - Ribuan orang berkumpul di pusat ibu kota Serbia, Beograd dalam protes anti-pemerintah pada Minggu, (24/12/2023) untuk menuntut pembatalan pemilihan parlemen dan lokal seminggu lalu yang menurut pengamat internasional tidak adil.

BACA JUGA:
Ketegangan Kian Memanas, AS Desak Serbia Tarik Pasukan dari Perbatasan Kosovo&amp;nbsp;

Partai Progresif Serbia (SNS) yang berkuasa dan populis memenangkan 46,72% suara dalam pemilihan parlemen cepat akhir pekan lalu, menurut hasil awal komisi pemilihan negara bagian.
Sebuah misi pemantau internasional pada Senin, (18/12/2023), mengatakan SNS memperoleh keuntungan yang tidak adil melalui bias media, pengaruh yang tidak pantas dari Presiden Aleksandar Vucic dan penyimpangan pemungutan suara seperti jual beli suara.
Vucic mengatakan pemilu berlangsung adil.

BACA JUGA:
Baku Tembak Sengit Terjadi di Biara Kosovo yang Dikuasai 40 Orang Bersenjata Berat, 4 Orang Tewas

Pada Minggu, polisi menembakkan semprotan merica, kata seorang saksi mata Reuters, setelah massa mencoba masuk ke balai kota Beograd yang merupakan markas komisi pemilihan lokal. Beberapa pengunjuk rasa memanjat gedung dan memecahkan jendela. Beberapa orang melemparkan batu ke jendela, memecahkan kaca.&quot;Vucic Pencuri,&quot; teriak pengunjuk rasa.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri meminta para pengunjuk rasa untuk &amp;ldquo;menahan diri untuk tidak memasuki balai kota.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Dengan bereaksi secara tenang kami berusaha untuk tidak menyakiti para pengunjuk rasa,&amp;rdquo; kata Vucic dalam pidatonya pada sore hari, sebagaimana dilansir Reuters.
Aliansi oposisi kiri-tengah Serbia Melawan Kekerasan berada di urutan kedua dalam pemilu dengan 23,56% suara, dan Partai Sosialis Serbia di urutan ketiga dengan 6,56%.

BACA JUGA:
Warga Serbia Sukarela Serahkan Puluhan Ribu Senjata Api, dari Pistol Hingga Peluncur Roket

Srdjan Milivojevic dan Vladimir Obradovic dari koalisi Serbia Melawan Kekerasan mencoba membuka pintu balai kota tetapi tidak dapat masuk, sementara massa berteriak &quot;masuk, masuk,&quot; dan &quot;jangan menyerah.&quot;
Sekira jam 10 malam polisi anti huru-hara mendorong pengunjuk rasa menjauh dari balai kota.
Anggota lain dari Serbia Melawan Kekerasan, Marinika Tepic, telah melakukan mogok makan sejak pemilu untuk menuntut agar pemilu tersebut dibatalkan.</description><content:encoded>BEOGRAD - Ribuan orang berkumpul di pusat ibu kota Serbia, Beograd dalam protes anti-pemerintah pada Minggu, (24/12/2023) untuk menuntut pembatalan pemilihan parlemen dan lokal seminggu lalu yang menurut pengamat internasional tidak adil.

BACA JUGA:
Ketegangan Kian Memanas, AS Desak Serbia Tarik Pasukan dari Perbatasan Kosovo&amp;nbsp;

Partai Progresif Serbia (SNS) yang berkuasa dan populis memenangkan 46,72% suara dalam pemilihan parlemen cepat akhir pekan lalu, menurut hasil awal komisi pemilihan negara bagian.
Sebuah misi pemantau internasional pada Senin, (18/12/2023), mengatakan SNS memperoleh keuntungan yang tidak adil melalui bias media, pengaruh yang tidak pantas dari Presiden Aleksandar Vucic dan penyimpangan pemungutan suara seperti jual beli suara.
Vucic mengatakan pemilu berlangsung adil.

BACA JUGA:
Baku Tembak Sengit Terjadi di Biara Kosovo yang Dikuasai 40 Orang Bersenjata Berat, 4 Orang Tewas

Pada Minggu, polisi menembakkan semprotan merica, kata seorang saksi mata Reuters, setelah massa mencoba masuk ke balai kota Beograd yang merupakan markas komisi pemilihan lokal. Beberapa pengunjuk rasa memanjat gedung dan memecahkan jendela. Beberapa orang melemparkan batu ke jendela, memecahkan kaca.&quot;Vucic Pencuri,&quot; teriak pengunjuk rasa.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri meminta para pengunjuk rasa untuk &amp;ldquo;menahan diri untuk tidak memasuki balai kota.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Dengan bereaksi secara tenang kami berusaha untuk tidak menyakiti para pengunjuk rasa,&amp;rdquo; kata Vucic dalam pidatonya pada sore hari, sebagaimana dilansir Reuters.
Aliansi oposisi kiri-tengah Serbia Melawan Kekerasan berada di urutan kedua dalam pemilu dengan 23,56% suara, dan Partai Sosialis Serbia di urutan ketiga dengan 6,56%.

BACA JUGA:
Warga Serbia Sukarela Serahkan Puluhan Ribu Senjata Api, dari Pistol Hingga Peluncur Roket

Srdjan Milivojevic dan Vladimir Obradovic dari koalisi Serbia Melawan Kekerasan mencoba membuka pintu balai kota tetapi tidak dapat masuk, sementara massa berteriak &quot;masuk, masuk,&quot; dan &quot;jangan menyerah.&quot;
Sekira jam 10 malam polisi anti huru-hara mendorong pengunjuk rasa menjauh dari balai kota.
Anggota lain dari Serbia Melawan Kekerasan, Marinika Tepic, telah melakukan mogok makan sejak pemilu untuk menuntut agar pemilu tersebut dibatalkan.</content:encoded></item></channel></rss>
